Prolog

231 57 42
                                        

"Aku pikir aku kuat berdiri tegak, ternyata tidak. Aku hanya bersandar pada sebuah dinding kapal, yang sewaktu-waktu bisa berlayar pergi, meninggalkanku di dermaga seorang diri."


-happy reading

Alea atau lebih tepatnya lagi Aleetha Domini Quisya adalah seorang gadis manis, yang selalu menanti kedatangan lelaki yang telah pergi dan tidak diketahui bagaimana kabarnya hingga saat ini.

Persahabatan mereka begitu dekat, bahkan terlalu dekat jika hanya disebut sebagai sahabat. Tanpa ada penjelasan yang jelas, persahabatan yang telah dibangun dengan kokoh itu, hancur berkeping-keping tak tersisah karena kehendak dari Atalla, ya, Atlantis Brin Javlint.

Egois jika Alea menginkan lebih dari seorang sahabat, bukannya mendapatkan kejelasan hubungan melainkan mendapatkan perpisahan dari sebuah hubungan.

Apakah dengan kepergian Atalla membuat Alea sanggup untuk menunggu?.

Jika itu yang kalian pikirkan, jelas sekali jawabannya ialah,

Tidak, Alea bukanlah seperti tokoh yang kalian bayangkan. Tokoh yang setia menunggu cinta sejatinya, hingga dipertemukan dalam sebuah kejadian manis lalu berakhir didermaga yang indah.

Alea tidak suka menunggu, Alea tidak suka perpisahan, dan Alea tidak suka hal yang berbau ketidakpastian, ia harus mencari, ia tetap berjalan mencari hal yang ia inginkan.

Namun apakah kisah cinta sebuah minuman Ale-ale dan Samudera Atlantis akan mengalir indah dengan kisah yang manis?, atau mungkin curam diterpa badai dengan pahit?.

Tidak ada yang tahu pasti bagaimana,

Sang samuderalah yang tahu dimana tempat arusnya akan bermuara.

▪▪▪

Samudera MentariWhere stories live. Discover now