-Happy reading-
Takdir jahat ya?
Udah berusaha lupain
Malah di pertemukan terus.
....
Hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang kenaikan kelas,
Asylla Virny Prameswari atau kerap disapa Sylla itu sedang berhimpitan untuk melihat namanya di papan pengumuman itu.
Asylla Virny Prameswari
( XI Ipa 3 )
Matanya menelusuri nama-nama teman kelasnya dan berhenti pada satu nama di urutan terakhir.
Varel Antares Kusuma
( XI Ipa 3 )
"Dari banyaknya murid, kenapa harus sekelas sama dia?" batinnya.
Asylla memilih pergi dari kerumunan yang memenuhi papan pengumuman itu yang bertambah sesak.
Ia memilih berjalan memasuki kelasnya yang berada di lantai dua.
Langkahnya terhenti saat matanya melihat seseorang yang sangat ingin dia hindari sedang berdiri di depan pintu kelasnya.
"Pura-pura gak liat aja deh"
Asylla berjalan santai melewati orang itu yang sedang bercanda tertawa dengan teman-teman nya.
Asylla sempat melirik sekilas ke orang itu dan masuk ke kelasnya. Ia memilih duduk di bangku pojok kanan baris ke tiga dari depan.
"Sylla gua duduk sama lo ya" ujar seorang gadis dengan senyum khasnya.
"Duduk aja Fit" ujar Asylla dengan santai.
"Syll lo sekelas lagi dong sama mantan?" tanya Fitri.
Asylla hanya menjawab dengan gumaman. Dan melanjutkan mendengarkan musik melalui earphone.
Fitri menyenggol Sylla dengan siku, "Syll mantan lo duduk di depan kita".
Sylla lalu mendongak dan benar saja mantannya duduk di depannya.
"Ish pindah ajalah kita" bisik Sylla.
Fitri melihat sekeliling kelas, "Bangku udah penuh semua Syll sisa di belakang pojok doang yang cuma ada satu kursi".
Asylla mendengus kasar.
"Udahlah terima aja, takdir" ujar Fitri yang semakin gencar menggoda Sylla.
Sylla tidak mendengarkan ocehan Fitri selanjutnya karna bel masuk telah berbunyi.
Kelas yang awalnya ricuh menjadi tenang saat Bu Tami memasuki kelas.
"Oke assalamualaikum semua, selamat pagi. Saya disini yang akan menjadi wali kelas kalian selama di kelas sebelas, sudah tau nama ibu?" ujar Bu Tami memperkenalkan diri.
"Sudah Buu" ujar murid serempak.
Setelahnya Asylla tidak mendengarkan ocehan Bu Tami karna sibuk memandang seseorang yang duduk tepat di depannya.
YOU ARE READING
Dejar Ir
Teen FictionCerita tentang bagaimana cara merelakan bukan melupakan. Bukan sekedar pindah hati dan bepaling, tetapi ada hal sulit yang membuat mu terpaku disana , kenangan. Sulit untuk melupakan kenangan yang tertanam di memori kalian. Mungkin mudah bila diucap...
