Terlihat lelaki berperawakan tinggi sedang memejamkan mata sambil menikmati hisapan rokok yang diapit oleh kedua katub bibirnya,ia duduk diatas kursi panjang club bersama ketiga temannya.
Menurutnya disanalah tempat yang tepat untuk menenangkan dirinya yang sedang banyak masalah,walau setelah itu masalah tetap harus dihadapinya.
Dia mulai membuka matanya dan membuang putungan rokok dilantai lalu menginjaknya dan mengambil satu lagi batang rokok yang masih utuh dari dalam bungkus rokok.
Dia adalah Rivan Ghaly Rendyansyah seorang siswa kelas 12 yang mempunyai masa lalu menyedihkan dibalik ketampanannya.
Dia mempunyai pesona yang tak tertandingi di sekolahnya.
Tampan?jelas.
Kaya?jelas juga.
Pintar?banget.
Cool?banget.
Sempurna?bisa dibilang begitu.
Banyak perempuan yang mengantre menjadi pasangannya.
Keluarga Rivan memang keluarga baik baik,tapi sebelum saudara kembarnya ,Vilan meninggal,semua kejadian terjadi begitu saja.
Vilan saudara kembar Rivan,saudara yang selalu dibanding bandingkan dengannya,Rivan hanyalah bayang bayang dari Vilan. Rivan benci itu.
"Van,ngga mau nyoba cewek ?" tanya Doni yang baru saja menghampirinya,Rivan membuka mata perlahan,penampilan lusuh Doni menjelaskan semua hal yang baru saja dilakukan lelaki itu.
"Nggak" Jawabnya singkat.
Rivan mulai memejamkan matanya lagi,otaknya selalu memproses segala masalah yang dihadapi,mulai dari masalah keluarga sampai masalah hatinya yang tidak pernah mau untuk diajak berdamai,bayangan seorang perempuan cantik yang tengah tersenyum melambai lambai diotaknya,dia perempuan kedua yang dicintainya setelah ibunya,dia juga perempuan yang berasil mematahkan hatinya dan membuatnya seperti sekarang,tapi tiba tiba saja bayangan perempuan tadi berubah menjadi perempuan lain,perempuan yang membuat Rivan mendesis mengingatnya. Dimana perempuan yangs selalu suka mencari masalah dengannya,ingatan tadi pagi muncul begitu saja,ketika perempuan itu menumpahkan coffe di seragam sekolahnya,dan terlalunya bukannya minta maaf malah mengoceh. Rivan menggelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan itu.
Doni duduk di samping Rivan,"Ngga bosen lu kesini mulu tapi cuma minum sama ngrokok ?"
Rivan hanya diam,malas menjawab pertanyaan temannya itu.
"Yang lain kemana ?"
Doni menunjuk kearah gerombolan orang berjoged dengan iris matanya,disana terdapat Rian yang tengah digelayuti manja oleh perempuan perempuan berpakaian sexy,"Kalo si Dio ngga tau kemana" jelas Doni.
Sedangkan ditempat lain perempuan dengan rambut panjang yang dikucir asal itu sedang membantu bundanya membuat kue didapur .
"bun ini enak banget"puji perempuan itu sambil mencicipi kue buatan bundanya.
"Enak lah,buatan siapa dulu ?Bunda"
"Bunda siapa dulu ? Nada"peluk Nada kepada bundanya
"Udah ah peluknya ,bunda mau lanjut bikin kue nya"
"Yaudah Nada ke kamar dulu ya"
"Iya,nanti kalo udah jadi semuanya bunda panggil"
"Oke bun"
Dia adalah Senandung Nada perempuan yang kerap dipanggil Nada.
TBC !!
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.