Minggu, 22 juni 2016
.
Semua orang yang hadir dalam hidupku sepertinya ditakdirkan untuk menyakitiku.
Bagaimana tidak mereka semua hanya datang sesaat, lalu pergi begitu saja Meninggalkanku tanpa alasan
.
.
Seperti kamu. Kamu adalah orang pertama yang berhasil merebut perhatianku. Tanpa aku sadari aku menyukaimu... dan kamu juga sepertinya menyukaiku... itu ditunjukan saat kamu mengutarakan rasa yang kamu miliki padaku.
awalnya aku senang tapi semenjak kamu bilang ada sahabatmu yang memendam rasa padaku. aku jadi takut mendekatimu.. aku takut hubunganmu dengan dia hancur ... tapi kamu mencoba meyakinkanku bahwa semuanya akan baik baik saja.
Akhirnya kita bedua menjalin hubungan sebagai teman dekat tanpa kita sadari kita telah menyakiti perasaan orang lain.. kita seakan berbahagia diatas penderitaan orang lain.
hingga akhirnya semua berbalik padaku semua yang terjadi pada dia sekarang terjadi padaku... rasanya begitu sesak seperti ada kawat kawat tajam yang tumbuh dihati kecilku..
Saat kau mulai dekat dengan sahabat perempuanku. Kau menjadikan dia tempat mengadu saat kau memiliki masalah dengan ku.
Awalnya aku tidak terganggu dengan hal itu. Karena wajar jika kamu bercerita tentang aku pada sahabatku. yang aku pikirkan saat itu adalah mungkin kamu ingin mengenal aku lebih jauh melalui sahabatku. Tanpa aku sadari kamu menjadi lebih dekat dengannya. Hingga akhirnya kamu berjanji padanya untuk selalu ada disisinya.
Kata kata yang selalu terngiang ngiang ditelinga ku berhasil meremukan hatiku menjadi berkeping keping.
Setiap hari pikiranku selalu dipenuhi olehmu. Seakan semangat hidupku hilang ditelan kegelapan. Namun disaat keterpurukanku aku selalu melihat satu lentera yang bersedia menerangi jalan gelapku. Dia adalah sahabatmu yang mencintaiku. Orang yang hatinya kita sakiti secara bersama sama.
Entah kenapa dia selau ada disaat aku membutuhkannya. Dia selalu memberiku semangat. Dia sering mengatakan bahwa dia menyukaiku tapi respon yang berikan hanya membisu.
.
.
Dan hari demi hari kamu muali menjauhiku. Entah siapa yang tersakiti disini akupun bingung. Ketidak jelasan hubungan yang masih kau gantung padaku. Kerap kali aku memergokimu sedang memandangiku. Sebenarnya apa yang kamu inginkan... kamu terlihat seperti pengecut tak berdosa yang ingin mengulang kesalahan dimasa lalu.
.
.
Tidakkah kamu berniat datang langsung padaku. Untuk sekedar berbicara menjelaskan semua yang terjadi disini..
.
.
.
Semua hubungan yang diawali dengan menyakiti orang lain tidak akan pernah berjalan baik. Dan Cinta ibarat sebuah pena tajam yang merangkai kata kata di tiap lembar buku kosong dengan coretan kisahnya sendiri
Tertanda
kanaya pramudita shanum
.
.
.
.
YOU ARE READING
NOT HIM
Teen FictionKetika langit mencumbu samudra hingga berapi api hai kau, ku rajut doa doa dengan air mata, doa doa yang sama untuk orang yang sama Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang terkadang aku tidak ingin tertawa,karena disaat aku tert...
