Krekkk... (Suara laci terbuka)
"siapa itu? Ga? Itu Lo?" Panggil seseorang dengan suara gemetar karena takut dari balik pintu sambil mengintip.
"Hmm..." Balasnya dengan dingin sambil tetap fokus melihat ke arah laci.
"Aku kira siapa. udah, ayo berangkat sekolah nanti kesiangan," ucap seseorang itu sambil menarik tangan dirga. Tapi dirga tetap diam ditempat dan tidak mau bergerak sedikit pun.
"Ga?" Panggil seseorang itu.
Dirga tetap pada pendiriannya, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
"Ga lo Kenapa?" Tanya seseorang itu dengan meninggikan suaranya karena mulai kesal pada sikap dirga.
Namun tetap saja tidak ada jawaban.
Seseorang itu menghembuskan nafas berat. "Lo ada masalah ga? Kenapa sikap lo jadi dingin? Apa gue punya masalah sama lo? Sikap lo ke gue beda jauh jika dibandingin sama sikap lo ke teman-teman lo yang lain," Tanya seseorang itu dengan rentetan pertanyaan dan mencoba sabar dengan sikap pria dihadapannya ini.
Dirga tetap tidak merespon.
"Lo ada masalah sama gue? Kenapa diam aja? Lo itu laki-laki, kalau lo ada masalah sama seseorang jangan bicara jelek dibelakang orang itu," Ucap seseorang itu sebagai luapan emosinya sambil menatap Dirga tidak mengerti karena ini bukan pertama kalinya Dirga bersikap seperti itu kepadanya.
"Sekarang gue ada disini, kalau lo memang ada masalah sama gue, bicara lang-" suara teriakan seseorang itu tiba-tiba berhenti ketika melihat muka dirga yang perlahan dialiri oleh air mata. Lagi-lagi seseorang itu menghembuskan nafas berat "ga? Lo nangis? GA LO ITU LAKI-LAKI, dan laki-laki pantang untuk menangis. Ingat sekali lagi ya lo itu la-"
"LAKI-LAKI? GUE TAU, tapi gue gak tau siapa diri gue," sela dirga dengan suara gemetar karena isakan tangisnya, dan pandangan yang tetap tertuju pada laci itu.
Hening, aneh, canggung, gambaran suasana yang saat ini mereka rasakan.
"Apa yang sebenarnya lo pikirin Dirga, lo seperti Dirga lain yang gak gue kenal. tapi gue gak akan nyerah buat ngenal lo," Seseorang itu bergeming dalam hatinya namun juga bingung dengan sikap Dirga, dia tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh Dirga dia hanya menatap Dirga dengan bingung dan memegang bahu Dirga untuk menyemangatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE OTHER SIDE OF ME
Fiksi RemajaDi depan keluarga aku bersikap seperti orang yang polos dan lembut, kadang menjadi orang yang keras kepala dan tidak mau mengalah. Disaat sendiri aku bersikap seperti orang yang tidak waras, meluapkan kesedihan dan kemarahan dengan teriak sekeras ya...
