Part 2

5.2K 424 7
                                    


"Nah bener tuh. Be gue ini pengen kayak lo Sha," tambah Iqbaal.

"Lah, labil amat kalian berdua," sahut Aldi. "Kek ABG ae," lanjutnya.

"Lo nggak nyadar kalo gue masih ABG Al??" kata (namakamu).

"Njirr, (namakamu) ngaku-ngaku kalo masih ABG-_-" kata Salsha dan membuat semuanya tertawa.

"Liat muka gue geh? Masih imut gini, hahaha.." (namakamu) tertawa terbahak-bahak.

"Lo berdua nggak usah kayak kambing cengo," tegur Iqbaal pada Salsha dan Aldi.

"Bini lo tuh Pede banget," kata Aldi. Ia kemudian menggendong Alana ke pangkuannya.

"Emang ada yang motivator kayak elo?" sinis Salsha pada (namakamu). Ia bermaksud menggoda sahabatnya ini. "Ya ada lah. Buktinya gue pede," kata (namakamu) ia terkikik.

"Jangan ketawa mele lah Be, bikin aku pingin nyubit kamu," gemas Iqbaal.

"Yee, pingin nyubit mele. Emang nya kue cubit apa,"

"Iya, karena kamu maniss," Iqbaal menoel dagu (namakamu) dan membuat perempuan itu merona karena malu.

"Al, kok ada adegan yang di lagu kamu dulu ya," kata Salsha berbicara dengan agak keras bermaksud menyindir Iqbaal dan (namakamu).

"Oh iya, yang.. Dunia seakan milik berduaa, kan?" tanya Aldi dengan antusias dan diangguki oleh Salsha.

"Sindir ae terosss.." Iqbaal memutar bola matanya kesal.

"Yoi nih Bi. Hmm.. daripada gue disini, mending gue mandi dulu.." (namakamu) langsung ngacir menuju lantai atas.

Kemudian mereka bertiga melanjutkan mengobrol. Alana turun dari pangkuan Aldi dan menghampiri Iqbaal. Alana menarik-narik celana Iqbaal.

Iqbaal menunduk untuk melihat Alana yang masih narik celananya. Iqbaal mengangkat Alana ke pangkuannya.

"Alana mau di gendong om?" tanya Iqbaal dengan lembut. Alana mengangguk seraya bertepuk tangan. "Gue mau ke samping rumah dulu. Lo berdua terserah mau ngapain. Ini QualityTime deh buat lo berdua," Iqbaal bergegas pergi ke samping rumahnya untuk mengajak Alana bermain. Itung-itung latihan ngerawat anak, pikirnya.

"Kita ngapain geh disini?" tanya Salsha, ia benar-benar merasa bosan karena tidak ada hal yang dikerjakan atau bahan untuk di obrolkan. Aldi hanya mengangkat bahunya bertanda ia juga tidak tahu.

Drrrttt.. Drrrtttt...

Getaran itu menandakan ada yang menelepon. Salsha dan Aldi sama-sama mengecek ponslenya namun tidak ada panggilan untuk mereka. Kemudian mata mereka bertumpu pada sebuah ponsel yang berada di atas kursi.

"Ada telfon buat Iqbaal, tapi nomornya nggak dikenal nih," kata Aldi yang sudah mengambil ponsel diatas kursi tadi.

"Coba angkat," kata Salsha dan diangguki oleh Aldi.

"Hallooo, Iqbaaalll!!" teriakan dari seberang telepon sangat membuat telinga Salsha dan Aldi kaget.

"Buset toa banget nih orang," bisik Salsha ke Aldi. Aldi mengangguk menyetujui ucapan istrinya.

"Halloo? Baal? Kok nggak ngejawab sihh?? Kamu lupa sama aku??" tanya si penelepon dengan beruntun dan nada yang (sok) imut.

"Iya nih, pasti kamu lupa kan sama aku? Yaampunnn, kita kan dulu pernah pacaran.." Salsha dan Aldi saling menatap dengan alis berkerut.

"Pacaran?" ucap mereka pelan.

"Ihhh.. kamu kok masih nggak inget aku sih? Ini aku, Zee kamu.. Zidny Iman Lathifa," Salsha dan Aldi kembali beratatapan dengan membulatkan matanya.

Little Family ❤ [IDR] - CompletedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang