Prolog

9.6K 210 7
                                    

Nama aku dian seorang anak yang tidak pernah mengenal seorang ayah. Ayah itu seperti apa? Ayah ku yang mana?
" dian tidak punya papa..." Kata semua anak lain dikampung itu mengejekku.
" aku punya papa. Kata siapa aku tidak punya" kata dian
" kamu tidak punya papa. Tuh mama kamu kerja jadi cewek gak bener" kata seorang anak laki.
Dian sebel dan memukul anak itu dan akhirnya mereka berkelahi. Dian pulang sampai kerumah dan berlari memeluk mamanya.
" mama, dian gak punya papa yah? Papa ku siapa mama?" tanyaku dengan polos
Aku tidak tau kalau pertanyaanku mengundang banyak emosi dari mama.
" kamu jangan pernah bertanya siapa papa kamu yah! Papa mu itu bajingan, dan binatang tidak punya hati" kata mama marah besar.
Aku kaget dan meneteskan air mata. Aku diam dan takut sekali dengan kemarahan mama.
" cepat masuk kamar sana. Mama masih repot kerja" kata mama marah.
Aku memasuki kamar dan diam saja didalam kamar menangis dalam diam
Mama kenapa? Dian hanya ingin punya papa. Dian hanya ingin tau siapa papa dian. Apakah dian tidak berhak tau ?. Kataku dalam hati menahan isakan tangisku.

Kakek adalah ayah bagiku. Kakek selalu menuruti apapun yang ku mau. Saat malam hari mama pergi membuka warung makanan didekat pasar. Kakek menggendongku berjalan kemana-mana sambil membanggakan ku. Kami sering duduk di tangga yang tinggi dekat dengan jalan menuju ke jalan utama pasar. Tangga tersebut sangatlah tinggi.
" lihat bintang diatas sana dian" kata kakek
" kenapa kakek? Ada apa di bintang itu?" Tanyaku.
" lihat bintang itu dan tau kah kamu apa arti bintang itu?" Tanya kakek dan dijawab gelengan kepalaku tanda aku tidak tau.
" bintang itu adalah orang yang telah meninggal. Lihat..." Kata kakek menunjuk bintang diatas lagit.
" apakah setiap orang yang meninggal akan menjadi bintang kek?" Tanyaku polos.
" ya, menurut mitos zaman dulu. Setiap orang yang akan meninggal pasti akan menjadi bintang" kata kakek.
" kakek, kalau dibulan ada kelinci yah kek?" Kataku yang disambut tawa oleh kakekku.
" di bulan ada kelinci yang akan menggerakkan perputaran bulannya" kata kakekku tersenyum.
" kakek kalau kelincinya tidak ada berarti bulannya tidak akan berputar ya?" Tanyaku.
Kakek hanya mengangguk dan tertawa.
" dian kemarilah sayang. Kakek ajarrin nyanyi" kata kakek.

Bulan oh bulan aku cinta padamu
Kemarilah...kemarilah....
Aku mengundangmu dari langit untuk turun ke bumi.
Kemarilah...kemarilah...
Aku mengundangmu turun dari langit.
Adik kecil laki-laki, adik kecil cewek
Aku tidak dapat turun ke bumi.... (Ost lagu anak kecil yue liang e)

Aku mulai belajar melantunkan lagu itu sampai aku bisa menyanyikannya.
Begitulah aku menjalani  hidupku dan masa kecilku. Saat aku kelas 3 sd mama pergi meninggalkanku bersama kakek dan nenek. Di tahun terakhir ku di sd yaitu kelas 6 sd mama menikah lagi dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaan tanpa aku didalamnya . Aku selalu bertanya kenapa dia tidak pernah mengajakku. Satu alasan dan pasti kedua kakek nenekku tidak mengijinkan mama membawaku.
Aku menjalani hidup dengan penuh penolakan dari orang disekitarku. Sempat berpindah ke beberapa kota. Aku menjalani hidup dengan rasa hambar tidak berarti. Mama tidak pernah mengirimkan uang selain saat hari raya saja. Dia malahan tidak pernah memperdulikan lagi diriku. Dia jarang menelponku dan sesekali dia mengajakku berbicara hanya sekedar basa basi saja.

Masa smp dan sma ku tidak ada yang special. Aku menjadi seorang gadis yang bisa dikatakan anti comitment. Pacar tetap ada tetapi hanya sekedar pegangan tangan dan antar jemput. Sampai-sampai teman-teman terbaikku tertawa dan berkata aku hanya menganggap para pacarku sebagai antar jemput.

Hidupku tetap hampa. Aku bertanya apa yang kurang? Aku terus mencari jawaban itu sampai aku lulus dan kuliah di salah satu perguruan tinggi dan aku mengambil jurusan seni. Cita-citaku menjadi seorang artis. Namun tidak kesampaian dan akhirnya aku jatuh menjadi serabutan di suatu perusahaan pertelevisian yang terkenal.
See... Hidupku terlalu biasa saja bukan? Namun menjadi tidak biasa saat aku bertemu dengannya. Dia ceo dari perusahaan ini. Bagaimana kisahnya? Aku yang anti comitment bertemu dengan sang ceo yang  hidupnya penuh kebahagiaan?

You are not alone(terbit dan tersedia di googleplaystore)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang