13

2.2K 420 87
                                    

Home • Tiga Belas

Ini sudah 2 minggu sejak kecelakaan itu terjadi.

Aku memutuskan untuk melupakannya.

Melupakan semua perasaanku.

Karena memang dari awal perasaan itu salah.

Aku sedang fokus berlatih untuk project Ms. Moore. Ya, bersama Luke dan Calum.

Dan Louis? Entahlah, mungkin dia masih sibuk bersama Megan. Terakhir kali aku bertemu dengannya kemarin. Wajahnya terlihat agak sembab, dan dia terlihat kurang sehat, aku tidak tahu alasannya apa, dan tidak mau tahu.

Aku berjalan di koridor sekolah, dan mencari lokerku. Begitu aku sampai di depannya, aku mengeluarkan kunci loker itu dari sakuku, dan membukanya.

BRUKKK!!

Aku mendengus, "Anjir! Jatoh kan ah rese banget sih," gerutuku.

Buku-bukuku jatuh ke lantai, entahlah padahal seingatku aku menatanya dengan rapi di dalam loker.

"Sabar Liv, masih pagi," aku bergumam sendiri.

Aku berjongkok dan mulai merapikan buku-bukuku yang berserakan di lantai, belum saja aku selesai mengambil semuanya, mataku menangkap sesuatu, amplop biru pastel.

Aku lalu mengambilnya, dan sebelum kubaca, aku memasukkannya ke dalam tasku. Dan melanjutkan pekerjaanku lagi.

"Nah, beres, rapi," ucapku setelah selesai menata ulang buku-bukuku.

Tiba-tiba aku merasakan ada tangan yang menyentuh pundakku, sontak aku berbalik,

"Carlee? Kenapa?" tanyaku.

"Itu ditunggu Ms. Moore di ruang musik, latian lagi katanya," jelasnya.

Aku mengangguk, "Oke, thanks ya!" lalu tersenyum padanya.

Dia membalas senyumanku dan berlalu pergi entah kemana.

Aku segera pergi ke ruang musik, dan aku menemukan Luke dan Calum sudah duduk manis di kursi. Begitu juga Ms. Moore.

"Eh, Liv, udah dateng? Ayo latian?" tawar Ms. Moore ketika melihat keberadaanku.

Aku mengangguk, "Ayo Miss,"

Aku menaruh tasku di bangku, dan duduk di kursi piano.

Di project ini, aku mendapat bagian bermain piano, sedangkan Luke dan Calum hanya bernyanyi bersamaku. Ya, ini seperti paduan suara atau semacamnya.

Mereka sudah siap di sisiku, Luke di sisi kanan, dan Calum di sisi kiriku.

"Tunggu tunggu, suara guenya aneh," ucap Calum.

Aku berhenti, "Yaudah oke, ulangi lagi ya,"

"Iya coba ulang lagi," tambah Ms. Moore.

Calum hanya mengangguk-ngangguk.

Aku bisa merasakan dari ekor mataku, Luke memperhatikanku. Aku memutuskan untuk mengabaikannya, dan fokus menekan tuts-tuts berwarna hitam dan putih itu.

Suara Luke saat menyanyi bagus, oh tidak, sangat bagus. Sangat bagus sampai aku tidak bosan-bosan mendengarnya.

------

Aku membereskan barang-barangku dan bersiap untuk pulang ketika bel pulang berbunyi.

Luke, yang duduk di depanku menoleh ke arahku,

"Pulang bareng lagi?" ajaknya, aku mengangguk dan tersenyum, "Oke,"

Akhir-akhir ini, maksudku setelah kejadian itu, aku dan Luke jadi lebih dekat.

Sangat dekat.

Sekarang Luke lebih sering berkunjung ke rumahku, baik itu dia memintaku mengajarkannya fisika, atau aku yang memintanya menemaniku karena di rumahku kosong, atau dia mampir sebentar setelah mengantarku pulang.

Aku dan dia juga sering pergi bersama, ya seperti ke taman bermain, Mall, Toko buku, dan banyak lagi.

Aku tidak keberatan, karena kupikir dia membantuku lebih cepat melupakan pikiranku tentang Louis. Entahlah, pokoknya aku merasa aman dan nyaman ketika dia berada di sekitarku.

Sampai di rumah, aku menghempaskan tubuhku ke kasur, dan aku teringat amplop tadi.

Aku membuka tasku dan mengambilnya, sebuah amplop warna biru pastel, aku bisa melihat di pinggir bagian depannya tertera namaku dengan tulisan tangan yang jelas-jelas aku tahu dan ingat milik siapa.

Louis.

Aku lalu membukanya, hanya ada dua kalimat, dan delapan kata. Dan itu cukup untuk menamparku.

Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi.

:)

-------

Sejauh ini gimana? Jelek yha? Aneh yha? Gak jelas yha? Da aq mh ap ath lh:')

Sejujurnya gue juga aneh cerita ini masih ada yg baca karena inituh acak-acakan bgt, abal bgt, dan kaga jelas kek hubungan gue ama doi:')

Maaf yaa gue kan masih abal gicu jadi maaf kalo belum bagus, btw, kasih gue kritik dan saran dong, bcs I have to learn a lot.

Jangan comment next mulu yak, commentnya yg a6 a6 napa ish:') bhaQ

Bacot dd maap yha, me luv yu guys muah

home » lwtTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang