Seorang gadis terbaring di sebuang ranjang rumah sakit, di bangsal kelas 1. Suara televisi terdengar, menampilkan siaran berita media seputar selebriti tanah air. Seorang gadis di atas ranjang tengah terlelap dengan damai. Bak putri tidur, dengan kegaduhan yang terjadi tepat di depan ruang inapnya, ia terus memejamkan matanya.
Kulitnya putih pucat diiringi dengan warna kelopak bibirnya yang juga pucat. Laju nafasnya terdengar sangat pelan dan lembut. Namun, kedamaian sosok gadis tersebut akhirnya terusik oleh suara televisi yang tampak menampilkan sebuah tayang media selebriti dengan menggebu-gebu.
"... BoostTV kini telah sampai di Rumah Sakit Umum Seoul, akan membagikan kabar terkini mengenai kondisi ex-member IRIS, atau banyak dikenal juga sebagai solois dan aktris Choi Ha-Eun..."
Kelopak mata gadis yang tengah terbaring itu berkedut, sampai akhirnya terbuka menampilkan sepasang bola mata berwarna coklat keemasannya. Untuk sesaat ia termenung, sebelum lagi-lagi suara televisi yang sudah membangunkannya kembali menariknya untuk sadar.
Ia mengamati sekitarnya.
Kosong.
Bangsal kelas 1 itu kosong tanpa satupun pengunjung. Untuk kesekian kalinya, hatinya mencelos.
Ia menatap benda berbentuk segi empat yang tergantung di dinding, yang kini terus menyuarakan berita tentang seorang artis wanita, yang tak lain adalah dirinya sendiri.
Namun, meskipun ia terus menatap dan mendengarkan berita tersebut, ia tidak merasakan apapun.
Hampa...
Satu kali lagi, ia menatap langit-langit ruang inapnya.
Kali ini, ia mencoba mendengarkan suara berisik yang ada di luar.
"Manajer Lee, jika kau masih ingin bertahan di industri ini, lebih baik kau ikuti saranku! Segera urus gadis Choi itu dan segera hubungi Direktur Han,"
"Apa kau tidak bisa memberikan keringanan? Setidaknya, gadis itu masih cukup muda, kita bisa-"
"Muda?! Demi tuhan! Bajingan kecil itu sudah berumur 27 tahun! Aku bahkan ragu Direktur Han menginginkannya,"
"Ya, aku hanya berpikir dia masih-kau tahu-jadi seharusnya kita bisa membuatnya terasa sedikit istimewa. Sayangnya, bajingan ini memanglah magnet masalah,"
"Baiklah, pokoknya-"
...
Choi Ha-Eun, kini merasakan denyut perih yang samar di dadanya. Wajah kosong yang pucat, dan penuh perban di separuh wajahnya itu kini menampilkan senyum miring yang seakan mengejek. Ternyata, setelah berjuang selama lebih dari 10 tahun, ia harus berakhir seperti ini.
Untuk sesaat kenangan semasa usia belasan tahunnya mulai bergulir.
Dulu, ia pernah bermimpi menjadi seorang idol. Bermimpi menjadi seorang penyanyi yang dicintai dan dikagumi banyak orang. Ia bermimpi hidup penuh dengan cinta dan kasih sayang dari orang- orang di sekitarnya. Ia bermimpi menikmati hidupnya dalam kebahagiaan.
Namun...
Kenyataanya adalah, semua orang berlomba untuk menyakitinya. Satu persatu rencana yang ada dalam hidupnya gagal. Ia semakin jauh dari mimpinya. Dirinya semakin jauh dari kata 'bahagia'.
Ia gagal menjadi seorang idol yang diimpikannya. Ia gagal dalam hubungan pertemanan dan percintaan. Ia gagal dalam jalan karir yang dipilihnya. Ia membenci dirinya. Ia juga membenci semua pembenci yang membencinya.
Terus terlibat skandal, satu persatu. Terus terjerumus dalam lingkaran iblis tersebut, seakan takkan berhenti hingga berhasil melahapnya.
Ia menjadi pecundang. Ia menjadi penakut. Ia menjadi seseorang yang mati rasa.
ESTÁS LEYENDO
Born Singer
Romance🚫❗*NO COPY NO PASTE NO PLAGIARISM! DILARANG KERAS MENIRU KARYA INI*❗🚫 [BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] *** Choi Ha-Eun, hanyalah seorang gadis yatim piatu yang selalu bermimpi untuk menjadi seorang idol. Dia bermimpi untuk menjadi seorang penyanyi yang me...
