Prolog

29 6 5
                                        

Kenapa hanya aku?

Aku mendengar sebuah istilah lucu yang mengatakan bahwa setiap orang adalah tokoh utama dalam kisah mereka.

Semua orang spesial dalam mengisi setiap adegan yang sudah di susun rapih oleh Tuhan.

Kisah menyedihkan yang pasti akan berakhir kebahagiaan seperti di dalam sebuah drama film.

Apakah benar begitu?

["Ela, aku ingin menikah denganmu!"]

Lalu, berarti orang-orang yang hadir dalam hidup kita adalah pelengkap kisah? Atau hanyalah properti pemanis yang terkadang tidak di perlukan?

["Tenang saja, kamu tidak sendirian! Aku akan terus menemanimu!"]

Jika kisah sedih yang tertulis berakhir bahagia, kebahagiaan seperti apa yang akan di dapatkan?

["Aku sudah tidak membutuhkanmu lagi! Jadi berhentilah menggangguku!"]

Jika memang semua orang adalah pemeran utama, lalu mengapa aku selalu menjadi pelengkap?

Dimana kisahku?

Dimana kebahagiaanku?

["Aku mencintaimu Ela! Aku benar-benar beruntung mengenalmu!"]

Apa yang sebenarnya menjadi ending dalam kisahku?

Aku sudah berkali-kali mendapatkan ending yang sama.

Dimana endingku sebenarnya?

Apakah aku benar-benar pemeran utama?

Jika iya, dimana itu?

Mengapa hanya aku yang terus mendapatkan ending yang sama meskipun sudah berkali-kali menggeluti peran dengan tokoh yang berbeda?

["Kenapa kamu pergi dariku? Apa salahku?"]

Berapa kali lagi aku harus mengganti kisah?

Tahun berlalu tapi aku selalu terjebak dalam lingkaran setan itu sampai akhirnya aku kehilangan perasaanku.

["Maafkan kami Ela! Kami terlalu kehilangan saat itu sampai melupakanmu dan bahkan tidak pernah menanyakan kabarmu."]

Aah.. aku tau.

Istilah itu bohong!

Semua orang bukan pemeran utama!

Karena aku sendiri selalu jadi pelengkap kisah seseorang di dalam ceritaku sendiri.

["Jangan menjanjikan apapun lagi! Aku sudah muak!"]

Benar.

Aku bukanlah pemeran utama wanita bahkan dalam kisahku sendiri.

°^°^°^°^°^°^°^(NOT) HEROINE°^°^°^°^°°^°^°

Kitachi Zalifa
31 Desember 2025

(NOT) HEROINEWhere stories live. Discover now