04 | Unfinished Feelings

39 8 4
                                        

Langit Milan pagi itu dipenuhi awan kelabu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Langit Milan pagi itu dipenuhi awan kelabu. Rintik hujan turun perlahan membasahi jalanan kota, menciptakan aroma khas musim dingin yang bercampur dengan wangi kopi pada kafe-kafe kecil di sepanjang trotoar.

Di sudut jalan yang tidak terlalu ramai, sebuah bakery kecil bernama Luce Di Pane mulai dipenuhi pelanggan.

Suasana hangat dari lampu-lampu kekuningan membuat tempat itu terasa nyaman. Suara mesin kopi, dentingan sendok dan aroma roti yang baru matang memenuhi ruangan sejak pagi.

Yuhn Anna berdiri di area dapur belakang sambil menata croisant ke dalam nampan besar.

Uap hangat dari oven membuat pipinya sedikit memerah. Rambut hitam kecoklatan panjangnya diikat sederhana, menyisakan beberapa helai yang jatuh di dekat wajahnya.

Hari itu terasa sama seperti biasanya, tenang, normal, sampai suara bel kecil di pintu bakery berbunyi.

Ting~

"Permisi.."

Anna tidak terlalu memedulikan pelanggan yang datang. Tangannya masih sibuk menata roti sambil sesekali mengechek daftar pesanan.

"Apakah ada rekomedasi roti di sini?" Tanya salah satu pelanggan toko roti tersebut.

Deg~

Gerakan Anna langsung terhenti, nafas perempuan itu seakan tertahan begitu saja. Suara itu familiar sampai tubuhnya membeku sebelum sampai ia benar-benar berpikir.

Perlahan Anna mengangkat kepalanya. Jantungnya mulai berdetak tidak nyaman. Dengan langkah pelan, Anna mendekati celah kecil di samping pintu dapur dan mengintip ke arah depan bakery. "Ya Tuhan... apa lagi ini?" Lirih Anna tanpa sadarnya.

Dan dunia seakan berhenti sesaat.

Laki-laki itu berdiri tepat di depan meja kasir sambil melepas sarung tangan hitamnya perlahan. Coat panjang berwarna gelap membungkus tubuh tingginya, sementara rambutnya sedikit basah terkena hujan diluar.

Anna membeku, sudah 5 tahun lamanya. Laki-laki yang masih memiliki tatapan yang sama. Tatapan yang membuat Anna merasa tenang sekaligus hancur dalam waktu yang bersamaan.

Tetapi sesuatu mennusuk perasaannya karena melihat kembali seorang anak kecil perempuan yang namanya sama dengannya berdiri di samping Taehyung, sambil memegang ujung coatnya. "Appa, aku mau yang bentuk hati.."

Suara kecil anak itu membuat dada Anna terasa sesak mendadak, dengan jelas Anna mendengar suara anak kecil yang kemungkinan besar adalah anak Taehyung, anak tersebut memanggil Taehyung dengan sebutan ayah.

Anna langsung menurunkan pandangannya, jarinya mencengkram apron putih yang dikenakannya dengan erat.

"Anna?" Suara laki-laki lain membuat Anna tersentak dari lamunannya.

Ternyata itu Luca Merroti, laki-laki blasteran Korean Italia itu adalah patner bekerja Anna. Luca menatap Anna bingung sambil membawa bak roti, Luca mengernyit heran melihat wajah Anna yang tiba-tiba pucat. "Kau baik-baik saja?"

Feelings Undercover S2Where stories live. Discover now