"Aduh, Anjir! Pening banget kepala gue.." Gumamnya, refleks tangannya segera memijit pelipis dahinya, merasakan kepalanya yang berdenyut-denyut sambil sesekali meringis.
Menoleh kebelakang, melihat jam putih besar yang tergantung pada dinding toilet, lali kemudian dengan susah payah gadis itu bangkit dari posisi tengkurap nya.
"Gila! Udah 5 jam. Dari jam 7 sampe 12, gue jatoh kepeleset, gak ada yang nolongin Napa?? Tega bener orang-orang nyuekin orang pingsan, minimal bawa uks kek. Gotong! Tolongin, ini gue di biarin aja kali ya, rebahan di lantai toilet." Cerocosnya kelas, melirik bilik-bilik toilet yang terbuka menandakan kalau saja toilet ini sedari tadi kosong melompong.
Sial! Beneran gak ada orang!
Langkah kakinya pun membawanya keluar dari toilet."Si Raya sama Neva kemana lagi? Teman macam apa yang gak nyariin gue di toilet setelah 5 jam nunggu?!" Gerutunya.
Tanpa menghiraukan penampilan nya yang nampak kacau. Ferisha, Risha. Berjalan menyusuri koridor dengan langkah tertatih tanpa memedulikan tatapan siswa-siswi lain yang melihat nya dengan keheranan.
Ferisha berjalan menuju kelasnya yang kebetulan ada di lantai 1, yaitu kelas 11 Social 1. Gadis itu berhenti tepat di depan pintu.
"Raya! Neva!!" Teriaknya marah.
Namun, bukannya mendengar suara cempreng kedua sahabatnya yang menyatu seperti biasa, Ferisha malah di suguhi dengan keadaan lenggang, damai, kelasnya yang berisikan wajah-wajah asing.
Risha menyerngit, ia melihat seragam-seragam yang di pakai siswa-siswi dihadapan nya. Seragam apa itu? Seingatnya di hari kamis ini. Jadwal seragam sekolah Pelita Jaya adalah bercorak hijau dan merah? Kenapa anak-anak asing dikelasnya memakai seragam batik bercorak kuning keemasan?
Cerngitannya semakin dalam tatkala wajah-wajah asing itu mulai menatap nya aneh, beberapa dari siswa-siswi lainnya keluar melewatinya begitu saja, memilih pergi sepertinya mereka terganggu oleh kedatangan Risha yang tiba-tiba berteriak seperti itu.
"Kalian siapa?!"
Pertanyaan nya menggema di seisi kelas, membuat Risha kini malah mendapat tatapan bingung dan sebagian tak suka dari anak-anak kelas ini.
Tidak ada yang menjawab satu pun pertanyaan gadis itu, membuat Risha mau tak mau berjalan ke arah bangku tempatnya duduk.
"Lo siapa? Ngapain duduk di kursi gue??"
Siswi berkacamata hitam itu mendengus, seraya memutar kedua bola matanya malas."Gue udah duduk disini dari awal semester, lo yang siapa?" ujar siswi berpenampilan nerd itu malah balik bertanya pada Risha, siswi itu berdiri mengambil sampah sisa makanan di mejanya, lalu menyenggol bahu Risha hingga gadis itu sedikit terhuyung kebelakang.
"Gak jelas lo."
Ferisha terdiam, wajah asing, seragam asing, orang-orang asing ini membuat dadanya bergemuruh cepat. Risha berbalik berjalan kembali keluar kelas, lalu mendongak menatap plang penanda pintu yang menunjukan tanda X1-S1 diatas sana.
Benar! Itu adalah tanda kelasnya, letak penataan bangku, dan kelasnya di koridor ke 3 lantai 1 juga sama , namun kenapa orang-orang didalam kelasnya berbeda? Anak-anak kelasnya tak akan pernah berani mengusik Ferisha, mengingat gadis berkelakuan 5G itu tak suka di abaikan seperti tadi.
Lalu juga? Kemana Raya dan Neva? Risha sama sekali tak menemukan batang hidung kedua sahabat dekatnya itu didalam kelas.
"Raya! Neva!! Kalian dimana?!"
Tak peduli teriakannya kembali mengundang tatapan tak suka dari siswa-siswi berseragam asing disekitarnya. Ferisha berlari menyusuri koridor sembari melihat setiap kelas yang ia lewati letaknya sama persis seperti Pelita jaya, namun orang-orang dan seragam yang dipakai siswa-siswi asing dimatanya ini berbeda sekali dengan Pelita.
Sebenarnya ada dimana Risha berada sekarang?
Akhirnya gadis itu sampai didepan lobi sekolah, ia berdiri menunggu tulisan outline sekolah yang biasanya menyambutnya dengan kata-kata selamat datang di SMA Pelita Jaya, jantungnya mulai berdegup cepat begitu sebuah huruf mulai muncul disana.
Nafas Risha otomatis tercekat, kedua bola matanya melotot tak percaya bersamaan dengan gemuruh jantungnya yang terus berdegup kencang.
Melihat bukan tulisan selamat datang di SMA Pelita Jaya yang terpampang disana, tetapi sebuah tulisan hijau bercorak lebih canggih menuliskan.
Welcome to SMA RAJAPRANA, Senin, 22 September 2025.
Kepala Risha yang tadinya masih merasa pening semakin berdenyut nyeri, nafasnya semakin menipis, tubuh gadis itu ambruk ketika melihat tampilan seragam asing yang kini melekat juga di tubuhnya tercermin jelas pada kaca besar lobi.
Ini gak lucu, sumpah?!!
Satpam yang kebetulan berjaga bersama satu orang guru pun segera berlari menghampiri Risha, lalu dengan keadaan hening mereka mengangkut Ferisha menuju gedung tempat uks SMA Rajaprana berada.
•To be Continued•
YOU ARE READING
TRANSMIGRASI : Lost
FantasyPlaying a Role : Lost Ingatan nya bermasalah? Yang benar saja, Ferisha Rahmanta sama sekali tidak pernah menyangka setelah dirinya terjatuh di toilet pagi itu ia akan terbangun di SMA Rajaprana?! Bukan Pelita jaya! Informasi-informasi di dunianya ju...
