Hasegawa Akari bersyukur sekali karena pada akhirnya ia bisa kembali dengan kedua sahabatnya yakni Aoyama dan Kenjiro. Kebahagiaannya bertambah tambah pula sejak Retasu yang notebenenya adalah sahabatnya di desa bisa dekat juga berada di dekatnya. N...
Tak ada yang jauh lebih menggembirakan saat ini selain memang bersama dan dekat kembali dengan sahabat. Setidaknya seperti itulah otak Akari mencerna apa yang ada dihadapannya sekarang. Bahkan saking bahagianya, eforia begitu membuncah di dalam dirinya bak Sakura menggembang di musimnya.
jika kalian menganggap pertemuan tersebut hanyalah sepetik dari apa yang menjadi kisah dari geng alpukat saja, kalin salah. Bagi Akari, ini jelas seperti keluar dari labirin sepi yang begitu mengikat.
Akari masih menatap langit oranye dari balkon kamarnya dan menyesapi sebagaimana dunia kini menyambutnya dengan zona kelabu yang cukup tebal. Bak mengibati segala rasa yang selama ini tak tersampaikan, Akari berharap kalau atmosfer di balkon kamarnya bahkan bisa meluapkannya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mata Akari amsih begitu fokus dengan halaman rumahnya. Disana, ia lihat sang kakak yang masih asik dengan ring serta bola basketnya. Tak ada sesuatu yang terlalu serius, hanya saja ia begitu heran dengan pertumbuhan tinggi sang kakak. Bagaimana tidak? Orang orang banyak yang mengatakan kalau memang orang akan berhenti tumbuh di usia dua lupuh tahun.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Aoi sendiri sesungguhnya melambaikan tangannya seraya meminta sang adik untuk turun dan menemaninya bermain basket di bawah sana. bukan hanya sekali, ia bahkan dilakukannya berkali kali. Namun sebanyak apapun Aoi mengajaknya, sebanyak itu pula Aoi mendapat penolakan.
Tak seberapa lama setelah Aoi merasa frustrasi karena berkali kali ia mendapat penolakan dari sang adik, disaat itu pula ada SUV hitam yang masuk ke dalam parkiran rumah mereka.
Baik Akari ataupun Aoi, mereka tahu kalau yang datang adalah Kenjiro. Namun bedanya, Aoi tidak bingung dan Akari yang memasang wajah bingungnya atas kedatangan sahabatnya tersebut.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.