⚠️𝐖𝐚𝐫𝐧 → 𝟏𝟖+ [𝐃𝐚𝐫𝐤 𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧𝐜𝐞 + 𝐀𝐝𝐮𝐥𝐭 + 𝐀𝐠𝐞 𝐆𝐚𝐩]
-·✦
Damian Thorne Caldwell, seorang laki-laki berusia 30 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa gadis mungil yang ia hina dengan perkataan dan perlakuan buruknya saat berusia...
NOTE : 1. SEMUA ADEGAN HANYA ADA DI WATTPAD, TIDAK AKAN PINDAH KE KK MAUPUN APK LAINNYA. 2. ALUR BERJALAN LAMBAT, KARENA AUTHOR SUKA CERITA YANG DETAIL. 3. BACA HINGGA CHAPTER 10-- JIKALAU TIDAK PAS DENGAN HATI KALIAN, CERITA INI BISA KALIAN SKIP DAN TINGGALKAN, TANPA PERLU KALIAN MENGOTORI ISI CERITA INI DENGAN KOMENTAR YANG MENYAKITIKAN.
Disclaimer Karya ini merupakan fiksi belaka dan hasil dari imajinasi penulis. Nama tokoh, latar, alur cerita, serta konflik yang muncul dalam cerita tidak didasarkan pada kejadian nyata ataupun sosok tertentu. Bila ada kesamaan dengan dunia nyata, hal tersebut adalah murni kebetulan dan tidak disengaja.
Cerita mengandung tema dan elemen dewasa, termasuk namun tidak terbatas pada: romansa intens, hubungan tidak sehat (toxic relationship), obsesi, kekerasan emosional/fisik, ketimpangan usia (age gap), dominasi dalam hubungan, serta intrik dunia bisnis dan politik.
Trigger Warning Cerita ini mungkin mengandung konten yang sensitif bagi sebagian pembaca, seperti kekerasan, hubungan posesif, isu psikologis, dan dinamika kekuasaan dalam hubungan. Harap bijak dan dewasa dalam membaca. Tidak disarankan untuk pembaca di bawah usia 18 tahun.
Penulis tidak bermaksud menyinggung atau merugikan pihak mana pun. Cerita ini ditulis sebagai bentuk ekspresi sastra, dan kreativitas penulis serta hiburan semata.
Terima kasih atas apresiasi dan dukunganmu.
Sorry for typo!
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
𖹭𖹭𖹭
Seorang gadis bertubuh mungil sedang berlari mengejar seekor kupu-kupu yang indah dengan senyum ceria di wajahnya. Ia mengenakan dress selutut berwarna pastel yang memperlihatkan kepolosannya, sementara bandana merah yang diikat di rambutnya memberikan sentuhan ceria pada penampilannya. Kupu-kupu itu terus melayang, mengarahkannya ke berbagai sudut taman yang rindang.
"Hei kupu-kupu tunggu aku!" pekik gadis itu lantang, dan lanjut mengejar tak tentu arah.
Di sela tawanya yang mengalun dan merdu, gadis itu tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengamatinya dari dalam mobil yang terparkir di dekat taman, sambil melihat gadis itu bermain melalui kaca jendela. Mereka tersenyum melihat keceriaan Zanera yang mengejar kupu-kupu dengan dress selutut dan bandana merah di rambutnya.
Kedua orang dewasa di dalam mobil itu masih menunggu sambil tersenyum, menikmati momen dengan bebas yang di lakukan gadis mungil disana. Hingga senyum mereka semakin melebar saat gadis itu akhirnya berhasil menangkap kupu-kupu yang sejak tadi ia kejar, meskipun hanya untuk sesaat sebelum kupu-kupu itu terbang kembali. Keceriaan Zanera begitu menular, membuat hati mereka semakin yakin bahwa Zanera adalah anak yang mereka cari untuk menjadi bagian dari keluarga mereka.