Sakura tahu bahwa ini salah. Tapi tetap saja, ia datang dengan kunai di tangan dan beban dunia di dadanya.
Sasuke berdiri di depan Karin yang terkapar, matanya yang hitam pekat menyala dengan kemarahan yang dingin. Ia baru saja membunuh Danzō, dan ia berubah. Bukan sekadar musuh desa. Sasuke kini ibarat senjata lepas kendali.
Sakura berdiri di belakangnya, menggenggam kunai. Ini saatnya. Ini perintah dari hatinya, dan juga dari desanya.
Tapi ketika ia mengangkat tangan, Sasuke berbalik. Secepat kilat, Sharingan-nya menyala. Ia melihat niat Sakura. Ia tahu.
“Jadi… kau juga datang untuk membunuhku?” suaranya tenang, tapi dinginnya menembus kulit.
Sakura gemetar. “Aku… aku ingin menyelamatkanmu.”
“Kau ingin menusukku dari belakang, seperti mereka semua.”
Tangannya terangkat, Chidori membentuk kilatan maut di telapak tangannya. Sakura membeku, tahu ia akan mati dalam sekejap. Tapi sebelum serangan itu dilepaskan,
“Kau sudah cukup, Sasuke!”
Suara itu datang seperti petir. Kakashi muncul, menghadang serangan terakhir Sasuke terhadap Sakura. Ledakan chakra membuat tanah retak, dan Sakura terlempar ke belakang.
Dan kemudian… Naruto datang.
Pertarungan antara dua shinobi terakhir klan Uchiha dan Uzumaki yang penuh luka pun terjadi. Sakura hanya bisa menonton, tubuhnya lemas, hatinya pecah.
Tapi apa yang terjadi setelahnya… bukan bagian dari rencana siapa pun.
Ketika pertarungan selesai dan semua kelelahan, ketika Naruto dan Kakashi mengendurkan penjagaan sesaat, Sasuke bergerak.
Dalam satu gerakan cepat, ia menarik Sakura ke dalam pelukannya dan menghilang dalam kabut asap.
---
Sakura terbangun dengan tubuh gemetar, napas tercekat. Ruangan ini asing, gelap, dingin, dan terpencil. Ia mencoba bangkit, tapi tubuhnya terasa berat, bukan karena luka… tapi karena Sasuke duduk tak jauh, menatapnya diam-diam.
“Kau… menculikku?” suaranya bergetar.
Sasuke mengangguk. “Aku tidak akan membiarkan mereka mengambilmu dariku.”
“Aku bukan milikmu,” bisik Sakura.
“Tapi kau satu-satunya hal yang masih terasa nyata dalam hidupku.”
Ia berdiri, mendekat perlahan. Mata merahnya kini berubah kembali jadi hitam, tapi masih menyala dengan intensitas yang menakutkan sekaligus… menggoda.
“Aku tahu kau membenciku. Tapi aku juga tahu kau mencintaiku.” Ia jongkok di hadapannya. “Dan di tempat ini… hanya itu yang tersisa.”
Sakura mencoba menahan air matanya. Tapi saat Sasuke menyentuh wajahnya, usapan ibu jarinya begitu lembut, membuat tubuhnya lemas dalam sentuhan yang familiar tapi mengancam.
“Benci aku, Sakura. Tapi jangan pernah berpaling dariku.”
Ciuman itu datang tiba-tiba. Panas dan kelam. Sasuke mendorongnya pelan ke dinding, tubuhnya menindih, membungkam protes Sakura dengan ciuman yang membakar seluruh sisa logikanya.
“Ini salah…” bisik Sakura, tapi tangannya menggenggam kuat punggung Sasuke, tak bisa memaksakan tubuhnya untuk menjauh.
Sasuke menyusuri lehernya dengan bibir, menggigit ringan, lalu berbisik di kulitnya, “Tak ada yang benar dalam perang ini… Tapi ini… kau dan aku… terasa lebih nyata dari semua kebenaran mereka.”
Pakaian shinobi mereka satu per satu jatuh ke lantai batu dingin. Di balik semua kekacauan, hasrat yang mereka pendam selama bertahun-tahun meledak. Sentuhan Sasuke kasar, terburu-buru, tapi bukan tanpa rasa. Sakura membalasnya, dengan luka, dengan cinta yang tak pernah padam.
Tubuh mereka menyatu dalam gerakan penuh gairah dan kemarahan. Tidak ada lagi kata. Hanya rintihan, napas berat, dan kehangatan yang menghapus semua rasa bersalah.
Ketika semuanya usai, Sakura berbaring dalam pelukannya, menggigil dalam diam. Sasuke menyapu rambutnya, berbisik nyaris tanpa suara, “Aku mungkin sudah mati… tapi bersamamu, aku merasa hidup kembali.”
ESTÁS LEYENDO
Terikat Dalam Kegelapan
FanfictionGenre: Romansa Gelap, Psikologis, Drama, Aksi Pasangan Utama: Sasuke Uchiha x Sakura Haruno Rating: Dewasa (matang secara emosional dan fisik) --- Setelah membunuh Danzō dan menjadi buronan, Sasuke Uchiha tenggelam semakin dalam ke dalam jurang kege...
