Prolog

195 23 2
                                        

Hujan deras membasahi halaman St. Aurelia Academy, membuat trotoar berbatu tampak licin dan suram. Langit gelap seperti ikut mengawasi, menjadi saksi awal dari sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Aziel Raphael Laurent berdiri terengah di depan gedung utama. Nafasnya berat. Napas seorang yang sedang dikejar—atau lebih tepatnya, diburu.

Hari pertama seharusnya biasa saja. Duduk di kelas. Mendengarkan pelajaran. Pulang. Tapi semua berubah saat dia melihat mata itu.

Reina Velasco.

Gadis itu duduk di atas tangga marmer seperti patung megah yang dijaga kutukan. Seragamnya tetap kering meski tidak ada payung, tidak ada jas hujan. Tak ada yang berani mendekat. Bahkan hujan pun terasa seperti menghindar.

Tatapannya menusuk. Dingin. Tanpa rasa.

“Menunduk,” ucapnya pelan. Bukan perintah, tapi ultimatum.

Aziel mengerutkan kening. “Kau siapa, nyuruh-nyuruh orang seenaknya?”

Langkah kaki terdengar dari belakang. Lima murid lain muncul dari bayang-bayang, wajah mereka tanpa ekspresi. Lencana Velasco tergantung di dada masing-masing. Mereka mengitari Aziel seperti pemangsa mengurung mangsa.

Reina berdiri. Langkahnya pelan, tapi berat. Saat dia berhenti di depan Aziel, mata mereka bertemu.
Dia lebih pendek. Lebih kecil. Tapi justru itu yang membuatnya semakin mengancam.

"Aku tidak suka dibantah," katanya. Suaranya rendah, tapi tajam.

Aziel tidak mundur. Tidak bicara. Tapi tidak juga menunduk.

Reina tersenyum. Senyum yang bukan untuk menyambut, tapi untuk menghukum.

“Tolong beri dia sambutan yang layak,” katanya datar sebelum berbalik dan berjalan menjauh, seolah tidak tertarik lagi.

Seketika, Aziel merasakan satu pukulan menghantam perutnya. Dia jatuh berlutut, tapi tetap menatap Reina yang menjauh.

Dia tidak menjerit. Tidak minta ampun. Tapi dia tahu… dia baru saja membuka pintu neraka.

Dan Reina? Reina hanya tertawa pelan saat suara pukulan menggema di halaman.

“Aku akan membuatmu tunduk, Aziel,” bisik Reina dari kejauhan, hampir tak terdengar. “Atau hancur.”

                                    . . . .

Siapa sebenarnya Reina Velasco?
Kenapa seluruh sekolah tunduk padanya?
Dan apa yang akan terjadi pada Aziel setelah ini?

                                . . . .

Vote, komen, dan follow kalau kalian penasaran!

Crimson AuthorityNơi câu chuyện tồn tại. Hãy khám phá bây giờ