yi sip song

931 97 6
                                        

Faye sampai di pekarangan Yosanquo. Ia melihat mobil ven terparkir didepan loby dan terdapat satu supir yang berjaga di pintu belakang mobil. Ia pasti berjaga jika Yoko sudah ditemukan maka ia akan membuka pintu dengan sigap.

Faye turun dari motornya, ia kemudian mendorong motornya untuk berada dekat dengan mobil ven itu. Setelah dekat ia melepaa helmnya dan berjalan mengendap ke arah pria itu.

Faye melihat tubuh belakang pria kekar itu. Ia mengenakan jaket dengan lambang dan bertuliskan Retrabusha. Mungkin itu adalah nama komplotan mereka.

Dengan segera Faye meluncurkan aksinya untuk melumpuhkan pria itu, Faye sedikit berlari dan melompat untuk menghantam punggung pria itu dengan kedua kakinya. Tubuh Faye sedikit terjatuh dan beruntungnya pria itu juga jatuh tersungkur.

Sebelum pria itu bangkit, Faye sudah bangkit lebih dulu dan mengambil helmnya. Ia mendekat kearah pria itu dan memukul belakang kepala pria itu dengan helm.

Pria itu beberapa kali mengeluh kesakitan tapi Faye tidak berhenti memukul dan menginjak tubuh pria itu.

"Katakan pada pimpinanmu untuk jangan mengusik hidupku dan orang terdekatku!" Cetus Faye

Tunggu. Apa tadi? Orang terdekat? Siapa yang dimaksud? Yoko atau Lux?

Faye bangkit, ia membuka pintu mobil itu dan terlihat ada beberapa tali. Ia mengambil sehelai tali dan sapu tangan yang mungkin akan digunakan untuk melemahkan Yoko dan membuatnya pingsan.

Faye mengantongi sapu tangan itu dan berbalik pada pria itu. Dilihatnya sang pria tengah menelfon seseorang karna ia memegang ponsel di telinganya.

Tanpa bicara, Faye mengambil ponsel itu dan meletakkan ponsel itu di tanah.

"Yosanquo!" Teriak pria itu ketika melihat kaki Faye terangkat

Dan benar, Faye menghancurkan ponsel itu dengan kakinya. Ponsel itu benar benar hancur dibagian layar, entah dalamnya rusak atau tidak tapi ponsel itu kini tidak bisa di gunakan.

Kemudian Faye beralih pada pria itu. Ia menginjakkan salah satu kakinya di punggung pria itu dan meraih kedua tangan pria itu. Jika pria itu memberontak, makan Faye akan menekan lebih kuat punggung pria itu.

Faye mengikat kedua tangan pria itu dengan tali yang ia dapatkan di mobil. Setelah selesai ia meninggalkan pria itu ditempatnya dalam keadaan kaki dan tangan terikat dalam satu tali dengan posisi tubuh tengkurap menghadap tanah.

Faye kemudian berlari masuk kedalam kantor dengan menenteng helmnya. Ia melihat keadaan didalam sana tidak kondusif karna banyak orang didalamnya yang di sandera. Mereka semua menatap kearah Faye dari dalam gendung kantor.

Faye melihat Lux terduduk bersandar di samping lift, ia memegangi perut kirinya. Disana Faye melihat ada beberapa pegawai juga duduk didekat Lux dengan posisi saling berpelukan bahkan ada yang menangis.

"Khun Faye!" Panggil Lux dengan suara pelan karna ia tidak ada cukup tenaga untuk mengeluarkan suara dengan lantang.

Faye menghampiri Lux sambil sesekali menoleh kepada orang orang ramai yang ada disana.

"Hei bagaimana keadaanmu?" Tanya Faye dengan khawatir

"Dia ada di ruang tangga darurat.. Kalau tidak, dia bersembunyi di gudang di lantai 2. Masuklah lewat pintu belakang karna mereka ada diatas" Jelas Lux

Faye mengangguk paham "kau sanggup berdiri?"

Dilihatnya Lux mengangguk menanggapi pertanyaan itu.

"Pinta semua pengunjung dan pegawai untuk pergi secara beraturan.. Panggil polisi dan laporkan pembajakan perusahaan" Jelas Faye. Ia melirik kearah pegawai resepsionis yang bertemu dengannya kemarin "jika semua sudah selesai, tolong bawa Lux ke rumah sakit Phayathai 2 dan katakan reservasi atas nama Peraya Malisorn" Pintanya

Different Flow [On-Going]Where stories live. Discover now