We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

CH:01. Nightmare.

511 71 26
                                        

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ"TIDAK! IBU! IBU!"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
"TIDAK! IBU! IBU!"

Hellena menjerit ketakutan melihat ibunya diseret oleh orang tak dikenal dengan tubuh penuh luka dan berlumuran darah, tangannya berusaha menggapai ibunya. Namun, ia sendiri tiba-tiba diseret ke arah lain memisahkan dirinya dengan sang ibu. Ruangan gelap gulita nan hampa itu dipenuhi suara tangisan menyakitkan, Hellena berusaha bangkit dan lari dari sana. Akan tetapi, ruangan aneh tersebut seolah tak memiliki ujung tak peduli secepat apa ia berlari.

Hellena berteriak ketakutan saat sebuah tangan besar tiba-tiba mencengkeram lehernya, ia tercekat saat menyadari ada pisau belati berada tepat di bawah dagunya membuat gadis itu tak berani bergerak sembarang. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, wajahnya seketika pucat kala merasakan ujung belati semakin menusuk dagunya.

"K–kumohon lepaskan aku ...," mohonnya putus asa.

Namun, semakin lama cengkeraman di lehernya semakin mengencang membuat pasokan oksigennya menipis. Sementara itu, belati di bawah dagunya perlahan bergerak dan membuat sayatan menurun ke arah tenggorokan. Sayup-sayup terdengar suara bisikan di telinganya, sontak membuat bulu kuduk Hellena merinding.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
"Aku, adalah neraka itu sendiri. Neraka yang diciptakan khusus hanya untukmu, Hellena."

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Air mata membanjiri pipi tirusnya yang pucat, Hellena mulai pasrah dan hendak menutup matanya. Samar-samar, ia melihat orang di hadapannya memberi seringai puas sambil menunjukkan jejak darah miliknya di pisau belati itu.

"Selamat tidur, sayangku Hellena."

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

"Hellena ...."

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

"Hellena."

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

"Hellena?"

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

"HELLENA?!"

Cedric dengan khawatir mengguncang keras bahu kekasihnya itu karena tak kunjung bangun dari tidurnya, sedangkan Hellena langsung terkejut membuka matanya. Napasnya tersengal tak beraturan, lalu cepat-cepat bangkit sambil memegangi lehernya dengan panik. Manik matanya berkaca-kaca ketika melihat Cedric, bibirnya gemetar saat mencoba bicara.

"A–aku ... aku bermimpi buruk, m–mimpi itu lagi ... seseorang mencoba membunuhku. Dia sedang mengincar ku ...," tangis Hellena pecah. "DIA INGIN MEMBUNUHKU!"

Tangan gemetarnya mencengkram ujung baju Cedric. "Ibu ... I–ibu juga ada di sana! Ibu terluka!"

Bagai roda film yang diputar secara otomatis, kenangan masa lalu dimana ayah dan ibunya terbunuh kembali teringat akibat mimpi itu. Sontak pria itu langsung menarik Hellena ke dalam pelukannya, berupaya meredakan rasa paniknya dari mimpi tersebut. Suara tangis menyakitkan memenuhi ruangan, tak jarang Hellena sesekali memberontak karena masih ketakutan.

Devil's Trap [Ongoing]Stories to obsess over. Discover now