01. Dimulai

95 10 1
                                        

Mentari pagi yang hangat, menyambut seorang pria dewasa ketika dia mulai membuka matanya pagi ini.

Dia adalah Rian Aditama, seorang pria berusia 24 tahun dengan perawakan tinggi, dan dengan struktur wajah yang tegas. Rian adalah anak yatim piatu, sejak kecil dia tinggal di panti asuhan hingga dia berusia 15 tahun, setelah itu Rian memutuskan untuk mulai hidup sendiri. Hingga dia lulus sekolah, dia melakukan berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sampai pada akhirnya dia diterima oleh sebuah perusahaan besar yang membuat setidaknya hidupnya lebih baik.

Aku membuka mataku, mencoba menyesuaikannya dengan teriknya matahari dan beranjak turun dari kasur kesayangan ku dan mulai pergi bersiap untuk mandi dan pergi berangkat ke kantor.

"hahh...hari yang melelahkan dimulai lagi"

Aku menghela nafas lelah ketika membayangkan apa saja yang akan terjadi hari ini.

Aku duduk di halte seperti biasa, menunggu bus yang akan mengantarkan ku ke kantor sembari bermain handphone.

Akhirnya setelah beberapa waktu aku menunggu, bus itu datang juga dengan segera aku menaikinya dan mencari tempat duduk favoritku.

Hari ini entah kenapa bus tidak seramai pada hari-hari sebelumnya, hanya ada seorang nenek dan anak kecil yang duduk disampingnya dan juga dua orang pelajar yang duduk di belakangku.
Tapi yah apa peduli ku juga, bukannya malah bagus kalau sepi begini, jadi aku tidak perlu untuk berdesak-desakan.

Bus ini juga melaju dengan cepat, tidak seperti biasa. Mungkin karena jalanan yang agak sepi sehingga bus ini melaju dengan cepat.
tapi tiba-tiba saja aku mendengar teriakan sang supir yang mengatakan bahwa bus nya mengalami rem blong.

Aku tentu saja panik ketika mengetahui hal tersebut, oh ayolah aku bahkan belum menemukan pujaan hati ku, aku juga ingin menikah dan mempunyai anak yang lucu dan menggemaskan, aku tidak ingin mati sebelum aku merasakannya.

Tapi sepertinya keinginanku itu tidak akan terwujud, mungkin jodohku memanglah kematian.

Aku menutup mataku pasrah ketika bus yang ku tumpangi terbalik dan terseret hingga beberapa meter, bau anyir darah tercium di sekitarku tapi aku tetap enggan membuka mataku dan pasrah saja apa yang telah terjadi. Sebelum kesadaranku menghilang sepenuhnya, aku berharap jika kehidupan selanjutnya memang benar adanya, tolong aku ingin terlahir sebagai seorang anak yang memiliki segalanya tanpa kekurangan apapun, sudah cukup di dunia ini hidupku menderita, untuk selanjutnya aku tidak ingin merasakannya lagi.

.
.
.
.
.
.

Gelap, adalah satu hal yang terjadi ketika aku membuka mataku aku tidak bisa melihat apapun selain gelap.

"Apakah ini akhirat? Dimana aku?"

Lalu tiba tiba saja aku mendengar banyak suara orang yang cukup menggangu, oh hei ayolah sebenarnya apa yang terjadi sekarang.

"Selamat nyonya, anak anda adalah laki-laki yang menggemaskan!"

Hah

Tunggu tunggu hei apa yang terjadi sebenarnya, apa aku sekarang melahirkan atau bagaimana.

Aku berusaha membuka mataku dengan perlahan dan seketika aku bersitatap dengan seorang wanita cantik yang menatapku dengan teduh dan penuh kasih sayang.

Dia membelai pipiku dengan lembut,

"Putraku sangat menggemaskan"

lalu dia mengecup pipiku dengan lembut.
Aku bernafas lega ketika aku menyadari bahwa aku lah yang dilahirkan, bukan aku yang melahirkan.

Jadi saat ini aku sudah mengerti bagaimana keadaanku sekarang, aku terlahir kembali menjadi seorang bayi yang menggemaskan dan memulai hidupku dari awal lagi, tetapi aku masih mengingat kehidupanku sebelumnya. Yah aku juga sudah menerima nya saja, lagian aku tidak memiliki siapa-siapa juga di kehidupanku sebelumnya, jadi tidak ada penyesalan sama sekali pada diriku sebelumnya. Sekarang aku ingin menikmati kehidupanku dengan damai dan bermalas-malasan saja.

Pintu terbuka dengan kencang oleh seseorang dan banyak langkah kaki yang kudengar.

"Sayang, pelan pelan membuka pintunya, bayi kita akan terkejut"

"Ini..adalah bayi kita?"

"Iya, sangat menggemaskan bukan"

"Benar, dia sangat menggemaskan mirip dengan mu"

Aku masih di gendongan wanita yang kutahu dialah yang melahirkan ku, itu artinya dia adalah ibuku kan, dan... pria yang terus menatapku dengan tatapan menakutkan itu adalah ayahku. Bukan hanya pria itu tapi masih banyak yang menatap ku dengan berbagai macam tatapan, aku benar- benar tidak tahan dengan itu, jadi aku mencoba untuk menutup mataku saja. Tapi siapa sangka aku malah tertidur, yah mungkin karena sekarang aku berada di tubuh bayi jadi aku tidak bisa mengontrolnya.

"Sayang ini, cobalah menggendongnya"

"Tidak"

"Apa, kenapa"

"Tubuhnya sangat kecil, bagaimana jika aku meremukkannya"

Wanita itu terkekeh mendengar ucapan suaminya.

"Tidak akan, cobalah dengan perlahan posisikan tangan mu seperti ini"

Wanita itu mulai membantu suaminya untuk menggendong putra mereka dengan benar agar sang putra merasa nyaman.

"Benar seperti itu, oh lihatlah tubuhnya yang kecil dan wajahnya yang imut dan menggemaskan itu, bagimana bisa aku melahirkan putra yang sangat lucu"

"Benar, cucuku sangat imut sekali"

"Oww keponakan ku yang sangat menggemaskan ini"

Dalam satu ruangan besar itu terkumpul seluruh keluarga yang ingin melihat sibungsu yang baru saja lahir, mereka sudah menanti-nanti kelahiran sibungsu keluarga mereka.

Sedangkan Pria yang menggendong putra nya itu terdiam kaku menikmati wajah putra nya yang sangat imut itu, jika orang yang tidak tau mungkin mereka akan mengira bahwa putranya adalah seorang bayi perempuan.


~~~
TBC!
Jangan lupa kasih ⭐️ nya ya hihii ^.^

~~
Cerita di atas hanyalah fiksi belaka, bijaklah dalam membaca.

Become A Spoiled ChildStories to obsess over. Discover now