Puisi ini menceritakan kisah Si Pungguk yang merindukan rembulannya.
Namun, Pungguk ini bukan seperti yang digambarkan dalam peribahasa Melayu. Sebaliknya, ia adalah Si Pungguk yang setia menunggu rembulannya, meskipun dia sedar bahawa apa yang diinginkan tidak mungkin akan tercapai.
------------------------------------------------------------------------------------------------
SI PUNGGUK YANG SETIA
Setia,
itulah sifat Si Pungguk.
Dia tahu memiliki si Bulan
adalah impian yang sukar digapai.
Mengapa tak mudah?
Pungguk di bawah,
Bulan di atas,
terpisah jauh bagai langit dan bumi.
Namun, Pungguk tak pernah putus asa,
selagi cahaya Bulan bersinar,
dia percaya, masih ada peluang,
meskipun sekadar mimpi.
Satu hal tentang Bulan,
cahayanya selalu hadir,
dan itu cukup buat Si Pungguk.
Cahayanya jadi penawar,
dalam kelam malamnya.
Dia tahu,
memiliki Bulan itu mustahil,
tapi mencintai tak selalu harus memiliki.
Cukuplah dia melihat Bulan bahagia,
bersinar terang dari jauh.
Setia adalah kuncinya,
kerana setidaknya,
dia masih bisa menikmati sinar Bulan,
biarpun hanya dari kejauhan.
ESTÁS LEYENDO
Ceritera Hidupku
PoesíaPuisi ku tulis menggunakan hati , jadi jika hati kau benar ikhlas kau akan mengerti.
