prolog

12.1K 134 3
                                        

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh mentemen gimana kabarnya ?

Sebelumnya aku mau bilang kalo cerita ini murni dari imajinasi ku sendiri, jika ada kesamaan itu hanya sebuah ketidak sengajaan.

*Ambil baiknya buang buruknya ya

Jangan lupa vote and komen !!!!

^⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^🦋🦋🦋^⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠_⁠^

"Kenapa sih, Ra? Kamu kalau disuruh mengaji tidak pernah mau. Selalu saja cari-cari alasan. Apa susahnya? Apa beratnya belajar mengaji?" ucap Abi Hakim dengan nada jengkel melihat putrinya yang selalu menolak belajar mengaji.

"Ihh, Rara tidak cari alasan, ya! Rara beneran pusing," bela Rara yang tidak terima dituduh begitu, padahal... ya memang sedikit mencari alasan, hehe.

"Mana ada pusing cuma setiap disuruh ngaji, kalo pas nggak disuruh ngaji aja segar bugar," Sahut sang bunda yang memperhatikan tingkah anak gadisnya, kalau disuruh ngaji ada aja alasannya, tapi kalau disuruh main hp sama jajan langsung gercep, hedeh.

Ada yang sama ngak kaya Rara?
Gak boleh di tiru ya mentemen kalu ada ayo berubah kita hijrah bareng bareng !!

"Pokoknya besok kamu abi masukin ke pondok belajar mengaji!" ucap Abi Hakim.

•••••

"Huh pusing lah belajar Arab Mulu mana nggak paham artinya, mending aku izin ke toilet aja," batin rara dengan senyum licik.

"Afwan Gus saya mau izin ke toilet," Naura maju menemui sang guru yang mengajar di kelasnya.

Namun Bukan ke toilet Naura malah pergi ke gerbang depan yang dijaga oleh beberapa santri putra.

"Assalamu'alaikum Kang," sapa Naura pada penjaga gerbang sambil tersenyum, di kepalanya sudah ada ide-ide licik supaya bisa keluar dari pesantren.

"Kang, Rara mau keluar sebentar buat beli obat maag ya. Tolong dong, perut Rara sakit banget," ucapnya sambil memegang perut dengan ekspresi kesakitan.

Alasan yang dibuat Naura tidak sepenuhnya bohong, ia berfikir ia bisa membeli obat maag beneran, dia takut berbohong terlalu banyak hidungnya bisa jadi panjang, hehhe.

"Hanya sepuluh menit ya ra," ucap salah satu akang santri sambil membuka gerbang.

Kembali dengan kelas Rara, Gus yang mengajar sadar ternyata sudah setengah jam Naura pergi ke toilet, Dia khawatir dengan santri barunya itu. Akhirnya dia memutuskan keluar kelas untuk mencari Naura.

Karena tidak mungkin dirinya masuk ke dalam toilet Putri, akhirnya Gus Faas memutuskan Bertanya kepada santriwati yang baru saja keluar dari toilet. Namun santriwati itu mengatakan kalau tidak ada siapa-siapa di dalam.

Ia memutuskan pergi ke gerbang siapa tau ada yang melihat Naura keluar pesantren.

"Assalamu'alaikum, apa kalian ada yang melihat Naura?" Tanya Gus Faas pada santri yang menjaga gerbang.

NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)Stories to obsess over. Discover now