chp 15; "Kembali"

18 5 0
                                    

07.55

Ternyata betul, mereka tertidur di ruang tengah tanpa memakan apa apa sebelum tidur, Asa terbangun dan menatap sekitar. Masih banyak yang sedang tidur, Asa bangkit untuk meminum air.

Asa berjalan ke dapur dan mengambil air dari dalam kulkas, lalu meneguk air. Asa menatap jendela yang pemandangannya langsung halaman belakang, tiba tiba seseorang merebut botol air minum yang Asa genggam. Asa menoleh dan menatap seseorang itu.

Nala toh.. Asa menghela napas dan menatap kembali jendela.

Asa menghela napas dan menatap Shaynala yang sedang minum, lalu menatap kebelakang. Orang orang masih tidur ternyata, selagi mereka masih tidur. Asa ingin membuatkan mereka sarapan.

"Jadi kapan berangkatnya? Jam sebelas?"

Tanya Asa, Asa menatap Asa yang mengeluarkan beberapa alat memasak.

"He'eh, jam sebelas."

Jawab Shaynala dan membasuh wajahnya di wastafel, Asa mulai memasak. Shaynala terdiam sesudah membasuh wajahnya, mengumpulkan nyawa.

Asa menatap Shaynala yang terdiam di depan wastafel, Asa tersenyum menatap kebiasaan anak itu. Tiba tiba Vyora menghampiri Asa dan Shaynala juga.

"Pindah pindah, aku mau cuci muka."

Ucap Vyora dan mendorong Shaynala perlahan, Vyora membasuh wajahnya dan menatap Shaynala yang mengkhayal. Asa terus melanjutkan memasak.

.

.

08.05

Shaynala dan Vyora sedang membangunkan orang orang yang masih tertidur. Keira, Shaynala, Vyora, Rayna, Oline, dan Aurel sudah duduk di meja makan sedangkan lainnya masih tertidur.

Disaat hidangan sudah ada, tiba tiba orang orang sudah bangun dan duduk di meja makan. Kalau soal makanan, mereka paling cepat.

Orang orang mengambil giliran makan mereka, ada yang bertengkar sedikit karena hampir tidak dapat.

.

.

Setelah mereka sarapan, waktunya untuk mandi dan mengemas barang barang. Sedangkan Vyora sedang duduk di sofa ruang tengah, menunggu Aurel untuk selesai mandi. Vyora duduk sambil menatap ponselnya.

Ya, dia bosan. Tapi tiba tiba Bintang duduk disebelah Vyora, Vyora menatap Bintang. Bintang duduk sangat dekat dengan Vyora, Vyora menatap tempat yang kosong di sebelah Bintang.

"Kenapa?"

Tanya Bintang, Vyora menatap Bintang dan menggeleng dan mencoba menghiraukannya dengan kembali menatap ponselnya.

"Kira kira, kalau kamu pulang, bakal balik lagi ga?"

Tanya Bintang lagi, Vyora yang ditanyakan hal seperti itu kebingungan. Anak ini kenapa ya? Tidak biasanya dia mempertanyakan tentang kepergian seseorang.

"Tergantung keadaan saja sih."

Jawab Vyora, karena memang perjalanan mereka tidak pasti aman walaupun sudah berminggu minggu di Adarlan. Bintang mengangguk dan tersenyum.

"Jangan lupa dengar lagu yang aku suka ya."

Ucap Bintang sambil menatap lantai, percayalah sebenarnya dia sudah mengumpulkan keberanian dan niat. Sabiru semakin bingung karena dia mengingatkannya untuk mendengar lagu kesukaannya, tetapi dia hanya menuruti hal itu.

"Iya."

Jawab Vyora dan tersenyum, tiba tiba Keira datang dan memanggil Vyora untuk mandi.

"Yoraa, Aurel sudah selesai."

Si Kelas Petualang; By SweeattsquaddTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang