chp 5; "mulai dari nol."

31 6 0
                                    

09.45

Kelas spesial generasi keterakhir yaitu generasi 17 sekarang berkumpul di ruang makan, mereka sedang makan bersama.. Asa merebahkan kepalanya di meja dan menutup matanya, dia baru saja bangun.. Sean menatap Asa dan tersenyum.

"Kamu tidak berubah ya, jika kau dibangunkan kamu masih mengantuk, tetapi jika bangun sendiri kamu tidak mengantuk. Orang aneh."

Celetuk Sean lalu Asa menatap Sean kembali dan menghela napas.

"Diamlah."

Jawab Asa dengan sedikit nada marah, lalu Asa kembali menutup matanya. Mereka sedikit bingung kenapa Asa jadi marah, padahal itu adalah hal yang sering dikatakan oleh Sean kepadanya.. Gina menatap Sean yang kebingungan dan menyuruhnya untuk diam, karena tidak biasa Asa seperti itu.

"Kamu tidak sarapan As?"

Tanya Liz menatap Asa.. Asa menggelengkan kepalanya. Dia merasa sangat lelah sesudah latihan kemarin, mungkin dia masih marah karena Sean menendangnya.. Asa mengangkat kepalanya dan menatap Sean untuk beberapa detik lalu menatap Liz..

"Aku makan."

Ucap Asa dan mengambil piring, lalu mengambil setengah potong roti. Alan dan Bintany hanya memakan makanannya dan terdiam.. Gina dan Liz berbisik bisik, mata Asa terlihat sembab dan merah. Sean hanya menatap Asa saja, Asa mengunyah makanannya lalu menelannya.. Asa menghabiskan makanannya dengan cepat lalu A menaruh piringnya di wastafel dan berjalan kekamarnya kembali.

"Jangan salahkan aku."

Ucap Sean, baru saja Gina ingin mengatakan "ini gara gara kamu Sean." Tetapi dipotong oleh Sean, lalu Gina memutar bola matanya.

12.30

Asa sedang latihan memanah, kemampuan memanahnya meningkat tetapi tidak ada yang tau kenapa kekuatan fisiknya menurun. Asa melakukan macam macam latihan memanah, dan itu semua ditonton oleh teman temannya didalam ruangan.

Gina menatap Asa yang terus menembak anak panahnya ke arah target..

"Walaupun itu hanya latihan, dia terlihat sangat waspada."

Ucap Gina dan menatap Liz dan mengangguk.. Sean menghela napas..

"Lihatlah tatapannya, sangat suram."

Semuanya menatap Asa yang sedang memanah.. Semua anak panahnya tertancap di target kuning, tatapannya sangat suram

"The Gloomy Archer."

Ucap Liz yang menatap mata Asa, suram dan kosong, hanya menatap satu titik yaitu targetnya

"Wow, julukan yang keren."

Ucap Sabintang dan menatap Asa..

POV Azizah

Dia membidik di targetnya dan menembak anak panahnya.. Anak panahnya meluncur di angin dan tertancap di tengah target..

Asa menghela napas dan menaruh busurnya.. Anak panah di quivernya sudah habis, dia sudah sedikit lelah.. Asa berjalan ke targetnya dan mencabut satu satu anak panah yang tertancap

Sesudah mencabut semua anak panah dia menaruh anak panahnya kembali di quivernya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sesudah mencabut semua anak panah dia menaruh anak panahnya kembali di quivernya.. Lalu dia kembali ke tempat dan mengambil busurnya, dia sudah lelah jadi dia mencabut tali busurnya dan menaruh semua di tempatnya, dia menaruh semua anak panahnya di tempatnya dan menggantung quivernya di tempatnya lalu memasuki ruangan..

Dia menatap Gina, Liz, Bintang, Alan, dan Sean yang berada di ruangan. Gina tersenyum kepada Asa.

"Kau hebat sekali."

Ucap Gina disaat Asa berjalan mendekatinya, Sean menatap Asa dan tersenyum.

"Sudah beberapa tahun aku tidak melihatmu memakai baju itu."

Ucap Sean yang menyadari bahwa Asa memakai baju latihan memanahnya, Asa menatap Sean dan tersenyum.

"Iya benar sudah lama aku tidak memakai baju ini."

Liz menatap Asa dan tersenyum kepadanya

"Kamu melakukan apa saja di Luminara?"

Tanya Liz menatap Asa, Asa tersenyum kembali kepadanya dan menghela napas.

"Hanya pergi ke sekolah dan menjalani hari hari seperti orang biasa, disana anak anak jarang latihan bertarung. Mereka hanya berlatih memakai senjata, dan anak anak disana cukup kuat, karena di kelas ku klan kuat semua."

Ucap Asa menjelaskan secara singkat, lalu Liz mengangguk, Liz bersandar ke kursinya dan menatap ke langit langit..

"Aku penasaran bagaimana pemandangan di Luminara.."

Ucap Liz dan menghela napas, Gina menatap Liz dan mengangguk.

"Aku juga, kata orang orang disana ada pantai, pantai itu seperti apa..?"

Tanya Gina menatap Asa.. Asa menatap Gina kembali..

"Pantai sama saja dengan laut, tetapi pantai adalah wilayah di tepi laut."

Jelas Asa dan menatap mereka berdua.. Gina menatap Liz dan tersenyum

"Pasti itu sangat indah aku bisa membayangkannya!"

Celetuk Liz kepada Gina dan Gina mengangguk..

"Iya, seperti yang ada di dongeng dongeng!"

Asa tersenyum, di Adarlan City walaupun ada pelabuhan, lautnya tidak memiliki dasar dan pinggiran. Mau bepergian ke Luminara juga perbatasan Luminara dan Adarlan di jaga ketat dan tidak boleh sembarang lewat.. Tetapi waktu teman temannya melewati perbatasan Luminara-Adarlan, mereka diperbolehkan karena kiriman dari Mr. Oscar







































Tbc

Si Kelas Petualang; By SweeattsquaddTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang