Mohon bersabar jan esmosi, ini aku publish ulang karena bab 2 ternyata belum keganti sangking buru²nya. Jangan lupa vote ya, kalo ngga suka jangan baca!
.
.
.
Happy reading guys😼
Desisan pelan reflek keluar dari bibir mungil seorang gadis remaja bernama Zyva, kepalanya terasa seperti habis dibenturkan dengan sangat keras.
"Kepala gw sakit banget, huhu."
Hatinya merutuki nasib sial yang kembali melanda, pupus sudah niat baiknya untuk membantu pak RT memanen jambu segar itu. Lagian kenapa harus terpeleset segala, dasar ranting pohon tidak tau kompromi.
Saat netra cokelat terangnya bergulir kesana kemari, muncul kerutan samar bersamaan dengan alis yang menyatu. Ada dimana dia saat ini? Butuh beberapa saat untuk otak mungilnya bekerja mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Ruangan dengan nuansa putih tidak begitu luas, terdapat dua brankar yang dipisahkan oleh selambu putih, serta bau khas obat-obatan yang mendominasi.
'UKS.'
Tapi seingatnya UKS sekolahnya tidak seperti ini, bahkan ini mungkin bisa dibilang standarnya ruang kesehatan. Di sekolah asalnya ruang kesehatan sudah seperti hotel karena luas dan fasilitasnya lengkap, tak heran para murid selalu betah berlama-lama disana.
Setelah mengamati semua hal yang ada, dirinya kini sadar bahwa pakaiannya berubah menjadi seragam sekolah yang terbilang cukup asing.
"Ini yang maen ganti baju gw siapa sih? Terus ni seragam sekolah mana coba woy."
"Tapi lumayan jugalah estetok."
Suara pintu terbuka membuyarkan suasana yang semula hening, beberapa saat kemudian terlihat seorang pemuda tampan dengan penampilan bisa dibilang rapi. Tunggu hey bagaimana bisa, seragam putih itu tidak membuat kulit pemuda itu kusam?? Dan lihat rambutnya yang agak panjang dan sedikit berantakan membawa damage tersendiri.
Air liur zyva hampir menetes kala melihat definisi sempurna kini berada didepan mata.
'Tuhan, malaikat ini buat zyva kan? Aduhh matanya bulet kek bumi, hidungnya itu lho setinggi harapan, bibirnya kayak model, jawline-nya setajam pisau.'
"Ekhm, minum!" pemuda itu menyodorkan segelas teh dengan raut datar, sedatar triplek.
"Hah? Tunggu. Lo siapa dah?" oh ayolah, baru saja dirinya memuja kini hatinya sudah terpotek dengan sikap datar pemuda itu.
"Lo nggak usah bercanda. Buruan minum, gw buru-buru!" pemuda itu heran dengan gadis didepannya ini, apa terkena bola merusak saraf otaknya?.
Oke, kini Zyva mulai kesal bahkan raut wajahnya pun tak bisa berbohong seolah ingin mengatakan segalanya.
"Yang bilang gw bercanda siapa? Gw bingung woy, kenapa tiba-tiba ada disini terus ketemu orang aneh kayak lo."
Tidak ada kata apalagi kalimat yang menjelaskan hanya keterdiaman yang ia dapatkan, pemuda itu keluar meninggalkan Zyva yang melongo seorang diri dengan secangkir teh hangat berada di genggamannya.
"Serius gw diginiin?"
"Wah parah, masa gw yang cantik, imut, cakep parah gini dianggurin. Awas aja gw pastiin lo bucin mampus sama gw!"
-
For you: Jangan lupa berterima kasih pada diri kalian sendiri karena sudah bertahan sampai sejauh ini, kalian hebat jadi semangat guyss( T_T)\(^-^ )
papayyy
YOU ARE READING
Transmigrasi si bar-bar
RandomLEBIH BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN YA... YANG BAIK SENYUMIN, YANG BURUK JANGAN DIPERAGAIN. 'Tuhan, malaikat ini buat zyva kan? Aduhh matanya bulet kek bumi, hidungnya itu lho minta disentil, bibirnya seksoy, anjir jawline-nya setajam pisau.' "Ekhm, mi...
