Hai haiii
Aku penulis baru disinii
Jangan sungkan buat kasih masukan yaa😉
HAPPY READING....
.
.
.
Kringggg
Bunyi jam weker sangat melengking di sebuah kamar minimalis sederhana, tetapi itu tidak membangunkan seorang gadis yang masih tertidur pulas.
Kringggg
Jam weker itu berbunyi sekali lagi.
"Ck, ganggu aja lo kodok" makinya pada jam weker yang berbentuk katak.
Gadis tersebut mematikan jam weker tersebut dengan keras, dia meraba raba kasur untuk mencari handphone nya.
"WHATT?!! JAM SETENGAH DELAPAN??" Teriak Nessa yang sangat menggema.
"Anjir, udah pasti bakal kena hukuman sama si kulkas" Nessa segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Ia tidak mandi, hanya membasuh mukanya dan sikat gigi. Alasannya karena 'sudah terlambat'.
Nessa Saquena Iqala
Gadis cantik yang berkulit putih, tubuh yang tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu kurus, dia tidak terlalu pintar dalam hal akademik, namun ia menyukai musik. Setiap pelajaran seni budaya dipastikan ia akan mendapatkan nilai seratus. Tapi sayangnya dia barbar.
"Pagii bii" sapa ramah Nessa kepada asisten rumah tangganya.
"Pagi non, eh, ngga sarapan dulu non?" Tawar bi ijah karena Nessa pergi nyelonong begitu saja.
"Ngga bii, Nessa udah telatt" sahut Nessa yang sudah menyalakan mesin motornya.
✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Sesampainya disekolah benar saja Nessa sudah dihadang oleh si kulkas di depan pintu gerbang.
Nessa yang melihat itu hanya menyengir kuda "haloo Al"
seseorang yang Nessa panggil 'Al' itu langsung memberinya perintah yang tidak ingin di bantah oleh siapapun.
"Lari 10 kali"
"Al ayoo lahh kuranginn, gue telatnya gak lebih dari satu jam kokk" pinta Nessa memohon dengan tangan yang ia tangkupkan ke depan dada.
"Pleasee Al, tega lo sama gue?" Nessa memasang muka melasnya di hadapan Alvaro.
Sedangkan Alvaro hanya menanggapi dengan tatapan tajamnya sehingga siapapun yang melihatnya akan segera patuh.
"Oke! Gak jadi"
Alvaro Putra Siregar
Laki laki tampan yang mempunyai tubuh tinggi, kulit putih, hidung mancung, ketua OSIS, dan pastinya pintar. sangat idaman bukan?, Tapi sayangnya dia sangat sangat irit berbicara, ia dikenal dengan sebutan 'kulkas berjalan'. Bahkan kepada sahabatnya pun ia tidak berbicara banyak.
Nessa segera menjalankan hukumnya dengan lari keliling lapangan 10 kali! Bayangkan saja luas lapangan 15×15 meter untuk lari 10 kali!.
Nessa mengamati si kulkas berjalan, siapa tau ia lengah, bisa saja kan dia kaburr.
Tiba tiba saja Nessa terfikir ide jail.
Brukk
Nessa pingsan! Tidak tidak, itu hanya pura pura!
Alvaro yang baru pertama kalinya melihat Nessa pingsan ia segera menghampirinya.
"Bangun lo. Gausah pura pura"
Tidak ada pergerakan apapun dari Nessa, yang membuat Alvaro semakin panik. Dia menoel noel lengan Nessa, siapa tau bangun...
"Beneran pingsan?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Ck, ngrepotin banget"
Alvaro melihat sekeliling nya, apakah ada orang? namun ternyata hanya ada dia sendiri, mengingat ini sudah jam pelajaran, jadi mau tidak mau harus ia sendiri yang menggendong Nessa ke uks.
"Ck" Alvaro hanya menghela nafas panjang, ia menggendong Nessa ala bridal style.
Saat melewati koridor yang ternyata tidak sepi karena tidak ada jam pelajaran, seketika Alvaro menjadi perhatian pusat, karena baru pertama kalinya mereka melihat Alvaro menggendong seorang gadis.
"Aaaaa omagaaa ganteng banget pacar guee"
"Ngarep banget ya ampunn, orang dia calon pacar guee"
"Yaampun oppaa"
"Ayanggg"
"Mas, will be marry me?"
"Ganteng bangetttt"
"Sumpah gue ga tahann pengen pingsan"
Begitulah kira-kira pekikan para kaum hawa yang mengidam idamkan Alvaro.
Sesampainya di UKS, Alvaro langsung membaringkan tubuh Nessa di brangkar dan setelah itu dia pergi entah kemana....
Nessa yang sebenarnya tidak pingsan, ia terbangun saat mengetahui Alvaro sudah pergi.
"Yess, akhirnya bisa lolos"
"NESSAA"
✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Haiiiii
Gimana sama prolog nya??
Bagus ngga??
Ayooo pencet bintang yang ada di kiri bawahh
Makasihh yang udah baca, komen sama vote..
LOVE YOUUU ALL...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad girl and Cold boy
Fiksi Remajaini kisah tentang si dingin Alvaro bertemu dengan Nessa si cewek barbar . . . Cerita ini bermula dari Nessa yang selalu melanggar aturan sekolah hingga membuat para guru angkat tangan dan mengharuskan sang ketua OSIS yang dikenal irit berbicara mena...
