"Gak usah. Nanti kamu kalau ketemu Renjun malah adu bacot!" sinis Jaemin.

"Gak apa-apa. Lucas kayaknya ikut ke agensi deh. Mereka pasangan pengantin baru, kan?" jelas Jeno.

Jaemin terdiam, lalu tersenyum tipis.

Sebenarnya Jaemin tak menyangka kalau dirinya malah berakhir menikah dengan Jeno dan Renjun yang berakhir menikah dengan Lucas.

Jalan ceritanya lumayan panjang. Tapi intinya, ada masalah besar yang membuat mereka sampai seperti ini.

"Ya udah. Aku siap-siap," ucap Jaemin.

Jeno mengangguk sebagai jawaban, sedangkan Jaemin berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat ke agensi.

Jeno terdiam menatap pintu kamar mandi yang baru saja ditutup oleh Jaemin, lalu dia menghela napas panjang.

- 🧸🧸🧸 -

14:23 -

"MARK LEE! WHAT ARE YOU DOING?!" tanya Jaehyun berteriak marah.

Jaehyun menarik botol alkohol yang dipegang oleh Mark, lalu menatap sang putra dengan tajam.

"Sudah tiga tahun lebih kamu mengkonsumsi minuman keras ini, Mark Lee! Jangan gila! Ini bisa membunuh kamu, Son!" tegas Jaehyun.

Mark menggeleng pelan.

"Give me, Dad..." lirih Mark.

"Tidak! Ini akan merusak tubuhmu!" marah Jaehyun.

"Dad! Kenapa jahat sekali, sih?! Mark harus meminum itu, Dad! Dengan cara meminum itu, Mark bisa bertemu dengan Donghyuck!" kesal Mark.

"Haechan yang kamu lihat saat sedang mabuk hanya halusinasi kamu saja, Mark! Dia hilang dan entah kemana!" marah Jaehyun.

Mark menundukkan kepalanya, lalu terisak pelan.

Jaehyun menghela nafas panjang, lalu berjongkok dan memeluk sang putra.

"Jangan kayak gini. Haechan nanti marah kalau tahu kamu sengaja merusak diri seperti ini karena dia."

"Ikhlaskan aja Haechan nya."

"Kamu tahu sendiri kalau Daddy bahkan membayar FBI hampir seharga Lamborghini Veneno kamu! Tetap aja hasilnya nihil!"

"Kalau memang Haechan benar-benar jodoh kamu, kalian pasti bertemu bagaimana pun caranya."

Jaehyun juga merasa stres karena hilangnya Johnny bersama keluarganya. Bahkan, perusahaannya yang bekerja sama dengan Johnny diputus begitu saja oleh sekretaris Johnny.

Jaehyun sempat menanyakan tentang keberadaan keluarga Johnny pada sekretaris nya, tetapi sang sekretaris malah menjawab kalau memang Johnny menghilang bersama keluarga nya. Oleh karena itu, sekretaris Johnny lah yang meng handle semua perusahaan Johnny.

Jujur saja, saham perusahaan Jaehyun merosot turun sekitar 40% semenjak perusahaan nya tidak bekerjasama lagi dengan Johnny.

"Kenapa Donghyuck menghukum aku begitu kejam, Ayah?!"

"Dia menghukumku dengan sangat kejam dan tak berhati!"

"Donghyuck tak punya hati dengan memberikan hukuman seperti ini untukku!"

"Semua yang ada di sini buat aku Dejavu tentang Donghyuck, Dad!"

"Mark ngebangun agensi besar ini, lalu jadi komposer buat artis-artis agensi Mark  dengan Donghyuck yang jadi muse, itu semua Mark lakuin biar Donghyuck balik buat Mark, Dad!"

"Aku yang bahkan punya cita-cita jadi rapper terkenal harus aku urungkan dan beralih jadi pemilik agensi buat ngabulin permintaan Donghyuck yang punya impian jadi suami pemilik agensi."

"Tapi, kenapa beruang nakal Mark belum kembali, Dad?!"

Mark menangis pelan setelah menceritakan semua keluh kesahnya pada Jaehyun.

Bukan sekali atau dua kali Mark berkeluh kesah pada sang Daddy atau bahkan pada stepfather nya, Taeyong.

Mark memeluk sang Daddy dengan sangat erat, sedangkan Jaehyun juga membalas pelukan putra tertuanya itu dengan lembut dan menepuk-nepuk punggungnya untuk memberikan ketenangan pada sang anak.

- 🧸🧸🧸 -

20:12 -

Seorang pria mungil tersenyum kecil saat melihat layar tab nya yang menampilkan video seorang pria tinggi berkulit putih tengah terbaring di atas ranjang sambil mendesah.

"Ah..."

Pria mungil pemilik tab itu memejamkan kedua matanya seakan-akan dia juga merasakan betapa nikmatnya permainan pria di dalam video itu untuk memuaskan hasrat napsunya.

"Sial ... Fasterhhh ..." teriak sang pemilik tab seakan-akan dildo yang ada di lubang analnya adalah penis pria yang ada di video itu.

"Eungh ... Iya ... Iya ... Seperti itu ... Argg ... Ah!"

Pria mungil itu meracau seakan-akan pria yang ada di video itu menggerakkan tempo tusukannya dengan brutal setelah dia menambahkan tempo dildo di lubang analnya agar lebih cepat.

"Ah ... Ya ... Seperti itu ... Ah!"

"Hisap ... Hisap..."

Racaunya lagi saat setelah pria mungil itu menambah tempo cepat vibrator yang menjepit kedua puting mungil berwarna merah mudanya.

Sekitar setengah jam pria mungil itu melakukan masturbasi, dia berteriak puas bersamaan dengan pria yang ada di dalam video itu setelah mereka mencapai puncak dan menyemburkan sperma mereka di atas ranjang masing-masing.

Pria mungil itu tersenyum lemah saat melihat kalau pria yang ada di dalam video itu terbaring tak berdaya di atas kasur sambil memandangi sebuah foto yang ada di sampingnya.

Ada rasa senang di dalam hati pria mungil itu, karena sang dominan menjadikan fotonya sebagai objek fantasi liarnya.

Tok!

Tok!

Tok!

"Chenle! Waktunya makan malam, Sayang!" teriak Ten dari luar kamar si pria mungil.

"Ah! Iya, Pa! Chenle siap-siap!" jawabnya sedikit berteriak.

Chenle menatap layar tab nya.

"Masturbasi hari ini menyenangkan sekali Park Jisung! Nanti kita lakukan lagi, ya!" ucap Chenle berbicara pada layar tab nya.

Chenle menonaktifkan tab nya, lalu menyembunyikannya dan buru-buru membersihkan kamarnya yang berantakan karena fantasi liarnya.

Terakhir, dia membersihkan diri dan ikut makan malam bersama keluarganya.

- 🧸🧸🧸 -

Bully | MarkHyuckWhere stories live. Discover now