PROLOG

75 61 91
                                        


"kenapa Lo mau sama gue?"

"Kenapa Lo sendiri mau sama gue?"

"Karena Lo sempurna."

"Gue beda, Gue suka sama Lo awalnya iseng, gabut, Beneran serius sampe akhirnya gue bisa sesak Nafas kalo nggak ketemu Lo satu Minggu Bintang."

"jangan panggil gue bintang."

"Kenapa? Kenapa nggak boleh di panggil bintang? Bintang itu cantik, Potensi bintang bakal sangat menonjol kalo kita liat langsung, Bukan cuman 'Katanya', sama halnya kayak Lo, Lo itu Cantik dari hati maupun paras, Semua orang nggak pernah tau Kecantikan Lo soalnya mereka Nggak pernah ngobrol sedeket Lo sama gue."

•••

"Bintang, kalo bisa gue minta sama Tuhan biar Kita selama nya kayak gini."

"Jangan.. jangan Ndra, Lo bakal menderita kalo sama gue."

"Kenapa? Kenapa Lo selalu bilang begitu? Lo bukan Napi, Lo bukan pembunuh dan Lo juga bukan maling, kenapa gue harus denger jawaban itu?"

"Karena, gue nggak pantes buat lo."

•••

"Bintang, Lo tau nggak? Kalo gue meluk Lo rasanya kayak gue balik jadi anak kecil lagi."

"Kenapa emangnya?"

"Berasa nggak punya beban ataupun masalah, Cuman rasa bahagia aja bener bener bahagiaa."

"Masa?"

"Iya! Makanya Lo jangan pergi ya? Inget inget kalo disini pacar Lo butuh pelukan sayang lo."

•••

"Bintang, Kalo Lo Ada apa apa cerita aja, kalo mau nangis panggil gue, bahu gue siap jadi sandaran kepala Lo, tubuh gue siap 24/7 Lo peluk, Jempol gue pengen hapus air mata Lo, Senyuman gue pengen buat Lo berhenti sedih."

"Sekalipun gue di mars?"

"Iyalah, Gue bakal Naik jet nanti biarpun mati di mars ya mati bareng, tapi kita jangan mati duluu, Lo kan katanya pengen Ke Switzerland bareng gue kan?"

•••

"Ibarat kata, Gue cuman butiran pasir yang nggak ada apa apanya dan Lo adalah berlian merah yang selalu narik perhatian semua orang Ndra, Pasir sama berlian nggak pernah bisa nyatu."

"Kata siapa butiran pasir nggak ada apa apanya? Lo tau? Rumah awalnya juga dari satu butir pasir yang di tumpuk jadi satu, dan jadilah rumah nyaman."

"Tapi gue nggak bisa numpuk Semua butiran yang bakal jadi rumah, karena gue cuman satu dan nggak ada potensi sama sekali."

"Mungkin Lo di takdirin kayak gitu karena Lo cuman jadi rumah ternyaman buat gue, satu butir pasir tanpa potensi ini bisa bikin gue nyaman di bandingin tumpukan pasir berupa bangunan, Jangan ngerasa Kayak gitu bintang."

"Lo itu berharga di mata gue, Lo itu berlian di mata gue, Lo itu rumah nyaman di mata gue, Lo itu dunia abu abu yang mampu hipnotis gue, Lo itu sempurna, persetan sama semua kelemahan Lo."

•••

"Viandra makasih buat hari hari berwarna nya."























🖤🖤🖤

Anda telah sampai ke penghujung bahagian yang diterbitkan.

⏰ Kemaskini terakhir: Mar 31, 2024 ⏰

Tambah cerita ini di Pustaka anda bagi pemberitahuan tentang bahagian baharu!

VIANDRACerita yang buat anda obses. Terokai sekarang