Bab 2 : Penyusup!

29.2K 2.2K 87
                                    

In The Dark
JaeYong





.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.









" Aku akan ikut, menangkap makhluk penghisap darah itu! " Tegasnya.





  Ten, dia adalah satu-satunya orang yang mempercayai akan hal itu. Hal yang sering Taeyong katakan, hal yang sering Taeyong ceritakan.

Namun tidak seperti Ten, semua penduduk disini malah mengucilkan'nya. Bahkan tak jarang dari mereka menganggap Taeyong gila.

" Karena aku tidak mungkin membiarkan'mu pergi kesana sendirian Tae.. "

Ten memang sangat menyayangi'nya dan hanya Ten'lah yang mau membela'nya. Ya walaupun Taeyong tahu, kalau orang-orang yang ada di sekitar Ten tidak ingin Ten melakukan itu.

" Tidak! " Sahut Taeyong cepat.

" Apa?! " Elak Ten tak percaya. " Kau tidak mau aku menemanimu? " Tanya Ten dengan nada agak sedikit marah.

" Ini uruskan'ku dan kau tidak perlu ikut campur! " Ketus Taeyong.

Taeyong segera bergegas, dan...

/Brak!/

Dengan cepat Taeyong menutup pintu kamar, lalu menguncinya.

" TIDAK! TAEYONG TUNGGU! KAU TIDAK BOLEH PERGI KESANA SENDIRIAN! AKU HARUS IKUT TAE!!! " Teriak'an Ten yang memekakan telinga membuat Taeyong segera melenggang pergi.

Taeyong segera melenggang menuju kerumah Ten, yang memang terletak tak jauh dari rumah'nya.

" Taeyong? " Lirih Tiffany, Ibunda Ten.

Wanita cantik itu sedang sibuk menjemur pakaian di depan pekarangan halaman rumah'nya.

" Taeyong, bagaimana kabarmu? " Tanya Tiffany ramah sembari tersenyum.

" Baik " Sahut Taeyong dingin, seperti biasanya.

Walaupun Taeyong bersikap seperti itu. Tiffany masih bisa memaklumi'nya, karena memang semenjak seluruh keluarganya meninggal. Taeyong sudah tidak pernah tersenyum.

" Tolong bawa ini... " Ujar Taeyong sembari menyerah'kan kunci kamar'nya kepada Tiffany.

" Kunci? " Gumam Tiffany bingung.

" Aku mohon, buka pintu kamarku setelah dua jam aku pergi " Jelasnya.

Tiffany yang tak tahu apa-apa pada akhirnya hanya dapat meng'iya'kan permintaan Taeyong.

" Aku hanya tidak mau, kalau Ten terlibat masalah karena'ku " Lirihnya.

Karena tak punya waktu lebih lama. Taeyong pun segera melenggang pergi, meninggalkan Tiffany yang masih terdiam disana.

" Taeyong... " Lirih Tiffany sendu.

Kalimat terakhir yang Taeyong katakan menandakan kalau ia benar-benar akan pergi untuk mencari keadilan. Namun mengingat bagaimana derajat mereka, sepertinya itu akan menjadi hal yang sulit.

" Semoga kau baik-baik saja, nak... " Sambung Tiffany, mendoa'kan anak dari Sahabat'nya itu.








~~~







   Taeyong terus berjalan. Ia terus berjalan meninggalkan desa.

Desa terpencil yang sudah sejak lama menjadi tempat naungan'nya.

In The Dark • JaeYong🔞 (HORROR THILLER) Where stories live. Discover now