1 . Berkumpul Kembali

1.9K 129 2
                                        








Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.








Suasana tampak begitu kacau, ribuan orang terluka akibat serangan dadakan pada malam hari yang di sebabkan oleh anggota Kara. Jigen... dia kembali, dengan menggunakan tubuh Kawaki sebagai wadahnya. Pria itu pun dengan beringas memporak-porandakan seisi desa Konohagakure.

Kerusakan sangat parah, meski sudah berjuang untuk melindungi desa... banyak Shinobi tidak bisa bertahan untuk waktu lama sehingga... setengah dari mereka terluka parah dan setengahnya lagi tak dapat di selamatkan.

Untung saja... di detik-detik terakhir serangan besar-besaran yang akan di lakukan Jigen akhirnya berhasil di hentikan oleh seorang pemuda berambut kuning dengan kumis dua pada bagian pipinya.

Dia adalah Boruto, Uzumaki Boruto. Seseorang yang sudah lama di anggap telah tiada oleh semua orang.

Sosok itu pun berhasil membuat Hinata, Naruto dan Himawari terkejut. Putra mereka... berdiri dengan gagah melindungi desa dengan ikat kepala berlambang Konoha.

.

.

.

Dua tahun setelah perang dunia Shinobi usai. Boruto kembali berkumpul dengan seluruh keluarganya. Menceritakan banyak hal yang sudah terjadi pada dirinya selama ini untuk keluarga maupun teman-temanya.

Selamat dari kematian kala berhadapan dengan Kawaki beberapa tahun lalu... Boruto memutuskan untuk pergi jauh dari desa. Menyembunyikan identitas dan mencari seseorang yang mampu melatih dirinya hingga bisa menjadi hebat seperti sekarang ini.

"Jadi.... kita akhirnya bisa menjadi satu tim yang lengkap, ya....?" Mitsuki berujar dengan senyum mengembang, seperti biasa----kelakuannya memang begitu dari dulu.

"Sarada selalu menangisimu waktu kau di kabarkan tewas, Boruto. Ah... mengingat hal itu---aku jadi tahu sisi sensitifnya."

"Apa kau mau mati, heh?!!" Sarada berdiri. Mencengkram kuat kerah Shikadai dengan sharingan aktif.

"Mendokusai... ma~~ma~~kau terlalu sering marah."

Boruto terkekeh melihat interaksi teman-temannya. Dia rindu momen seperti ini, berkumpul bersama mereka lagi rasanya benar-benar seperti mimpi.

"Oi, Sarada! Jadi akhirnya kau terus merindukan aku, eh?"

"Apa kau juga berniat mengejekku HAH?!"

The Last BorutoWhere stories live. Discover now