Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Bellova |01

12 2 0
                                        

~Selamat pagi!~

👑👑👑

Senin pagi.

Sebuah mobil keluaran terbaru berjalan memasuki pelataran sekolah dengan angkuhnya. Membuat kendaraan lain dengan sadar dirinya menepi, memberi jalan pada mobil tersebut.

Tak lama setelah mobil berhenti tepat di tengah lapangan, muncul seorang gadis cantik dengan seragam yang melekat sempurna di tubuh rampingnya. Tangan kanannya terangkat melepaskan kaca mata hitam yang sedari tadi bertengger manis di hidung mancung nan mungilnya, sebelum menyerahkannya pada sang supir.

Kaki jenjangnya yang berbalut sepatu sneakers itu kemudian melangkah dengan percaya dirinya. Namun tak lama, langkahnya harus terhenti di tengah koridor, saat manik jernihnya mendapati sesuatu yang mengganggu jalannya itu.

Maniknya lalu melirik jam tangan bermerk-nya, sebelum menghela napasnya kasar.

"Plis deh, ini masih pagi! Gak ada waktu lain apa!" gerutunya

Kemudian ia pun melangkah mendekat. Samar-samar ia bisa mendengar apa yang tengah terjadi di depannya itu.

"Sakit, lepasin kak! Ampun!"

"Heh, apa lo bilang?! Ampun?! Lo udah bikin sepatu gue kotor, jadi lo harus tanggung jawab!" teriak siswi yang tengah menarik rambut gadis yang tak sengaja menginjak sepatunya itu.

Suasana koridor pagi itu sangat ramai, karena tontonan dadakan yang terjadi saat ini.

"Lo tau gak ini harganya berapa?! Ini sepatu limited edition tau gak?! Impor dari luar negeri, dan lo seenaknya injak sepatu gue!!"

"A-mpun kak! Aku gak sengaja!" balas gadis yang rambutnya ditarik kencang, dengan sesekali meringis sakit.

"Pokoknya lo harus bersihin sepatu gue! Jilat sepatu gue sekarang!" titah cewek dengan seragam ketatnya itu. Sementara tangan yang tadi menjambak rambut, kini mendorong kasar tubuh itu sampai gadis itu jatuh terduduk di depannya.

"CEPETAN!" teriaknya lagi, melihat gadis di depannya yang hanya bisa menangis.

Tak lama seringai muncul di bibir merahnya saat gadis dibawahnya itu mulai menunduk. Ia pun dengan sengaja mendekatkan kakinya.

Semua murid di sekitarnya hanya berdiam menonton. Tak ada satupun dari mereka yang berniat mengeluarkan sepatah katapun. Lebih memilih menikmati apa yang tersaji di depan mereka.

Di sisi lain, gadis yang merupakan adik kelas bernama Mia itu semakin menundukan kepalanya. Matanya terpejam, dengan air mata yang terus mengalir.

Semua orang disana semakin tegang melihat hanya beberapa detik lagi kepala gadis itu menempel sempurna di sepatu yang tak sengaja diinjaknya.

"Aww!"

Semua hampir terjadi jika saja gadis itu tidak berteriak kesakitan saat sepatu yang ia sodorkan ke depan diinjak dengan kerasnya oleh seseorang yang tiba-tiba datang.

"Selamat pagi!"

Semua pasang mata kini terpusat pada sosok yang tengah memasang senyum lebarnya dengan tangan menenteng di tali ranselnya, tak lupa dengan satu kakinya yang dihentakan tak berirama. Sama sekali tidak merasa bersalah, setelah sebelumnya ia dengan sengaja menginjak kaki seseorang dengan begitu keras.

"C-calya?" lirih si cewek pembuat keributan, dengan ekspresi yang berbanding terbalik dengan Calya.

"G-gue gak ngapa-ngapain sumpah! Dia yang mulai duluan!" ujarnya lagi membela diri. Tubuhnya mulai terlihat gemetar.

BELLOVAStories to obsess over. Discover now