Prolog

37 3 0
                                        

Hujan dan semua cerita tentang kita.

***

12 tahun yang lalu...

“Abel jangan lari-larian nanti jatuh sayang” Teriak seorang Ibu kepada sang anak.

Anak berusia sekitar lima tahun itu tengah asik berlarian dibawah derasnya hujan. Ia terlihat sangat bahagia berlarian kesana kemari di halaman rumahnya.

“Engga kok bundaa, Abel ga bakalan jatuh, Abel kan kuat hihiisahutnya kepada sang Ibu.

“Bunda sama Ayah sini ikutan sama Abel”

“Abel, sudah ya nak, kalau kelamaan main hujannya nanti kamu bisa sakit lhoUcap sang Ayah.

“Okedeh, besok kalau hujan lagi, Abel boleh main lagi kan Ayah?” anak itu bertanya pada sang Ayah sembari berjalan menuju kedua orang tuanya.

“Boleh sayang, tapi ngga boleh lama-lama yaa”
Jawab Ayahnya.

“Ayo Abel, sini dulu pake handuknya habis itu langsung mandi” Ibunya berjalan menghampiri sang anak dengan membawa sebuah handuk untuk dikenakan oleh anaknya.

Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam rumah dengan menggandeng sang putri tercinta.

Gadis kecil si pencinta hujan, yang tak pernah absen untuk bermain hujan ketika hujan turun dari langit.

***

Hujan. Menurut Abel, hujan itu bener-bener suatu kebahagiaan yang tidak boleh terlewatkan. Ia lahir ketika hari hujan, apa mungkin karena ia lahir ketika hujan lalu ia sangat menyukai hujan?. Aroma ketika turun hujan sering kali membuatnya tenang.

“Kalau hari hujan, terus Abel ngga sempet buat nyium aromanya kaya ada yang kurang gitu”

Begitulah katanya, jika ia melewatkan kesempatan mencium aroma hujan. Bahkan ketika sedang berada di sekolah dan hari sedang hujan, ia akan meminta izin sebentar keluar kelas hanya untuk sekedar mencium aroma hujan.

Ya, begitulah Abel.

NovemberainStories to obsess over. Discover now