WIJAYA

38 6 0
                                        

    Pagi hari pada pukul 05.10 tepat, dari rumah keluarga Wijaya sudah terdengar suara riuh ricuh, dan teriakan. Sama seperti hari-hari sebelumnya, bahkan sangat sering.

"Gue duluan pokoknya!"
"Enggaklah, gue duluan."

    Kedua saudara ini sudah ribut, Itu seperti sudah menjadi kebiasaan mereka.

    "Hadeh, kamar mandi ada lima masih aja rebutan."
Sindir salah satu dari mereka yang baru keluar dari kamar mandi.

    Mereka bertiga adalah anak perempuan dari Erza Wijaya, CEO perusahaan Helstead yang terkenal dengan gaya bajunya yang fancy tetapi minimalis.

    Annez Oceanna, Anak pertama sekaligus yang tertua. Aretha Cynara, anak kedua sekaligus kakak kedua. Cysara Aurora, anak terakhir dan adik mereka berdua.

    Aretha menggerutu. Kesal.
"Tapi kamar mandi di kamar Lo lebih bagus." Cysara mengangguk setuju dengan perkataan kakaknya.
Annez hanya nyengir dan menepuk pundak Aretha.

   "Yaudah lo mandi buruan, nanti ketinggalan sarapan lagi." Ucap Annez yang sudah rapih memakai seragam.

    Aretha menjawab dengan gumaman, dan segera masuk ke kamar mandi.
....terus gue ditinggalin gitu?. Kata Cysara dalam hati sembari bersungut-sungut, ia pun memilih mandi di kamar mandi kamarnya saja.

་ ּ 𑂓̶ ̶ ˚ ۪ ּ ་ ּ ୪̶ ̶ ˚ ۪ ּ ་ ּ 𑂓̶ ̶ ˚ ۪ ּ ་ ּ ୪̶ ̶ ˚ ۪ ּ ་ ּ 𑂓̶ ̶་ ּ

    Di meja makan sudah terdapat sarapan yang disiapkan oleh Bi njum, seorang pembantu dirumah keluarga Wijaya. Annez dan Cysara sudah turun lalu duduk dimeja makan, hanya Aretha yang masih saja sibuk mencari parfumnya.

    "WOY! KALIAN LIAT PARFUM GUE GAK?" Teriak Aretha dari lantai atas membuat kedua saudaranya dilantai bawah menutup telinga rapat-rapat.

    "Mana kita tau, kan elo yang pake." Ucap Cysara membalas perkataan Aretha.
   
    Annez hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari memakan roti lapis yang sudah disiapkan.

    Pemandangan dimeja makan bisa dibilang sepi. Sunyi, seperti kekurangan sesuatu. Padahal dirumah terdapat banyak orang.

     "Ayah udah berangkat ya Bi?" Tanya Cysara memecah kesunyian.
"Sudah non, dari tadi subuh malah" jawab Bi njum, Cysara bergumam dan mengangguk. Ia melanjutkan sarapannya.

    Aretha baru saja turun dengan senyuman jailnya, "Eh ayo berangkat! Gue udah siap nih."

    Annez menatap dirinya.
"Lo kagak sarapan dulu? Nanti laper."
Annez memberikan senyuman sinis kearah Aretha seraya menggendong tasnya. "Kagak tenang, gua strong menahan lapar." Jawab Aretha yang menyengir dan menunggu didepan pintu.

    Annez dan Cysara hanya mengiyakan perkataannya, lalu menghampiri Aretha sembari jalan kearah depan. Terlihat sebuah mobil hitam yang mesinnya sudah menyala dan siap untuk jalan, disertai supir yang sudah menunggu mereka. Pak Udin, supir pribadi mereka.

   "Eh neng semua udah siap?"
"Udah rapih begini pasti siap dong"
Jawab Cysara, mereka berempat tertawa sebentar lalu masuk kedalam mobil. Pak Udin mulai melajukan mobilnya dan menuju ke SMA tujuan ketiga perempuan tersebut

METHEORAWhere stories live. Discover now