Penderitaan

1.6K 93 8
                                        

PLAK

"kyaah!"

"gyahaha! Ayo, goyangkan pinggulmu lebih cepat lagi!"

Di sebuah kamar yang terlihat mewah, terlihat seorang gadis berambut hitam. Gadis itu telanjang bulat dan hanya mengenakan kalung besi di lehernya, sementara kedua tangannya diborgol.

Gadis itu sedang menungging di atas sebuah kasur, sementara seorang pria gemuk yang telanjang bulat mendorongkan penis miliknya ke dalam vagina gadis berambut hitam itu.

Sesekali, si pria gemuk itu menampar pantat gadis berambut hitam itu dan menarik rambutnya "akh! Sakit!".

"Menggarap gadis dari Solis itu memang sangat enak!" Gumam pria itu sambil ejakulasi di dalam vagina si gadis berambut hitam tersebut.

"aaah, melelahkan juga" Komentar pria itu sambil meminum segelas anggur merah "hah... hah... hah..." Gadis berambut hitam itu hanya bisa terengah-engah setelah dia harus memuaskan nafsu si pria gemuk di sampingnya. Terlihat sejumlah sperma mengalir keluar dari vagina gadis itu.

"Turun! Siapa yang bilang kamu boleh tidur di kasurku yang empuk!?" Dengan kasar si pria gemuk mendorong gadis berambut hitam itu hingga dia terjatuh dari kasur ke lantai yang dingin "aagh!".

"hah... hah..." Gadis itu ingin protes, namun dia terlalu lelah untuk berbicara. "Phil!" Si pria gemuk mulai berteriak memanggil orang.

Tak lama kemudian, seorang pria berkepala botak memasuki kamar tersebut "Anda memanggil saya, Theodore-sama?".

"Kembalikan gadis Solis ini ke selnya! Jangan lupa bersihkan dia terlebih dahulu!" Perintah pria gemuk itu.

"Baik, Theodore-sama" Setelah membungkuk memberi hormat, pria itu mengambil sebuah rantai dari punggungnya.

Pria itu juga mengambil sebuah kain yang tergeletak di lantai dan mulai memasang rantai yang dia bawa ke kalung besi yang terpasang di leher si gadis berambut hitam yang sedari tadi terbaring di lantai.

"ah!" Gadis itu berteriak kesakitan.

"Jangan berisik! Cepat ikut aku!" Tanpa rasa kasihan atau iba, pria itu memaksa gadis berambut hitam tersebut berdiri dan meninggalkan kamar milik si pria gemuk itu.

Si pria botak itu mendorong si gadis berambut hitam memasuki sebuah ruangan yang memiliki pancuran air "Bersihkan tubuhmu! Kau punya waktu 1 menit!" Perintah si pria botak sambil melepaskan rantai yang terpasang di kalung besi gadis berambut hitam itu dan meninggalkannya sendirian.

Setelah terdiam selama beberapa detik, si gadis berambut hitam itu mulai memutar sebuah gagang yang terpasang di dinding. Bersamaan dengan itu, air dingin keluar dari pancuran yang terpasang di bagian atas dinding ruangan itu.

Dengan tenang si gadis berambut hitam mandi dan membersihkan dirinya seperti yang diperintahkan si pria berambut botak.

BUK

Tiba-tiba, gadis berambut hitam itu meninju dinding di hadapannya "Sudah dua bulan aku di dunia ini... KENAPA AKU HARUS MENDERITA SEPERTI INI!?" Teriak gadis berambut hitam itu sebelum dia mulai menangis.

1 menit kemudian, si pria botak memasuki ruangan tempat gadis itu mandi "Waktu habis! Cepat pakai bajumu!".

"..." Si gadis berambut hitam menuruti perintah pria botak itu dan mengenakan pakaiannya.

Walaupun disebut pakaian, apa yang dikenakan gadis itu hanyalah sebuah gaun yang terbuat dari kain goni kasar yang hanya menutupi bagian dada hingga selangkangannya. Tanpa pakaian dalam apapun.

Pria itu kembali memasang rantai di kalung besi yang terpasang di leher si gadis berambut hitam dan menariknya keluar dari ruangan tersebut

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Pria itu kembali memasang rantai di kalung besi yang terpasang di leher si gadis berambut hitam dan menariknya keluar dari ruangan tersebut.







Si pria botak membawa gadis berambut hitam itu menuruni tangga hingga tiba di ruangan yang memilik sejumlah sel yang berisi gadis-gadis budak yang berpakaian sama dengan gadis berambut hitam itu, gaun yang terbuat dari kain goni kasar.

Suasana ruangan itu sunyi. Ruangan itu juga remang-remang dan hanya disinari beberapa lilin dan obor.

KLAK

Setelah melepaskan borgol di kedua tangan si gadis berambut hitam, si pria botak langsung mendorong gadis itu ke dalam sebuah sel hingga gadis itu terjatuh di lantai.

Pria botak itu tidak merasa bersalah dengan tindakan yang dia lakukan dan mulai mengunci pintu sel tersebut.

"Shinobu-san, kau tidak apa-apa?" Seorang gadis berambut pirang mendekati gadis berambut hitam yang sedang terjatuh di lantai.

"Shinobu-san, kau tidak apa-apa?" Seorang gadis berambut pirang mendekati gadis berambut hitam yang sedang terjatuh di lantai

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Lily..." Shinobu mengenali gadis berambut pirang yang mendekatinya dan mulai memeluk gadis itu "huwaa! Lily!".

"Tidak apa-apa, Shinobu-san, aku ada di sini" Lily pun mengelus rambut dan punggung Shinobu untuk menenangkan gadis itu.

bersambung

The Reincarnated Slave Will Fight For Her Freedom Using Liberator SkillStories to obsess over. Discover now