~Satu~

36 15 3
                                        

Sapa-sapa by Author : Hi... Karena ini cerita pertama yang aku upload dan akun ini baru dibuka setelah sekian lama aktif di wattpad. Mohon menyempatkan untuk vote dan komen ya.. Jangan lupa di follow juga akun aku... Kedepannya aku akan berusaha membuat tulisan cerita yang menarik untuk terus menghibur kalian. Dukungan kecil dari kalian sangat berharga buat semua penulis. Salam kenal dari aku Aexylilyn...

Oke..sekian..selamat membaca dan menikmati cerita sederhana ini.

---o0o---

Siang hari yang terik menyambut dan memanaskan ke seluruh tubuhnya begitu langkah kakinya membawanya ke luar dari gedung bertingkat. Gedung yang menjadi tujuannya di hari senin sampai sabtu, di jam tujuh pagi sampai jam empat sore, terkadang sampai malam. Gedung yang merupakan tempat kerjanya selama satu tahun lebih ini.

Mulai tiga puluh menit yang lalu, gedung ini bukan lagi gedung yang bisa disebut seperti sebelumnya. Karena secara paksa, dia harus mengundurkan diri karena mau tidak namanya masuk ke dalam daftar karyawan yang terkena PHK. Beberapa orang yang berdiri didekatnya juga merupakan karyawan yang terkena PHK, ada raut wajah sedih yang tersampaikan. Ada juga yang tidak mampu menahan air matanya, mungkin karena memikirkan kedepannya akan melakukan apa jika tidak bekerja lagi.

Kantor tempatnya bekerja, PT. Didanarasa terpaksa melepaskan semua karyawan kontrak nya dengan PHK secara merata karena pemimpin perusahaan ini mengalami kasus yang sedang dipegang pihak hukum.

Memikirkan kembali realita yang terjadi saat ini membuatnya sakit kepala. Masih tidak jauh dari lokasi kantornya, diletakkan kardus ke bangku kayu panjang yang berisi barang-barangnya yang pernah menempati meja kerjanya. Ia ingin istirahat sejenak. Setidaknya bisa menarik napas dengan tenang, melonggarkan dasi yang mengikat di lehernya. Melepaskan kancing di pergelangan tangan, dan menggulung bagian lengan kemejanya hingga sebatas siku.

---o0o---

Di sebuah rumah minimalis, terdengar kegaduhan di salah satu ruangan yang merupakan kamar berisikan seorang wanita yang sedang bergelut dengan keyboard komputernya. Tidak lupa headphone yang terpasang, menyumpal kedua telinganya dengan rapat. Yang terdengar hanya suara kegaduhan dari game yang di mainkan.

"Sebelah kiri, gedung kedua itu ada musuh" ujarnya dengan rekan se-game nya.

"Awas!!...."

"Akh. Kena' kan lo.."

Sebegitu fokusnya dengan game, dia bahkan tidak mendengar seruan seseorang yang kini melangkah memasuki rumahnya. Namun, dari pintu kamarnya yang di biarkan terbuka, dia melihat bayangan siluet seorang pria yang barusan lewat. Melihat kearah jam yang terpasang di dinding kamarnya, sejenak wanita itu menghentikan game nya dan melepaskan headphone.

Berjalan, mengekori seorang pria yang merupakan adik laki-laki yang tinggal bersamanya. "Kok sudah pulang?" Tanya wanita tadi, Rini.

Adiknya yang tidak berniat menjawab itu hanya berjalan melewatinya menuju kamar.

Rini yang sehari-harinya sibuk dengan game di komputernya kini hanya tinggal berdua dengan adik laki-laki nya yang bernama Ryuga Ardiaz. Kedua orang tua mereka sudah tiada di karenakan menjadi korban dalam kecelakaan pesawat sekitar empat tahun yang lalu. Awalnya Ryuga atau yang akrab di panggil Ryu itu bekerja di perusahaan ternama yang ada di Jepang. Namun, di karenakan permintaan kakaknya yang kini hidup sendirian di Indonesia. Dia berpindah ke Jakarta sekitar dua tahun yang lalu.

Mencari pekerjaan di Indonesia bukanlah hal yang mudah, Ryu ketika baru saja tiba di Indonesia, dia memilih kerja serabutan sambil menunggu lamaran pekerjaannya di terima di kantor perusahaan yang ia kirimkan surat lamaran pekerjaan.

FUTUREWhere stories live. Discover now