1

10 4 0
                                        

Hai, Salam kenal ya.

Semoga kalian yang membaca Cerita ini suka, Dan bisa Berapresiasi untuk karya pertama Saya.

Bila tidak suka mohon lebih baik di pendam saja, Dengan sangat mohon jangan tinggalkan ujar kebencian di Cerita saya.

Terimakasih buat yang sudah baca Cerita saya, Jangan lupa tinggalkan kesan di komen ya.

Happy Reading.

______________________

Matahari menembus gorden kamar Seseorang, dengan sangat amat terpaksa Ia bangun dan Merentangkan tangannya.

Ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Setelah lama berkutat di kamar mandi, Ia mempersiapkan diri untuk berangkat ke Sekolah.

"Zeinara! Turun sarapan kak." Panggil wanita paruh baya di depan kamar Gadis itu

Ya kenali saja dirinya itu Zeinara, Zeinara Devora putri sulung dari pasangan Satya Devora dan Sabita Devora. Biasa di akrab dengan nama Zei.

"Iya bun!" Sahut Zei dari dalam dan segera menyelesaikan ikatan tali Sepatunya.

Sang gadis segera keluar dari kamar dan langsung menghampiri Keluarganya di meja makan yang sudah menunggu kehadirannya.

"Selamat pagi." Sapa Zei dan segera duduk di tempatnya

"Selamat pagi juga, Kak!"

"Kak, Berangkat sekolah bareng ya?" Pinta sang Adik yang bernama Novita Devora

Zei mengangguk sambil tersenyum untuk menjadi jawaban Adik tersayang.

Keluarga Devora melanjutkan acara Sarapan bersamanya, Sampai semua yang ada disana pergi untuk menjalankan tugasnya masing-masing.

______________________

Disinilah Zei berada, Di SMA terkenal di Daerah Kota Jakarta. SMA Starlight, SMA yang dikenal sebagai murid yang mempunyai banyak Bakat.

Zei memasuki pintu gerbang sekolah, Banyak sekali gosip dari Siswa dan Siswi lain entah topik apa yang ia bicarakan.

"Eh! Lo udah tau kalo Hitto dari kelas MIPA-1 bunuh diri?"

"Iya gue tau, Ga nyangka banget gue! Perasaan kemarin masih baik-baik aja kan?"

"Bener banget! Masa lagi baik-baik aja tiba-tiba Gak ada angin, Gak ada hujan. Bunuh diri!"

Zei sontak kaget dengan Pernyataan yang di dengar oleh Siswi itu.

"Hitto? Hitto Ariansyah? MIPA-1?" Gumam gadis itu tak percaya

Zei terbengong sambil berjalan menuju kelas, Berkutik dalam pikirannya. Ini tidak mungkin pikir Zei.

Saat sedang memikirkan yang tidak Ia percaya, Seseorang menepuk bahunya.

"Zei, Lo lagi pikirin apa?"

"Eh! Lo Ngagetin gue Aja!" Ucap Zei sambil menengok ke arah Seseorang yang menepuknya

"Lo lagi pikirin apa, Zei?"

"Lo udah denger? Berita Hitto bunuh diri?"

Ryan Bagaskara, Seorang Murid cupu yang menjadi satu-satunya sahabat cowo Zei. Selalu menemani Zei saat sedang Suka maupun Duka.

"Iya tau soal Hitto, Gue kaget pertama kali dengar kalau Dia bunuh diri!" tanya Ryan

Zei menatap cowok itu dengan Intens, "Iya kan? Gue juga kaget banget tadi pas tau, Kemarin dia baru aja deket sama gue." ucap Zei sambil menatap ke arah papan tulis

"Tapi masuk akal Aja menurut gue! Maybe he has more serious problems? Kita kan Gak tau Zei."

Lagi dan lagi Zei menatap Ryan yang sedang menghadap ke Arah papan tulis itu.

"Omg! Ryan but this doesn't make sense!"

"Yaudah, Nanti kita bahas lagi! Bentar lagi guru masuk." ujar Ryan

Tidak lama dengan Perdebatan itu, Guru mata pelajaran IPA memasuki kelas MIPA-3. Dan memulai pelajarannya.

______________________

Sementara di tempat Kejadian. Polisi sedang mencari barang bukti yang Akurat, Memastikan bahwa ini benar-benar bunuh Diri atau bukan.

"Lapor Komandan! Ini sudah Jelas terbukti bahwa Korban ini benar bunuh Diri." lapor salah satu rekan polisi kepada Komandan


Polisi mengangguk lalu Mengatakan "Kita harus cari bukti yang Akurat, Untuk memastikan bahwa itu benar salah Korban."

"Baik pak!"

Polisi dan beberapa rekannya melihat Sesuatu di samping Korban, Kemudian polisi mengambil patung Tengkorak dan Bunga Mawar Hitam.

"Tolong bawa ini sebagai barang bukti."

Seseorang yang diperintahkan menganggukkan kepalanya.

"Kita lanjut besok, Kita lanjutkan nanti di kantor. Kita harus mengulik semuanya."

sang Komandan dan rekan lainnya meninggalkan TKP, Ia keluar dari garis kuning Polisi.

Sementara di tempat tersembunyi, Seseorang memperhatikan tempat TKP sedari tadi.

"Tengkorak? Mawar Hitam? Apa maksud ini semua?"

"Ini bunuh Diri atau? ..... Pembunuhan berencana?!"

Seseorang kalut dalam pikirannya, Ia bingung dengan drama tersebut. "Apa ini, Sialan!"

______________________

Hai buat yang udah membaca cerita ini.

Bagaimana?

Awalnya mungkin tidak jelas, Coba ikutin saja bagaimana saya mengaluri Cerita ini.

Tinggalkan kesan ya, Ingat saya tidak butuh kesan Kebencian kamu!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 15, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

KARAFERNELIAWhere stories live. Discover now