one

44 11 0
                                        

Assalamuallaikum wr,wb

Hallo, jangan lupa kasih bintang sama komennya ya.

Happy reading

Typo betebaran
●•________________________________•●





Di luar kamar, lebih tepat nya di balkon kamar. Seorang gadis tengah melamun sambil melihat keatas langit yang bertabur bintang. Dia tertarik pada salah satu bintang yang paling terang di antara bintang yang lain. Dia yakin bahwa bintang itu adalah ibunya.

Sirius - Alfa Canis Mayoris, itulah nama bintang yang tengah ditatap oleh seseorang. Sirus adalah bintang paling terang. Nama ini diambil dari Bahasa Yunani dari kata "Seirios" yang artinya "Berkilau".

Semilir angin malam pun menyapa kulit halus seorang gadis, dan menerbangkan beberapa anak rambut yang tidak ikut terikat.

Sesekali dia menghela nafas kasar. "Mama apa kabar? disana mama bahagia kan?"

Tanpa disadari butiran bening mulai turun dari pelupuk matanya. Dia merindukan nya, dia merindukan sosok ibu yang telah tiada saat dia berusia 2 tahun.

"Zura kangen Mama. Kapan Mama datang ke mimpi Zura lagi?"

Yaa, dia Azzura lebih tepatnya Azzura Melody Mahendra. Gadis cantik yang selalu tersenyum seakan tidak ada beban. Seakan semuanya baik baik saja. Tapi tidak, dia tidak baik baik saja.

"Zura kangen Mama, sangat. Jadi tolong datang lagi kemimpi Zura." isakan kecil pun mulai terdengar. Azzura menangis, tapi dia tidak ingin membuat sang Mama melihat nya sedih maka dari itu dia segera menghapus air matanya itu. Sebelum dia masuk kedalam kamar, dia melihat bintang itu sekali lagi sambil tersenyum. Namun karna di rasa udaranya semakin dingin, dia pun bergegas masuk dan menutup pintu balkon nya.

Dia mulai berbaring di atas kasur king sizenya itu, dan perlahan menutup mata untuk menuju kealam mimpi.

●●●●●●●

Pagi hari pun datang, sang mentari pun mulai menampakan diri nya pada semesta. perlahan cahaya matahari memasuki celah jendela dan mengusik seorang gadis yang tengah tertidur pulas di atas kasur.

Dia terbangun dan masih mengumpulkan nyawa nya, saat di rasa sudah terkumpul dia perlahan bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi.

Beberapa menit kemudian dia selesai melakukan ritual mandinya, sampai pada saat dia tidak sengaja melihat jam yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya itu.

Bola mata Azzura membulat. Dia kaget, bahkan sangat kaget. " ASTAGAAAA DEMI APAAA ZURAAA TELATT!!!"

Dengan cepat dia keluar kamar dan langsung menuju ke ruang makan menemui papanya. "Pa Zura pamit yaa. Udah telat banget ini."

"Ga sarapan dulu?, biar nanti papa yang anter Zura ke sekolah," ucap sang Papa, namun di balas gelengan oleh Azzura. "ngga Pa, Zura berangkat sendiri aja ya."

"Yaudahh kalau begitu, hati hati di jalan, jangan ngebut."

"Iya Pa, siap. Zura pamit ya, assalamualaikum," ucap Azzura sambil menyalim tangan sang Papa.

"Waalaikumsalam."

●●●●

"Aduhh kan telat, gimna ini?" panik Azzura saat telah sampai di depan gerbang sekolah nya yang sudah terkunci.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 11, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HopeWhere stories live. Discover now