Dibawah rembulan yang bersinar terang,ditemani suara hewan malam yang saling bersahutan,serta hawa dingin yang terasa seperti menusuk tulang.Seorang gadis kecil berjongkok sambil menelungkupkan kepalanya dilipatan tangan di sudut ruangan bernuansa monocrom.Terdapat bintang bintang kecil terbuat dari kertas origami yang tergantung rapi di langit langit kamarnya.
Gadis itu tidak menangis ataupun tertidur,ia hanya merenung.Dapat dilihat dengan jelas di lengannya terdapat beberapa goresan pendek hingga panjang dan goresan itu mengeluarkan darah.
Ya dia melakukan itu lagi.
Pemilik manik berwarna abu abu itu masih nyaman ditempatnya dan enggan untuk bergerak maupun membersihkan darahnya.Bahkan darah itu sudah merembes mengotori lantai kamarnya.
Gadis berambut keriting itu sepertinya tidak terganggu dengan luka yang masih terbuka tersebut.Dia seperti mati rasa.
Perih yang dihasilkan oleh sayatannya sendiri tidak ada apa apanya dibandingkan perih karena luka dihatinya.
Cukup lama termenung,gadis itu mengangkat kepala lalu mendongak menatap banyak bintang yang tergantung rapi nan indah di langit kamarnya.
Sedetik kemudian butiran cairan bening jatuh dari pelupuk matanya.Dia tersenyum getir.
Tanpa sengaja ,cuplikan masa lalu yang ia lewati bersama salah satu orang yang dia sayang dan membuatnya menangis berputar tanpa permisi di benak gadis itu.
Gadis itu memejamkan matanya mencoba menghalau air mata yang akan keluar lagi.Tapi sia sia,air mata gadis tersebut jatuh.Lagi.
Dapat dia dengar, ayah dan ibunya memanggil dirinya dan mengetuk pintu bercat coklat itu berulang kali berharap anak bungsunya membukakan pintu.Orang tuanya sangat cemas karena buah hatinya mengurung diri di kamar.Maka dari itu mereka mencoba membujuk putrinya.
Sedangkan dikamarnya,gadis berwajah pucat itu seperti sudah tidak bertenaga,tenaganya terkuras habis karena menangis terus terusan dari 3 jam yang lalu ditambah perutnya yang kosong sejak kemarin.Bahkan untuk sekedar berdiri dan membuka pintu saja ia sudah tidak sanggup.
Perlahan bibir pucat itu bergerak mengatakan sesuatu dengan susah payah.
"Kembalilah." Ucapnya amat pelan nyaris seperti sebuah bisikan.
Tepat setelah kalimat itu rampung diucapkan,setetes darah keluar dari hidung bangirnya lalu disusul rasa pusing serta nyeri hebat yang menyerang perutnya.
Detik selanjutnya gadis tersebut memuntahkan banyak darah yang amat kental berwarna merah kecoklatan.
Nyeri diperutnya pun semakin menjadi membuat giginya bergemelatuk menandakan sesakit apa rasanya lalu bibirnya bergetar."Please jangan sekarang.".Setelahnya gadis itu terbaring mengenaskan tak sadarkan diri di lantai yang sangat dingin dan terdapat banyak darah disekitar tubuhnya
EYYO ASSALAMUALAIKUM!
KENALIN NIHH AING ORANG BARU🙌
ABSEN DULU DONG PAKAI ASKOT!! SIAPA TAHU SEKOTA YEKAN,NTAR BISA MAIN KERUMAH AING😂kalo deket......
SEMOGA KALIAN SUKA YA DENGAN KARYA AKU YANG PERTAMA♥
JANGAN LUPA DUKUNG AKU DENGAN CARA VOTE AND COMMENT SEBANYAK BANYAKNYA!!!!
oke hatur nuhun.
YOU ARE READING
LARA
Teen Fiction{FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!} ∆WARNING!!∆ •CERITA INI MURNI DARI PIKIRAN SAYA SENDIRI DAN TIDAK BERNIAT MEMPLAGIAT CERITA APAPUN.JIKA ADA KESAMAAN DALAM LATAR,NAMA TOKOH,ATAU YANG LAINNYA, ITU TIDAK DISENGAJA. •MOHON PENGERTIANNYA DAN JANGAN JADI P...
