Ini cerita tentangku, Zaya. Dan seseorang yang ku cintai diseluruh penjuru Dunia, Nathiel.
Andai aku bisa memperkenalkan pasanganku ini pada kalian, seseorang yang... istimewa dengan caranya.
Kadang aku berpikir, siapa yang sebenarnya beruntung? Aku? Atau dia? Tapi ya sudahlah, aku nggak perlu jawab itu. Yang penting sekarang, dia di sampingku, dan dunia terasa lebih... ringan, lebih seru, lebih lengkap.
Dan kalian tau? Kadang hal-hal kecil yang dia lakukan, seperti.. ngacak rambutnya pas lagi kebingungan, atau cuma diam sambil menatapku cukup buat bikin aku tersenyum sendiri. Aku nggak bilang ini romantis, tapi setidaknya, menurutku, begitulah rasanya cinta yang benar-benar... nyata.
---
SEPAROSA
Jakarta ini, kota yang banyak tau tentang kita. Nathiel, andai aku bisa mengucap rindu dan cinta setiap waktu, seandainya kita nggak terlalu sibuk untuk bertemu... apa semua yang sudah terjadi tidak akan sia-sia?
Kisah ini dimulai dari sejak dimana aku masih menginjakkan kaki ku di SMA.
Aku dan Nathiel, kita berdua hampir selalu bertemu setiap hari. Meski harus menempuh perjalanan panjang yang sering tersendat oleh macetnya Jakarta, Nathiel tak pernah sekalipun berhenti mengajakku bertemu. Ia selalu menemukan cara, selalu mengusahakan hal-hal kecil maupun besar, hanya demi sesuatu yang selalu ia ingin perjuangkan... aku.
Kehadirannya terasa seperti angin hangat di tengah hari yang sibuk, dan Setiap senyumku yang menyambutnya seolah menghapus lelah perjalanan panjangnya, membuat macet dan panas Jakarta seakan tak pernah ada. Aku menyadari, tak semua orang mau bersusah payah hanya demi kebersamaan, tapi Nathiel... ia berbeda. Ia memperjuangkan aku, tanpa harus banyak kata, hanya dengan tindakan yang sederhana tapi penuh makna.
Dan kini, kita duduk di bagian outdoor kafe, seolah dunia ini hanya milik kita berdua. Menonton film kesukaan kita dari satu ponsel, sambil menikmati minuman dan camilan yang kita pesan bersama. Suasana hangat itu membuatku ingin bicara, tak akan pernah lupa.
,"Kamu jarang-jarangin tau ke aku-nya. Perjalanannya jauh, dan ngabisin uang juga."
Matanya menatapku sebentar sesaat setelah aku mulai berbicara, kemudian melirik ke sisi lain seolah mencari kata yang tepat. Saat aku selesai bicara, ia menghela napas pelan, tapi senyumnya tetap hangat- seperti selalu tau bagaimana menenangkan aku tanpa banyak kata.
"Aya.. aku seneng kamu khawatir sama aku, tapi hal kaya gitu ga usah kamu pikirin, kamu cukup seneng-seneng aja sama aku. Besok pulang sekolah aku jemput lagi ya."
Begitulah Nathiel. Seseorang yang selalu, selalu dan selalu mengusahakanku. Meski ada seribu alasan bagiku untuk menolak, ia selalu menemukan seribu alasan lain untuk tetap mendekat. Seseorang yang.. bahkan jika tak ku sebut namanya, ia akan selalu ada.
Mendengar jawabannya, jujur saja dalam hatiku aku sangat senang, tapi dibalik itu, aku merasa tidak enak padanya. Jadi aku tidak terlalu menunjukan raut senang, wajahku mungkin hanya menampilkan ekspresi puas dengan jawabannya, setidaknya itulah yang aku pikir.
"Udah jam 9, mau pulang?" tanyanya.
Aku mengangguk.
Aku membereskan barangku, dan Nathiel menunggu, lalu ia memegang tanganku segera setelah aku selesai merapihkan barang-barangku. Manusia itu tak pernah meninggalkanku, bahkan untuk sesaat. Nathiel... kekasihku.
***
Swipe Down.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEPAROSA [REVISI]
Teen FictionSEPAROSA --- Aku nggak pernah nyangka, rasanya bisa seberat ini cuma karena dia. Nathiel. Nathiel itu... nggak gampang dijelasin. Tegas tapi hangat. Keras kepala tapi bisa bikin aku ketawa cuma dengan satu senyuman. Dan anehnya, justru hal-hal keci...
![SEPAROSA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/276242092-64-k727236.jpg)