1. Masa Orientasi Siswa

11 1 0
                                        

𝐀𝐬𝐡𝐞𝐚𝐧𝐧𝐚 𝐀𝐥𝐮𝐧𝐚 𝐙𝐚𝐯𝐢𝐞𝐧𝐧𝐚 beserta dua sahabatnya, Oktapiola yang kerap dipanggil Ola dan Putryadheva atau biasa dipanggil Putri berangkat bersama ke sekolah. Mereka bersahabat sejak SMP dan berencana masuk ke sekolah SMA yang sama.

Saat ini tepatnya di hari pertama meraka sekolah, akan melaksanakan MOS yang diadakan setiap tahun ajaran baru. Dengan rambut yang dikepang sesuai dengan angka tanggal lahir masing masing dan name tag MOS terbuat dari kardus dan tali rapia.

Untungnya Luna lahir tanggal 2 jadi rambutnya hanya dikepang menjadi dua menggunakan pita berwarna putih. Berbeda dengan Ola yang dikepang 15 karena ia lahir tanggal 15, dan Putri yang dikepang 23 karena ia lahir tanggal 23.

Upacara pembukaan pagi ini ditemani matahari terik, apalagi Luna tidak sempat sarapan karena ia bangun kesiangan. Ditambah Luna yang baris paling depan dengan badan yang mungil dan pendek. Sayup - sayup mendengar kepala sekolah yang sedang memberi arahan, ia malah jatuh pingsan.

Membuat semua siswa terkaget dan panik, kepala sekolah yang masih berdiri didepan memanggil pemimpin barisan samping Luna untung membawanya ke UKS.

Manuel, yang kebetulan menjadi pemimpin barisan mau tak mau harus menggendongnya dan membawanya ke UKS. Membuat semua orang melongo, gile tumben apa?

Sepanjang jalan menuju UKS, Manuel menatap gadis cantik yang di gendongnya. Sebenarnya, ia sudah memperhatikan gadis ini semenjak gadis ini berdiri baris di sampingnya.

"cantik" gumamnya.

Sampai di UKS, Manuel meletakan Luna di brangkar dan menyuruh anggota PMR memeriksanya. Sedangkan Manuel kembali ke barisan.

Luna terbangun saat bel istirahat. Kepalanya pusing dan badannya lemas. Dua sahabatnya datang membawa bubur dan air mineral.

" Tadi waktu Luna pingsan, siapa yang bawa Luna? "  tanya Luna penasaran.

"Ituloh Luna, kakak yang jadi pemimpin barisan di samping lo, yang ganteng bangett ituuuu. Dengan gentlenya dia gendong lo aaaaaaaaw kenapa coba bukan gue aja yang pingsan?" seru Putri antusias.

Luna terkekeh, "Luna lupa, nanti kasih tau yang mana ya. Luna mau bilang makasih. "

Dua sahabatnya itu hanya mengangguk dan mulai memakan makanan mereka di UKS.

❀ ❀ ❀

Empat most wanted sekolah yang dikenal nakal tapi pintar dengan mempunyai wajah tampan dan terpampang hedonnya. Sedang berada kantin, meja terpojok belakang. Tempat ini sudah dilantik mereka menjadi singgasana untuk mengisi perut mereka.

Dhiadari Athalla kerap dipanggil dda yang merupakan singkatan dari namanya itu penasaran, "Manu, tadi yang lo gendong siapa?"

"Anak baru, namanya Luna".

Mavi yang berada disamping Manuel terkejut, "Adek gue? pingsan? sekarang dimana Nu?"
ujar Mavi membuat mereka heran.

"UKS" jawab Manuel datar.

Sebenarnya mereka terkejut mendengar fakta bahwa Mavi mempunyai adik. Ya, Mavi Andreas Hades adalah satu-satunya kakak dari Asheanna Aluna Zavienna. Mavi sengaja merahasiakan ini dari sahabatnya karena ia tau, mata sahabatnya ini langsung cemerlang kalo ketemu cewe cantik karena Mavi mengpede, adeknya itu sangat cantik kenyataannya memang begitu. Kecuali Manuel, anak yang satu itu belum pernah pacaran sama sekali. teuing  kenapa, bilangnya males aja.

"Nu, anter gue ke UKS hayu? Soalnya lo udah selesai makannya". pinta Mavi.

"Elah vi, bilang bae kalo lo takut adek lo tertarik sama gue secara muka gue ganteng cetar membahana gini makanya gue ga di ajak. Padahal batagor gue udah abis dari tadi. " sahut Dean.
Deandra Fernandez ini salah satu sahabatnya yang playboy. Mavi bersikeras untuk menjatuhkan pria berbau Dean disekitar adiknya .

Mavi hanya cengengesan, " Lo berdua nyusul aja, kasian nasgor Dda belum abis, nih buat bayar biar lo seneng" sambil mengeluarkan uang 50.000 dari sakunya.
Dda dan Dean bersorak gembira, sebenernya mereka termasuk orang yang berkecukupan. Ayah Dda adalah seorang dokter ahli bedah, sedangkan ayahnya Dean itu seorang pilot. Tapi kalo gratisan, siapa yang gamau coba?

Sepanjang jalan menuju UKS, tak sedikit dari siswa dan siswi yang menyapa mereka. Tapi hanya dibalas muka datar Manuel dn senyum tipis Mavi. Mavi tak secuek dan sedatar Manuel, ia terbilang ramah dengan senyuman tipisnya.

❀ ❀ ❀

Luna dan sahabatnya masih di UKS, Luna masih terlihat pucat. Apalagi kegiatan selanjutnya adalah semacam permainan. Ya meski ga beda jauh dengan siksaan anak OSIS sih. Jadi Luna disaranin istirahat di UKS sama kakak OSISnya. Baik banget tumben.
Saat Ola dan Putri membuka pintu, Mavi dan Manuel masuk. Ola dan Putri yang awalnya akan keluar memilih tidak jadi. Kapan lagi liat cogan sedekat ini? 

"Luna, tadi bilang lo mau tau siapa yang bawa lo ke UKS kan? kakak ini yang gendong lo tadi. " ujar Ola.

Luna beralih menatap Manuel. Ia tersenyum manis, "Makasih udah tolongin Luna ya kak, maaf ngerepotin." Lalu beralih menatap kakaknya, "Kak maafin Luna ga sempet sarapan tadi, tolong jangan bilangin Bunda ya? nanti Luna diomelin lagi" pinta Luna memelas. Luna mempunyai penyakit anemia. Bahkan jika Luna terlalu lama berdiri, bisa saja ia jatuh pingsan. Ini adalah alasan kenapa Mavi harus ekstra menjaga adik kesayangannya itu. 

" Kali ini kakak ga bakal bilangin bunda soalnya kamu udah makan sama minum obatnya. Tapi kalo kejadian kayak gini terulang lagi, kakak bakal minta kamu homeschooling. Mau?"

Luna menggeleng cepat, ia tidak mau homeschooling, ia ingin mempunyai kisah SMA yang indah, seperti yang ia harapkan. Ia tak ingin sakit terus menerus dan merasa terkurung di rumahya. 

Sedangkan Putri, diam diam menatap Manuel kagum. 'Aduh ganteng banget, dada gue dag dig dug ser, perut gue berkupu kupu, apa ini yang dinamakan cinta pandangan pertama? tapi kakaknya Luna juga ganteng banget haish. Tapi kak Manuel aja deh keliatan banget kokohnya waktu gendong Luna. Yaudah Fix! Kak Manuel aja xixi' batin Putri senang. 

❀ ❀ ❀

MANUELUNAWhere stories live. Discover now