2. PINDAH

41.3K 2.1K 88
                                    

Jangan lupa vote, komen, dan share ke teman-teman kalian ya🎸🎸

Pintu kamar mandi terbuka, Langit keluar dengan handuk kecil yang tersampir di pundak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pintu kamar mandi terbuka, Langit keluar dengan handuk kecil yang tersampir di pundak. Rambutnya yang basah di acak-acak hingga sisa-sisa air menetes ke mana-mana. Mata laki-laki itu menatap Senja yang duduk di sofa sambil memejamkan mata. Seringai yang muncul pertanda akan ada keusilan yang akan dia lakukan.

Bugh!

"GILA! APA-APAAN LO?" Senja mengambil handuk basah yang mendarat tepat di wajahnya dengan kasar, lalu kembali melempar benda tersebut ke pemiliknya.

Langit menangkapanya dengan senang hati, kemudian melemparnya lagi seperti melempar bola basket. Bukan ke arah Senja, tapi ke dalam keranjang pakaian kotor tang kosong di pojok ruangan.

"Mandi sana. Udah kayak gembel, tuh,"

"Ya, tapi, nggak usah lempar-lempar, dong," jawab Senja dengan nada sewot.

"Makanya cepetan mandi. Habis itu ikut gue keluar."

"Iya, iya." Senja segera turun dari sofa, kemudian mengambil pakaian beserta alat mandinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

Langit merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia berencana untuk mengajak Senja jalan-jalan. Hitung-hitung untuk berkenalan lebih lanjut lagi. Baru setelah itu mereka akan pindah ke apartemen.

"Gue beneran udah nikah," gumamnya tidak percaya sembari menatap lurus langit-langit kamar. Tak lama kemudia suara ketukan pintu membuatnya segera bangkit untuk melihat siapa yang datang.

"Eh, Bi. Ada apa?"

Bi Sumi tersenyum sebelum menjawab. "Di bawah ada orang tuanya Mbak Senja."

Oh, udah datang, ya." Langit mengikuti langkah Bi Sumi yang turun ke lantai bawah. Dia tersenyum saat orang-orang yang berada di lantai satu menyapa.

"Senjanya kemana?" tanya Bulan kepada anak semata wayangnya saat pemuda itu sudah duduk di sampingnya.

"Mandi."

Tanpa aba-aba, Bintang memberi wejangan lagi untung sang anak. "Kedepannya, sikap kamu harus dirubah. Kamu sekarang sudah menikah, sudah punya istri, sudah punya tanggung jawab. Seharusnya memang belum waktunya, tapi mau bagaimana lagi? Semua sudah terjadi."

"Iya, apa lagi kamu sudah kelas dua belas. Sebentar lagi mau lulus. Sikapnya dijaga. Jangan sering bolos," inbuh Guntur.

Langit hanya mengangguk-ngangguk mendengar setiap kata yang diucapkan.

LANGIT [ REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang