Prolog

3 0 0
                                        

Lala berfikir bagaimana caranya membujul anak kecil agar memberikan ikannya kepada dirinya.

Seperti mendapat ide, dirinya lalu tersenyum dan berjalan mendekat anak itu.

Lala tengah membisikan sesuatu kerah telinga anak kecil yang berada di dektanya.

Setelah itu senyum terbit dari bibir anak kecil itu, dan langsung menyerahkan aquarium kecil yang sedari tadi berada ditangannya kepada Lala.

Lala mengusap kepala anak itu lalu tersenyum, "Nanti kaka kasih ya? eum-- siapa nama kamu?" sejenak Lala menjeda ucapannya.

"Akyel," jawabnya.

"Oke Akyel nanti kaka kasih ya, makasih anak ganteng." setelah itu Lala menjauh dari Akyel, untuk pergi membayar.

Akyel lalu menatap lelaki yang sedari tadi hanya melihat iteraksi mereka berdua, tanpa minat.

"Dia bilang apa tadi?" tanya lelaki itu.

"Katanya, kaka cantik mau kasih aku hamster, kaka cantik punya banyak dirumah jadi mau kasih ke aku." jawab Akyel polos.

"Trus kasihnya gimana?"

"Aku gak tau,"

"Akyel cuma dibohongin sama dia, sekarang dia nya udah pergi kan."

Akyel langsung menatap sekitar, melihat sekeliling tidak menemukam keberadaan Lala.

Lalu Akyel menatap lelaki itu dengan mata berkaca kaca, hampir menangis kalau saja lelaki itu tidak merayunya.

"Eh udah jangan nangis, sstt diem diem." katanya dengan wajah panik.

"Mau hamster, ini semua salah om pokoknya, ayo cari kaka cantiknya." tetap saja Akyel menangis dan minta bertemu dengan gadis tadi.

Bagaimana caranya dirinya mencari, bahkan mereka tidak saling mengenal.

Nambah kerjaan aja si, apa gue buang aja ya ni anak? ucap lelaki itu, tentunya dalam hati.

•••

LOLLL, I know this is weird but lemme fix in the next chapter.

Thank you, for read this story, I hope you like it and don't forget to share, comments, and share <33.

UNBEATABLEWhere stories live. Discover now