01 : Berangkat bareng

38 7 0
                                        

~Semoga awal kisah cerita ini akan berakhir bahagia seperti yang kita inginkan~
-AZKARA-

***


"pagi Arang" sapa Azka.

Arang, Ara sayang. Panggilan khusus yang diberikan oleh Azka hanya untuk Inara.

senyum laki-laki itu pagi ini terlihat begitu manis, yang hanya ditunjukkan untuk perempuan dihadapannya, Inara. Tangannya sibuk mengusak rambut perempuan didepannya, hingga membuatnya sedikit berantakan.

"Ihh Azka, jadi berantakan tauu" perempuan yang bernama Inara itu sedikit kesal, namun juga senang mendapat perhatian dari Azka, pacarnya.

"Hahha.. yaudah yuk naik, ntar telat" ajaknya kepada Inara, ia pun langsung naik ke motor Azka.

Pagi itu merekapun pergi berdua menuju ke sekolah seperti hari-hari biasanya.

Sesampainya disekolah, Inara langsung turun dari atas motor Azka.

Mereka berjalan berdua menuju kelas masing-masing. Azka kelas XII-IPA-1 dan Inara kelas XII-IPA-3.

Murid-murid yang berada dikoridor itu sama sekali tak heran melihat kedua pasangan serasi yang melewati mereka. Siapa yang tak kenal pasangan Azkara? Hampir 3 tahun sudah umur keduanya menjalin hubungan, bahkan mereka sering menjadi sorotan banyak siswa-siswi.

Sebelum ke kelasnya, Azka terlebih dahulu mengantar Inara, "Semangat belajarnya, jangan malas-malasan biar nanti waktu lulus nilainya bagus" peringat Azka.

"Iyaaa pak boss Azka" jawabnya, tangannya membentuk ala-ala hormat.

Azka dibuat gemas melihatnya, ia mencubit hidung mancung Inara hingga memerah. "Ihh Azka sakit tauu" gerutunya.

Azka terkekeh, "yaudah masuk gih, aku juga mau ke kelas"

"Dadah pak bos Azkaa.." ucapnya sembari melambaikan tangan.

Inara masuk dan Azka pergi ke kelasnya.

"Ehh neng Ara udah dateng" sapa sahabat Ara, Romi.

Inara hanya menanggapinya dengan senyuman manis, lalu segera menuju ke kursi miliknya.

"Ehh pacar gue udah dateng" Ucap Raka yang duduk tepat di bangku belakang Ara, lalu tak lama setelah mengucapkan kalimatnya, ia langsung menerima sebuah jitakan di kepalanya.

"Gak usah banyak halu, udah ada pawangnya" peringat Agnesia, sahabat Inara.

"Apaansih lo amnesia, pala gue sakit tau" ucap Raka sembari mengelus-elus kepalanya yang sakit.

"Apa lu Kate? Sejak kapan nama gue berubah" Agnesia berdiri dari duduknya, kedua tangannya sudah berada di kedua sisi pinggang, Raka telah membangunkan singa yang sedang tidur.

"Duhh ngeri bakal ada perang dunia susulan nih, gue izin pamit bentar ya. Neng Ara nitip sepatu, ntar kalo rame balik lagi" ucap Romi pamit mengundurkan diri, takut-takut jika ia kena semprot juga.

"Udah udah.. ini masih pagi, gausah berantem deh" lerai Inara lalu menyuruh sahabatnya Agnesia dan Raka untuk kembali duduk ditempatnya masing-masing.

"Karna gue lagi mager adu bacot, jadi gue ngalah" ucap Raka dibelakang yang sedetik kemudian langsung menerima lirikan syaiton dari Agnesia.

-

"Pala gue puyeng banget kalo diajarin sama pak uyub" keluh Romi saat detik-detik akhir bel istirahat akan berbunyi.

"Gue kira gue doang" sahut Raka disebelahnya.

"Samaa" rengek Agnesia.

Mereka bertiga kompak melihat ke arah Inara bersamaan, berharap setidaknya Inara mengerti. Inara yang ditatap langsung oleh 3 sahabatnya pun menjawab, "Napa pada ngeliatin gue? Lu pada ngira gue paham"

"Kagak woii" sambungnya.

Bagaimana mereka tidak pusing, pak uyub itu kalau menjelaskan materi selalu muter-muter. Mungkin dikelas tersebut tak cuma 4 serangkai itu yang kesulitan memahami, namun bisa saja satu kelas tidak paham. Mana pelajarannya matematika pula.

Mereka kemudian menghela nafas berat. cocok sudah 4 serangkai itu, Seperti anak kembar saja. Goblok saja barengan, nafas pun juga haha.

Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi, membuat seisi ruang kelas menjadi ribut karna senang.

4 serangkai itu bergegas membereskan barang-barang, lalu beranjak dari tempat untuk menuju kantin.

Baru saja mereka sampai di depan kelas, ternyata sudah ada Azka yang sedang bersender di dinding menunggu pujaan hatinya, Inara. Aciee..

"Buset dah pawangnya udah stand bye" Raka geleng-geleng.

"Oh iyaa ka, tadi cewek Lo di godain sama kera satu ini" Agnesia menunjuk-nunjuk kearah Raka.

Azka melempar tatapan menyelidik kearah Raka yang sontak membuat Raka sedikit panik. "Mana ada Ka, Amnesia lagi punya dendam kesumet sama gue makanya asal nuduh" Raka berbalik menuding Agnesia tak terima.

"Yaampun udah deh, dari pagi berantem mulu. Mending ke kantin gue laper" seru Inara.

"Iya iya.. bener kata neng Ara mending buruan ke kantin sebelum gak dapet tempat" timpal Romi.

Inara kemudian menarik tangan Azka dan Agnesia untuk ikut dengannya, daripada terus-menerus kelai. Belajar dengan pak uyub sudah membuat kepalanya panas, sekarang ditambah lagi dengan sahabat-sahabatnya.

-

"Gila lu Ra, laper apa gimana" Agnesia geleng-geleng kepala melihat dua mangkok
Bakso yang sudah ludes disantap oleh Inara.

Inara meneguk minumannya lalu tersenyum menanggapi Agnesia.

"Kamu tadi pagi gak sarapan?" Tanya Azka.

"Hehe mager" Jawab Inara dengan wajah polosnya.

Azka menegakkan tubuhnya lalu menatap Inara intens, "mager?" Ia sudah siap untuk mengomeli Inara.

"Memangnya sarapan sesusah itu ya? Kalo kamu gak sarapan terus sakit gimana? Kalo Nanti kamu pingsan aku gak mau gendong" kesalnya masih menatap Inara tajam.

Inara meneguk salivanya susah, kalau Azka sudah mengomel seperti ini Inara hanya bisa merenung, "Iya.. maafin Arang ya Azka. Tadi pagi Arang beneran mager banget buat bikin sarapan" sesalnya.

Azka tak menggubris permintaan maaf Inara.

-

"Azkaa masih marah ya sama Arang?" Tanya Inara sesampainya diparkiran ketika melihat wajah Azka yang terlihat dingin.

Inara menunduk, "Maafin Arang, kan sesama manusia harus saling memaafkan" ujar Inara sambil menunjukkan puppy eyes miliknya.

Azka menghela nafas, ia tak kuat melihat Inara yang menggemaskan seperti ini. Susah-susah ia berlagak sok marah dan pada akhirnya sia-sia, "Iya aku maafin, tapi inget jangan diulangi lagi" finalnya sambil mencubit pipi Inara.

"Yess"

Azka memasangkan helm ke kepala Inara, "Ayo"

Inara naik tak lupa ia memeluk Azka agar tidak limbung saat dijalan pulang.

***

Hai salam kenal semuanya..

Selamat datang di kisah 'AZKARA'

Aku buat cerita ini sebenernya buat simpenan aja, tapi kalau suatu saat nanti rame aku bakal makasih banget sama kalian yang udah sempetin waktu buat baca~

Tolong berikan antusias kalian dengan cara vote..

Komen juga di setiap paragraf biar aku semangat buat ngetiknya..

Sekali lagi, selamat datang di 'AZKARA'.
Mari sama-sama menuntun cerita ini menuju akhir bahagia.

AZKARA [On Going]Stories to obsess over. Discover now