Cerita Dahulu dan Kini

7 1 0
                                        

Sebuah kebakaran besar terjadi di salah satu pabrik terbesar di kota Busan. Keramaian orang mengerumuni lokasi pabrik tersebut sehingga menyulitkan para petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Tak hanya itu wartawan berburu untuk mendapatkan rekaman yang baik saat itu menambahkan sesak kerumunan yang ada. Sementara itu sepasang orang tua tengah histeris menantikan kabar putranya yang terjebak dalam kobaran api tersebut.

#Dalam Gedung.

"Jung...uhuk uhuk uhuk.... Aku takut!" Ucap seorang anak perempuan yang tengah bersembunyi disebuah ruangan yang telah di kelilingi api dan asap tebal bersama seorang anak laki-laki yang terus memegang erat tangannya.

"Jangan takut Seul, aku ada disini." Balas anak laki-laki itu untuk menenangkan teman perempuannya.

Terdengar dari luar beberapa orang berteriak dan mereka berdua pun membalas panggilan suara yang terdengar.

"Ahjussi! Disini, kami disini!" Teriak anak laki-laki bernama Jung itu dan teman perempuan disampinya sudah mulai sesak dan lemah.

Satu persatu dari petugas penyelamat masuk keruangan suara tadi berasal dan mencari keberadaan si pemilik suara.

"Seul, kamu harus bertahan!" Suara Jung terdengar oleh salah satu petugas dan memanggil petugas lainnya.

Seul pun tidak sadarkan diri lagi karena menghirup terlalu banyak asap dalam ruangan itu dan diambil lebih dulu oleh salah satu petugas disusul Jung yang kemudian ikut di evakuasi.

Mereka berdua pun selamat dan Jung sudah berkumpul dengan kedua orangtuanya. Sementara anak perempuan tadi diberikan tindakan pertolongan pertama untuk menolongnya. Jung, melihat keadaan anak itu dan hatinya begitu hancur ketika para petugas menyatakan bahwa anak perempuan itu tidak tertolong.

"Hiks hiks hiks... Seul." Isak Jung dan akhirnya dibawah pergi oleh kedua orang tuanya meninggalkan anak perempuan itu yang tengah ditangisi oleh keluarganya.

Anak gadis dengan model rambut ikat Cepol berpita merah itu adalah teman dekat Jung. Kepergiannya membuatnya sangat sedih. Walaupun mereka baru bertemu beberapa hari sebelum kebakaran pabrik itu terjadi. Namun, mereka sudah sangat dekat dan anak perempuan itu adalah anak yang sangat periang. Disaat itu Jung berusia 10 tahun, seumuran dengan gadis itu dan kenangan buruk itu terus menghantuinya.

SKIP

6 Tahun berlalu dan kejadian itu terus membangunkan Jung dari tidurnya. Mendahului alarm yang selalu disetel olehnya. Pagi itu masih gelap dan angin sejuk menerpa wajahnya ketika membuka jendela. Jung memperhatikan sekitarnya. Tidak ada seorang pun yang berlalu lalang sepagi ini. Jam 4 subuh. Tentu saja, selain Jung pasti semua orang masih terlelap dialam mimpinya yang indah. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh Jung.

Seperti biasa, Jung selalu pergi sekolah lebih awal dengan berjalan kaki lalu menunggu di halte busway untuk menunggu bus ke arah sekolahnya datang. Jung menggosok kedua tangannya untuk bisa mendapatkan kehangatan di pagi yang masih buta itu.

"Eung?" Jung terperanjat kaget ketika
Melihat segelas minuman hangat berada di depannya. Disodorkan oleh seseorang yang asing dan ketika ia menengok, Jung kembali terperanjat kaget. Pupil matanya membesar menatap sosok di depannya. Seorang gadis yang tidak dikenalinya namun bisa menggetarkan hatinya.

"Minumlah selagi hangat." Ucap gadis itu lalu mengambil alih dudukan disamping Jung lalu meminum minumannya.

"Kenapa?" Tanya gadis itu kepada Jung karena merasa bahwa laki-laki itu terus menatapnya sejak tadi.

"A-a-aniyo. Amugeotdo aniyeyo." Jawab Jung lalu memalingkan wajahnya dan kemudian menundukkan kepalanya sambil menatap gelas minuman hangat ditangannya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 21, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SMERALDOWhere stories live. Discover now