BAB 2

175 50 99
                                    

"Ahjumma, aku pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ahjumma, aku pulang." sapa Hyun Jae memasuki sebuah rumah sederhana berlantai satu.

Walaupun terbilang sederhana, tapi rumah itu dilengkapi dengan dua kamar tidur, dapur, satu kamar mandi, dan ruang tamu. Dengan lantai kayu dan ruangan yang dipenuhi warna cokelat muda. Membuat rumah itu terasa sangat hangat.

"Hyun Jae-nie?" seorang wanita berusia 40an keluar dari salah satu ruang kamar tidur.

Kang Shin Ah, wanita berkepala empat yang dipanggil ahjumma itu adalah seseorang yang memberikan gadis kecil itu tempat bernaung. Dulunya, dia dan keluarga Hyun Jae bertetangga. Dan mereka sudah kenal dekat layaknya keluarga.

Bibi Shin adalah seorang janda, ia sudah ditinggal mati suaminya sejak bertahun-tahun lamanya. Dan ia tidak memiliki cucu maupun anak. Karena itu, ia hanya hidup seorang diri di rumah peninggalan suaminya.

Sejak kedatangan keluarga Hyun Jae, Bibi Shin merasa seperti mendapat keluarga baru. Kakak beradik itu sering main ke rumahnya selagi kedua orangtuanya bekerja. Ia sangat menyayangi Hyun Jae dan Hyun Ae seperti anaknya sendiri.

Dan ia lah orang pertama yang mengulurkan tangannya untuk Hyun Jae, saat gadis itu ditinggalkan oleh orangtuanya. Bibi Shin dengan senang hati memberikan gadis itu tempat tinggal. Bahkan Hyun Jae berniat membayar uang sewa, tapi ditolaknya. Ia tidak ingin Hyun Jae semakin menderita, memikirkan tentang biaya hidup yang seharusnya masih ditanggung orangtuanya.

"Makanlah dulu, aku sudah membuatkan sup rumput laut kesukaanmu." Bibi Shin menghampiri Hyun Jae yang tengah melepas sepatu, memandangnya dengan penuh cinta.

"Ne, aku akan ganti baju dulu, baru makan."

Hyun Jae memasuki kamarnya. Kamar yang tidak terlalu besar, terdapat satu single bed, lemari kecil untuk pakaian, dan sebuah meja kecil di samping lemari untuk menaruh buku-buku sekolahnya, sekaligus tempatnya belajar.

Tidak lama setelah itu, Hyun Jae menuju meja makan kecil yang terdapat dua kursi yang saling berhadapan.

Sementara itu, Bibi Shin tengah menonton tv di ruang tamu. Duduk di atas sofa berukuran dua orang yang telah usang dimakan oleh waktu.

"Bagaimana sekolahmu?" tanya Bibi Shin.

Bibi Shin selalu menanyakan hal yang sama selama setahun terakhir ini. Ia khawatir Hyun Jae akan mengalami perundungan dari teman-teman sekolahnya. Mengingat nasib yang dialami gadis itu sudah menjadi rahasia umum.

"Aku baik-baik saja, kok." seperti biasa, Hyun Jae selalu mengatakan hal yang sama diiringi senyum yang terukir dari bibirnya.

"Oh iya, ahjumma. Aku harus pergi setelah ini." ujar Hyun Jae setelah melahap suapan terakhirnya.

"Kerja paruh waktu lagi?" Bibi Shin sudah paham betul jadwal gadis itu.

"Ne,"

"Baiklah,"

GoodBye Oppa [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang