1. The first meeting

260 159 104
                                    

Allo jangan lupa voment ya
Hehe<3

⚠️ Typo bertebaran ⚠️

🌻 Happy Reading 🌻

OoO

Thalia berlari kecil menuju kamar nya sambil menyembunyikan sesuatu di dalam hoodie kelinci yang sedang gadis itu pakai. Takut-takut sang daddy dan mommy nya mengetahui yang sedang ia bawak, lebih parah nya lagi jika sang abang yang tau.

Gadis kecil itu berjalan menaiki tangga dengan mengendap-endap seperti maling.

"Thalia." seru seseorang dari lantai bawah, huh Thalia mengenali suara itu, ya itu suara abang nya, Nio. Sepertinya dewi fortuna kali ini tidak berpihak padanya, membuat Thalia mengerucutkan bibir mungil nya, menyebalkan.

Nio menghampiri adik nya yang sudah mencapai lantai atas, Thalia yang menyadari itu langsung menyembunyikan rapat-rapat sesuatu yang ia bawa. "kenapa jalan nya ngendap-ngendap? Kayak nya abang tau, pasti ada yang Lia sembunyiin." ucap Nio santai, tapi tidak dengan Thalia yang seperti menahan tangis, takut sang abang marah, dan mengadu pada sang Daddy nya garang.

"Heum, enggak abang. Lia gak nyembunyiin sesuatu kok." ucap Thalia gugup.

Huhuuuu Lia takut abang marah tauuu. Teriak batinnya.

"Itu yang di dalam hoodie apa sayang? Coba abang liat." kata Nio sambil menunjuk sesuatu yang Thalia sembunyikan dalam hoodie nya.

"Enggak ada apa-apa abang, ihhh abang gak percaya, Lia gak suka." gerutu Thalia sebal.

Nio tersenyum gemes. "abang kan cuma mau tau yang Lia sembunyiin, yaudah kalo Lia gak mau kasih tau, abang marah."

Thalia memandang sang abang takut. Dengan ragu Thalia mengeluarkan nya, dan menunjukkan pada sang abang.

"Coklat." gumam Nio saat melihat yang disembunyikan sang adik.

"Lia mau coklat abang, Daddy gak bolehin Lia makan coklat, Mommy juga." ucap Thalia sambil menunduk takut.

"Terus kalau gak boleh, Lia mau makan coklat nya diem-diem?" Thalia mengangguk ragu.

Nio menghela nafas kasar. "Lia gak boleh kayak gitu, coba kalau abang gak tau, Lia makan coklat nya terus sakit gigi gimana?" tanya Nio membuat Thalia terdiam.

"Kayak nya emang harus diaduin ke Daddy, biar Lia kapok di hukum sama Daddy." ucap Nio lagi, Thalia langsung memeluknya erat.

"Gak mau abang, huhuhu maaf-maaf, Lia gak gitu lagi maaf abang, Lia janji." ucap Lia sambil menangis sesegukan dipelukan Nio.

"Janji sama abang, kalo Lia ingkar abang langsung bilang Daddy ngerti." tegas Nio agar sang adik tau.

"Janji banyak-banyak abang."

"Good girl, coba liat sini buang dulu ingus nya." Thalia mendongak, Nio langsung menggamit ujung kaos yang digunakan nya, untuk membuang ingus sang adik. Nio sedikit terkekeh melihat wajah sang adik yang memerah ditambah air mata yang sudah belepotan.

"Daddy sama Mommy bakal pulang malem, Lia mau ikut abang apa mau di mansion aja?" tanya Nio.

"Lia mau ikut abang." jawab nya.

A & A (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang