Sinar matahari masuk ke cela-cela jendela kamar hotel yang ditempati Andrian dan Tarrisa. Tarissa yang merasa terusik dengan tidur nyenyak nya langsung terbangun.
Tarissa meregangkan ototnya. Melirik jam yang berada di dinding kamar. Tarissa melirik kearah sofa terlihat Andrian yang sedang tertidur Pemandangan yang tak akan Tarissa sia-siakan.
Fokusnya sekarang hanya kepada Andrian yang sedang terlelap dengan wajah polosnya bulu mata yang lentik alis yang tebal bibir seperti Cherry dan uh dada bidang Andrian yang begitu menggoda iman terekspos apalagi selimut yang Andrian gunakan itu sudah mencapai hampir keperutnya sayangnya Tarissa tak bisa melihat roti sobek milik Andrian Ya Andrian memang tidur dalam keadaan shirtless. Tarissa sangat yakin benar-benar yakin bahwa dibalik selimut tebal yang Andrian gunakan terdapat roti sobek yang tersembunyikan. Tarissa menelan ludah sesaat setelah itu dia hampir terkekeh karena tergoda dengan Andrian.
"Udah liatinnya?" Tanya suara serak, yang berhasil membuat Tarissa gelagapan. Tarissa segera memalingkan wajahnya berusaha tidak melihat Andrian yang tengah membetulkan posisi duduk.
Kaki Tarissa menginjak dinginnya lantai hotel. Berjalan melawati Andrian yang sedang menatapnya, Tarissa mengambil handuk yang berada didekat kamar mandi.
"Mau kemana?" Tanya Andrian menghentikan pergerakan Tarissa. Tarissa menoleh kearah Andrian lalu menunjukan handuk yang berada ditangannya.
"Udah ambil handuk pasti mau mandi lah! Masa mau ngepel" Jawab Tarissa cemberut
"Nggak mau mandi bareng, Sekalian kamu bisa grepe-grepe saya" Ucap Andrian kali ini membuat Tarissa melongo tidak percaya.
Benar-benar tidak bisa dipercaya Andrian yang Tarissa kenal adalah Andrian yang pendiam bukan Andrian berotak mesum seperti sekarang.
"Diem berati iya, Kuy!" Andrian mengubah posisinya menjadi tegap. Lagi-lagi mata Tarissa yang suci ternodai kali ini karena boxer hitam ketat yang dipakai Andrian. Bisa Tarissa lihat bahwa ada yang menonjol ditengah-tengah nya.
"Kamu liatin saya kayak mau nelanjangin saya. Nggak sabar mandi bareng yah, Oke - oke bakal aa' puasin kok"
Setan Umpat Tarissa dalam hati perempuan itu melotot tajam kearah Andrian yang sedang mendekatinya.
"Nggak ada mandi bareng-barengan! Mandi sono sama kecoa!" Ucap Tarissa kesal lalu segera meninggalkan Andrian yang berdiri didepan pintu kamar mandi.
Jantung Tarrisa berdegup kencang dia tidak tahu kalo Andrian sangat berefek besar untuknya apalagi ketika tau kalo Andrian mempunyai sifat mesum Tarissa takut khilaf walau dia tahu Andrian adalah suaminya yang sah dimata agama maupun hukum.
Setelah membersihkan tubuhnya Tarrisa segera mengambil handuk yang sudah dia sampirkan dibelakang kamar mandi setelah itu dia langsung memakai baju mandi.
Tarrisa membuka kenop pintu dengan hati-hati penampilan dia kali ini rawan dan dia harus was-wasan takut ada macan yang segera menerkamnya Untungnya Andrian tidak berada dikamar mungkin lelaki itu sedang sarapan diluar. walau Tarrisa tidak yakin juga kalau Andrian bisa nafsu dengannya setau Tarissa yang tergoda hanyalah dia.
Tarissa menghembuskan nafas lega segera membuka koper untuk mencari pakaiannya. Setelah mendapatkannya Tarissa memakainya dalam diam.
Ceklek
Suara kenop menghentikan kegiatan Tarissa yang sedang memakai branya. Dengan gelagapan Tarissa mengaitkannya dengan cepat.
"Gede juga," Ucap suara sebasi (Serek basah seksi) yang sudah familiar ditelinga Tarissa, Tarrisa menoleh dan mendapatkan seorang lelaki tengan menonjolkan kepala disela-sela pintu yang sudah dia buka sedikit.
"ANDRIAN SETANN MESUM!!!" Teriak Tarissa kencang hingga pintu yang awalnya terbuka kembali tertutup menyisahkan Tarissa dengan wajah yang sangat memerah.
Setelah memakai pakaiannya dengan muka yang menahan rasa malu Tarissa langsung segera menatap kearah jendela menatap kearah suasana pagi ibukota yang terlihat sangat sibuk.
"Liatin apa?" Tanya suara dari belakang Tarissa.
"Liatin pemandangan,"
"Pemandangan, nggak salah tuh? Udah makan belum?" Tanya Andrian lagi.
Tarissa menggeleng lalu segera beralih duduk kesofa dan mengambil majalah yang memang sudah disediakan.
"Kamu udah mandi?" Tanya Tarissa menoleh kearah Andrian yang tengah berbaring diranjang sambil menatap langit-langit kamar.
"Belum, Udah aku mandi kita makan diluar ya?"
"Nggak lagi laper"
"Makan Tarrisa entar sakit, kamu itu sekarang tanggung jawab aku"
"Kan cuma istri boongan" Jawab Tarissa jujur walaupun dilubuk hatinya tak rela disebut istri boongan.
"Yaudah terserah kamu, temenin aku aja cari makan oke!" Setelah mengatakan itu Andrian langsung menuju kamar mandi.
Mata Tarissa masih menjelajahi setiap bacaan yang ada dimajalah sampai Tarissa tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang memperhatikannya.
"Baca in apa sih sampe cowok seganteng aku aja di anggurin" Ucap Andrian sambil merapikan rambutnya yang basah kali ini Andrian sudah siap dengan pakaian santainya kaus polo hitam yang membuat Andrian entah kenapa menjadi sangat seksi.
"Enak baca daripada liat muka kamu trus bikin bosen," Jawab Tarissa tidak sesuai dengan fakta padahal wajah Andrian itu walau diliat berulang Kali pun tetap tidak akan bosan.
"Bosen atau takut khilaf" Ucap Andrian terkekeh apalagi ketika melihat wajah Tarissa yang sudah memerah.
"Jadi nggak perginya kalo nggak jadi yaudah lagian aku mager juga!"
"Jadi ayo!"
~
Sampainya disebuah warung makan yang menyediakan aneka sarapan pagi. Andrian segera memesan dua porsi bubur ayam. Setelah menunggu akhirnya bubur ayam pun sudah berada diatas meja Andrian dan Tarrisa.
"Makan!" Seru Andrian sambil menyodorkan satu porsi bubur ayam yang terlihat menggiurkan.
"Aku nggak laper Andrian!" Elah Tarissa
"Astagah Tarissa kenapa kamu keras kepala sih"
"Enggak sarapan sekali nggak akan bikin aku sakit An" Jawab Tarissa gemas ketika melihat Andrian memaksanya.
Setelah mengatakan itu Andrian tidak lagi memaksannya lelaki itu makan dalam diam.
"Kamu marah?" Tanya Tarissa yang sudah lelah dengan Andrian yang mendiamkannya.
"Siapa yang marah?"
"Kamu lah kan dari tadi nggak ngomong,"
"Astagah Tarissa masa aku makan sambil ngobrol kan nggak boleh"
Tarissa menganggukan kepala.
"Andrian!!" Sebuah suara mengintrupsi pergerakan Andrian. Tarrisa menoleh mendapatkan seorang wanita cantik yang berdiri agak jauh dari tempat mereka.
Tarissa beralih menatap Andrian yang air mukanya sudah berubah. Ekspresi Andrian benar-benar dingin.
"Tarissa ayo pulang" Seru Andrian sambil mencekal tangan Tarissa dan mengajaknya segera berlalu.
💜💜💜
Akhirnya aku bisa apdet lagi yeay. ..Btw maaf banget karna jarang update dan belum bisa jawabin komen satu-satu karna aku lagi super duper sibuk. Nanti next nya bakal aku update cepet doain aja ya..