Spring With You

By kaguyahimechan

83.7K 5.7K 690

[COMPLETED] Kamu tahu apa yang selalu kurindukan dari musim semi? -aroma wangi bunga serta kenangan manis kit... More

#prolog
Trouble Maker
Kenzie
The Ice Prince
Broken Vow
puzzle
Ohissashiburi
Another Trouble Maker
Mood Boosters
Meet Up
a Little Surprise
It's All About Love
Chaotic
Evelyne Walcott
Anger
Jyaa Ne
Ading's Side Story
Mama
Fatty Girl
Farewell Party
River Flows In You
Hey Dad...
Hate To Be Here
Maybe
Chibi Dori Chan
Jealous
a Dream
I'm Okay
Complicated
Throw Back
Everything has changed
I Think, I Love You.
The Truth
Incandescently Happy
Who Are You?
It's Not The Unrequited Love
It's Hurt
Sob On and On
I Found You
an Apology
I Will Wait
Epilog
A Thousand Thanks

Sorry

1.4K 104 11
By kaguyahimechan

Suasana kantin saat itu sangat ramai. Kina dan Keyra hanya duduk berdua saja. Mereka berdua tampak sedang asik mengobrol dan sesekali tertawa.

"Key, gue ketinggalan banyak pelajaran nih. Padahal minggu depan UAS. Gue pinjem catatan lo boleh nggak?" Tanya Kina setelah menyeruput es teh tawarnya.

Sesaat Keyra melirik wajah Kina. Terlihat raut khawatir di wajahnya itu. Bagaimana tidak khawatir, UAS sebentar lagi, tapi Kina masih harus disibukkan dengan persiapan kompetisinya. Namun Keyra yakin, Kina bisa dengan mudah mengejar ketertinggalannya pada pelajaran. Karena Kina adalah gadis yang pintar. Di kelasnya, dalam soal pelajaran, Kina selalu menduduki ranking kedua di bawah Keyra. Perbedaan nilai keduanya sangatlah tipis.

Keyra mengangguk mengiyakan.

"Lo nggak perlu khawatir gitu deh, Na. Kita bisa belajar bareng kalo perlu." Usul Keyra seraya tersenyum.

Nampak raut wajah lega menghiasi wajah Kina saat mendengarnya.

"Wahh thanks banget-banget deh, Key. Iya bagusnya sih kita belajar bareng aja takutnya ada yang nggak gue ngerti." Ujar Kina dengan nada ceria.

"Sippp, beres deh." Sahut Keyra.

"Key, lo masih marahan ma Edgar ya?" Tanya Kina tiba-tiba.

Sesaat raut wajah Keyra berubah datar saat mendengarnya. Semenjak kejadian dua hari yang lalu dimana Keyra jatuh pingsan dan ditemani Edgar di klinik, kejadian itu tidak membuat hubungan Keyra dan Edgar membaik. Keyra masih saja malas bicara dengan Edgar dan Edgar pun nampaknya sama. Edgar tetap dengan sikap cueknya seperti semula.

Saat Keyra hendak membuka mulut untuk bersuara, pandangannya tanpa sengaja mengarah ke arah pintu masuk kantin, di mana Edgar tengah berjalan sendirian dan sesaat mengedarkan pandangannya keseluruh isi kantin--mencari tempat yang kosong. Namun sayangnya semua tempat duduk telah terisi full, kecuali di mejanya Keyra dan Kina sekarang, masih tersisa dua kursi yang kosong.

Keyra langsung membeku saat Edgar berjalan menghampiri meja mereka. Cepat-cepat Keyra langsung membuang wajahnya saat Edgar semakin dekat dengan posisi tempat duduk mereka.

"Sialan, si kunyuk sialan itu malah kesini." Gerutu Keyra pelan.

Kina yang menyadari hal itu langsung tergelak pelan.

"Hai Kina, gue gabung sini ya. Laper nih gue." Sapa Edgar yang terdengar sok manis kepada Kina tanpa melirik Keyra sedikitpun.

Kina hanya menyengir tanpa menjawab. Edgar menganggapnya sebagai jawaban setuju.

Keyra bersikap masa bodoh saat Edgar telah menarik kursi di depan Kina dan menghempaskan tubuhnya disitu.

"Tumben banget lo ke kantin, Gar? Emangnya lo beneran laper?" Tanya Kina seraya melirik sekilas ke arah Keyra yang disampingnya. Edgar sesaat mengikuti lirikan matanya itu dan menatap Keyra.

Keyra yang saat itu sedang pura-pura asyik dengan ponselnya, langsung mendongak saat menyadari tengah di tatap Edgar.

"Apa lo liat-liat?" Ketus Keyra. Wajahnya terlihat begitu jutek dan tak bersahabat.

"Njirr, kepedean banget. Siapa juga yang liatin lo!! Mending gue liatin Kina daripada liatin muka jutek lo itu." Sahut Edgar tak kalah ketusnya.

"Jelek tauk." Susulnya kemudian.

Tawa Kina langsung berderai saat melihat kelakuan Keyra dan Edgar.

Sontak Keyra dan Edgar menatap Kina secara bersamaan. Keduanya nampak bingung melihat Kina yang tiba-tiba tertawa.

"Lo kenapa?" Tanya keduanya hampir bersamaan.

Kina malah semakin terpingkal-pingkal.

"Lo bedua lucu banget." Jelasnya disela-sela tawanya seraya menghapus airmata disudut matanya.

"Kayak bocah. Gue berasa lagi liatin anak SD yang lagi marahan."

Keyra mendengus sebal mendengarnya. Sementara Edgar hanya meringis.

"Baikan gih!" Pinta Kina kemudian.

"OGAH." Seru keduanya serentak.

"Cieee kompak bangetttttt." Goda Kina.

Keyra langsung mendelik kesal ke arah Kina yang dibalas dengan tertawa cekikikan oleh Kina.

"Gue cabut ah! Bete!" Rajuk Keyra. Selepas itu ia bangkit dari tempat duduknya dan melenggang pergi setelah selesai membayar makanannya di kasir.

Edgar begitu cuek dengan kepergian Keyra. Ia malah segera melahap pesanan gado-gadonya yang baru saja di letakkan Bu Imah di hadapannya.

"Gar, baikan gih!" Pinta Kina sekali lagi. Kali ini Kina mengucapkannya dengan nada sedikit memohon.

Edgar menatap Kina sesaat kemudian dengan acuh tak acuh melanjutkan acara makannya.

"GAR!!"

Edgar tersentak saat Kina meneriakkan namanya dengan nada kesal.

Perlahan Edgar melepas sendok dan garpu yang ada di tangannya. Kemudian ia menatap Kina dengan lurus.

"Emang lo nyaman dengan kondisi kayak gini?" Tanya Kina yang nampaknya mati-matian menahan emosinya.

"Nggak." Jawab Edgar singkat.

"Makanya buruan gih baikan!" Pinta Kina gemas.

"Gimana mau baikan, kalo liat muka gue aja dia kayaknya jijik banget sampe harus buang muka segala." Kilah Edgar

Kina mendesah sedikit frustasi.

"Lo-nya aja yang keliatannya nggak mau berusaha."

Edgar menatap Kina dengan sedikit kesal. Ia kesal mendengar perkataan Kina barusan. Tapi dalam hati ia sedikit membenarkan ucapan Kina tersebut. Selama ini ia memang terkesan cuek dan tak pernah benar-benar berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Keyra.

"Oke-oke. Setelah ini gue bakalan ngajak dia ngomong baik-baik." Putus Edgar.

Setelah itu Edgar segera melanjutkan acara makannya yang tadi sempat terhenti.

Kina memperhatikannya dengan raut wajah lega.

***

Keyra tersentak kaget saat hendak masuk ke kelas, tiba-tiba ada yang mencekal tangannya.

Keyra hendak mengajukan protes dan marahnya saat menyadari Edgar-lah yang melakukan hal itu.

Saat Keyra hendak mengomelinya, Edgar malah menarik tangannya, hingga membuatnya mau tak mau harus mengikuti Edgar.

"Ngapain lo ngajak gue ke sini?" Tanya Keyra kesal begitu mereka tiba di rooftop. Entah kenapa hari ini Edgar cukup menguras emosinya.

"Mau minta maaf." Ucap Edgar dengan nada lembut sambil memamerkan senyum tulusnya.

Keyra yang sedari tadi sudah siap untuk menumpahkan segala kemarahannya kepada Edgar, tiba-tiba hanya bisa membungkam saat mendengar ucapan Edgar.

Keyra tak menyangka bila kalimat itu yang akan ia dengar. Dan cara Edgar menatap matanya dengan senyum tulusnya itu, membuat sesuatu di dalam dadanya bergejolak hebat.

"Maafin gue ya, nyet." Ucap Edgar tulus seraya menangkup wajah Keyra dengan kedua tangannya.

Keyra mendongak, hingga membuatnya beradu pandang dengan Edgar.

Rasa hangat seakan mengaliri wajahnya melalui kedua telapak tangan Edgar yang menempel di wajahnya.

Perlahan rasa amarah dan kekesalan yang ia rasakan, perlahan hilang bergantikan sebuah rasa aneh yang tiba-tiba hadir di dalam hatinya.

"Lo mau 'kan maafin gue?" Lirih Edgar. Edgar terlihat sedikit cemas saat melihat reaksi Keyra yang hanya diam tak bersuara.

Perlahan Keyra memegang kedua tangan Edgar yang masih menempel di wajahnya. Dengan gerakan pelan Keyra menarik kedua tangannya itu menjauh dari wajahnya.

Edgar sedikit kecewa saat Keyra melakukan hal itu. Seolah itu sebagai isyarat bahwa Keyra tak akan mau berdamai dengannya.

Namun perlahan rasa kecewanya itu berubah menjadi perasaan lega saat mendapati Keyra yang mengangguk seraya tersenyum manis kepadanya.

Edgar bersorak dalam hati, sungguh ia sangat merindukan Keyra. Ia benar-benar tak nyaman bila harus marahan dengan Keyra. Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang.

Dengan gerak refleks, Edgar langsung meraih tubuh Keyra dan memeluknya.

"Janji ya, kita nggak bakalan marah-marahan kayak gini lagi!" Bisik Edgar lembut di dekat kuping Keyra.

Tubuh Keyra langsung menegang mendapatkan respon seperti ini dari Edgar. Baru kali ini ia di peluk oleh seorang cowok. Keyra tak bisa menggambarkan dengan jelas bagaimana perasaannya saat berada di pelukan Edgar. Rasanya benar-benar aneh dan.. nyaman. Iya nyaman.

Keyra hanya bisa memenjamkan matanya meresapi semua rasa aneh yang mengalir di dalam dadanya, tanpa berniat membalas pelukan Edgar.

Edgar seperti seakan tersadar, cepat-cepat ia melepas pelukannya. Jantungnya berdegup begitu kencang. Ia seperti tak bisa mengontrol dirinya.
Edgar tak menyangka bila seperti ini rasanya memeluk Keyra. Hangat dan nyaman. Membuatnya seperti kehilangan kendali atas dirinya.

"Sori Key.. kelewat seneng sampe kayak gini." Ucap Edgar sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"...eh iya." Balas Keyra dengan nada sedikit canggung. Tapi kemudian ia tersenyum untuk menutupi rasa gugup yang entah kapan telah menguasai dirinya.

"Balik kelas yuk!" Ajak Edgar kemudian.

Lepas itu Edgar segera menarik tangan Keyra dan menuntunnya berjalan meninggalkan rooftop.

-Tbc-

Continue Reading

You'll Also Like

3.8K 328 6
"Aku tidak punya teman hyung" -Jungkook Fiksi Penggemar Friendship, Brothership All Rights Reserved © 2020 Kalajulii
63.2K 4.6K 28
Cerita pertama dari #LukaSeries Hidup itu pilihan, dan aku memilih untuk menolak luka. -Irida Harris Ryanda _____ Maafkan jika niat baikku menolong s...
STRANGER By yanjah

General Fiction

276K 31.4K 36
Terendra tak pernah mengira jika diumurnya yang sudah menginjak kepala empat tiba-tiba saja memiliki seorang putra yang datang dari tempat yang tak t...
7.5K 930 6
Setelah hampir satu tahun putus dengan alasan konyol [Name] merasa menyesal. Ia ingin memperbaiki semua kesalahannya dengan cara 'Balikan', tapi ia m...