Zombie's Brain

By kaiikaiialcheon

11K 273 74

Catta pun memaksakan badannya untuk bergerak mengikuti kehendaknya. Ia turun dari bangsal kecil itu dan berja... More

Zombie's Brain (Prolog)
Chapter 1 (Catta,, you're stupid..)
Chapter 2 (Aamauri Hans Iphigenia)
Chapter 3 (Prince Adhitama Raynald)
Chapter 4 (Please, Give Me Permission)
Chapter 5 (Foster Forest)
Chapter 6 (Halibab Kosha)
Chapter 7 (Like Bad Dream)
Chapter 8 (Penerimaan Siswa Baru)
Chapter 9 (Kelas Vendra)
Chapter 10 (New Face)
Chapter 11 (Zombie's World)
Chapter 12 (Zombie, Oh no!)
Chapter 13 (Run-Flashback)
Chapter 14 (Believe)
Chapter 15 (Love)
Chapter 16 (Ramuan Penghindar Zombie)
Chapter 17 (Ramuan Penyembuh Luka)
Chapter 18 (Perlombaan Charlion)
Chapter 19 (Dubbsblain Ele)
Chapter 20 (Bethalyza Ziskafran)
Chapter 21 (Going...)
Chapter 22 (Perlombaan Charlion I)

Chapter 23 (Orph Phee 17)

409 16 11
By kaiikaiialcheon

Beruntung Catta, Jae dan Suko mendarat di tumpukan jerami sehingga mereka tidak kenapa-kenapa.

"Uhhhh bau sekali. Kita dimana nih? " Kata Suko sambil bangkit dan membersihkan bajunya.

"Sepertinya gue kenal daerah ini." Kata Jae sambil melihat-lihat.

"Catta dimana?" Tanya Suko.

"Itu dia..." Kata Jae sambil menunjuk Catta yang tergeletak pingsan. "Ayo kita bawa dia." Kata Jae panik sambil menggendong Catta.

"Tapi kita bawa dia kemana? "

"Aku tau daerah ini. Beberapa kilo dari sini ada rumah ku." Kata Jae buru-buru membawa Catta. Suko pun ikut mengekor dibelakang Jae.

***

@Halibab Kosha

"Bos lo gak cape apa dari tadi mikirin ramuan Beta- apa gitu ah nama nya juga aneh." Kata Cripo pada bosnya.

" Bethalyza zyskafran Oon" kata Basiana sambil noyor kepala Cripo.

"Iya itu lah... Kenapa gak bos tanyain langsung aja sama anak Dhavantari." Usul Cripo.

"Bego ya lu, mana mungkin mereka ngasih tau kuncinya sama kita." Kata Basiana.

"Namanya juga usaha. Lagian kan mereka klepek-klepek sama si bos. Dirayu dikit pasti langsung tunduk." Ray hanya diam mendengar percakapan teman-temannya.

"Bos kita itu harga dirinya setinggi langit. Mana mau dia rayu-rayu orang ." Elak Basiana.

"Apapun. Bila itu jalan satu-satunya akan aku lakukan." Basiana dan Cripo langsung melotot kaget.

"Lu serius bos?" Tanya Cripo.

"Lu pasti bercanda kan bos? Ngapain sih lu mati-matian ngedapetin poin 25 itu? Padahal kan kita punya kesempatan ngedapetin 50 poin di perlombaan kepribadian nanti. Kelas Askana aja hura-hura gak mikirin perlombaan ramuan itu . Kenapa lu harus ribet sih? " protes Basiana. Tapi percuma saja. Bila Ray telah memutuskan suatu hal maka hal itu tidak dapat di ganggu gugat lagi.

*****************************************

"Oppaaaaaa " teriak wanita cantik dan anggun saat melihat Jae Soo datang ke rumahnya. "Oppa siapa wanita ini? " tanya wanita itu terlihat cemburu.

"Amma dan Appa kemana Wira ? " tanya Jae sambil menggendong Catta menuju kamarnya.

"Lagi di danau mencari ikan. Siapa wanita ini Oppa ? " kata Wira sebal.

"Cepat buatkan obat buat dia." Perintah Jae Soo sambil membaringkan Catta di kasur.

"Oppa..." Wira semakin sebal.

"Cepatttt..." bentak Jae. Wira pun pergi menuju dapur dengan wajah uring-uringan. Sementara Suko hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan wanita itu.

"Dia siapa? " tanya Suko pada Jae Soo.

"Tunangan ku." Jawab Jae sambil ngipas-ngipas wajah Catta.

"Wahahaha ada juga cewe yang mau sama lo." Puas Suko.

"Ya ada lah. Gue kan ganteng"

"hahah humor."

"Gue ada dimana?" Catta tiba-tiba sadar dari pingsannya.

"Lo udah bangun? " Jae dan Suko langsung menyerbu Catta.

"Ini dimana? " kata Catta sambil mencoba tuk bangkit.

"Sudah Catta kamu istirahat aja dulu." Kata Suko mencegah Catta bangun dari posisinya.

"Iya kamu istirahat aja dulu. Ini rumah ku jadi kamu aman ada disini." Kata Jae Soo.

Wira baru datang sambil membawa obat racikan buatannya. Ia hanya dapat diam mematung menahan rasa cemburu kemudian pergi begitu saja.

"Gue harus pergi sekarang." Kata Catta sambil bangkit dari tidurnya.

"Emang lo mau pergi kemana? " Tanya Jae Soo.

"Orph phee 17."

"Apa? Orph Phee?" Pekik Jae kaget.

"Lo tau tempat itu? " tanya Catta penasaran.

Jae menelan ludah sebentar. "Setahu gue daerah itu ada di dalam hutan desa ini. Itu daerah terlarang. "

"Lo mau kan nganterin gue kesana? " tanya Catta antusias .

"Tapi..."

"Yaudah kalau lo gak mau. Gue bisa pergi sendiri." Ujar Catta sambil bangkit.

"Lo sih... Apa susahnya ngebantuin Catta." Omel Suko sambil nyenggol Jae Soo.

"Tapi,,," Jae berusaha mengelak. "Yaudah gue ikut." Kata Jae akhirnya.

Catta tersenyum mendengar jawaban Jae. Kemudian Catta mencari barang-barangnya. "Tas sama handuk gue mana? " Tanya Catta.

"Tadi aku simpan di atas meja." Ucap Suko.

"Mana? Tas dan handuknya gak ada." Kata Catta mulai panik.

"Masa sih?" kata Suko tak percaya kemudian berjalan mendekati meja. "Serius tadi aku simpan barangnya disana."

"Tapi barangnya gak ada." Bentak Catta.

"Lo nuduh gue nyuri barang itu? " kata Suko gak percaya. "Sumpah gue gak pernah ngumpetin barang itu."

"Tapi sekarang barang itu gak ada. Dan orang terakhir yang menyimpan barang itu lo." Bentak Catta sambil nunjuk Suko.

"Terserah deh lo mau percaya atau enggak. Yang jelas gue gak pernah nyuri apapun." Teriak Suko kecewa kemudian pergi meninggalkan Catta dan Jae.

"Suko tunggu." Jae mencoba mencegah Suko . Tapi terlambat.lelaki itu sudah lari duluan .

Jae bingung antara menenangkan Catta dulu atau menyusul Suko. Melihat Catta lemas dan menangis akhirnya Jae memutuskan tuk menenangkan Catta dulu. Tapi gadis itu menyuruhnya keluar dan membiarkannya sendirian.

***

@Halibab Kosha

Ray mencoba mendekati Cristine untuk mengetahui apa kunci dari perlombaan nanti. Tanpa perlu bersusah payah dan tak memerlukan waktu banyak Ray langsung mendapatkan kuncinya. Seperti terhipnotis, Cristine menuruti apa pun kemauan Ray termasuk memberi tahu kunci perlombaan Charlion tahap I.

"Terimakasih banyak sayang." Rayu Ray sambil pergi ke hutan mencari bahan ramuan untuk nanti malam. Hanya mendengar ucapan kata sayang dari mulut Ray, gadis cantik itu langsung klepek-klepek.

***

Catta duduk didepan rumah Jae. Melihat pemandangan desa yang sangat indah. Pohon hijau tumbuh dengan lebatnya. Tanah coklat yang lembab terus dilewati orang-orang yang sibuk beraktifitas. Banyak kuda jinak melewati Catta. Tiba-tiba seorang wanita cantik dan anggun datang kemudian duduk disebelah Catta. Catta melihat wanita itu tajam.

"Siapa ya? " tanya Catta dingin.

"Perkenalkan nama saya Wira. Saya tunangannya Jae Soo." Ucap Wira terdengar ketus .

"Ohhh..." Catta hanya ber-oh ria kemudian kembali menatap pemandangan didepan.

"Kamu ... kamu pacarnya tunangan ku?" Tanya Wira gugup.

"Bukan lah." Jawab Catta simple. Wira menghembuskan nafas lega.

"Serius? "

"Gue udah punya pacar." Kata Catta masih terdengar dingin.

"Bagus lah. Jadi aku gak usah cemburu sama kamu." Kata Wira lembut. "Oya tunggu sebentar ya saya kedalam dulu."

Catta heran melihat tingkah Wira yang aneh. Tak lama setelah itu Wira muncul kembali dan menyerahkan handuk serta tas coklat.

"Ini punya kamu kan? " Ucap Wira.

Catta langsung melotot kaget. "Lo dapat ini dari mana? " tanya Catta.

"Tadi sewaktu kamu pingsan aku menyimpan tas dan handuk ini supaya tak hilang." Jelas Wira.

Catta langsung merasa bersalah karena telah menuduh Suko. Buru-buru ia mengambil handuk dan menggendongkan tasnya.

"Terima kasih banyak ya. Aku pergi dulu." Kata Catta kemudian buru-buru lari mencari Suko.

Tak jauh dari rumah Jae, Catta dapat menemuka Suko yang sedang memberi makan kuda bersama Jae.

"Hai..." Sapa Catta.

"Hallo Catta. Cepat bantuin kita ngasih makan kuda ini." Kata Jae senang. Sebaliknya, Suko terlihat sebal dan sangat tidak suka dengan kedatangan Catta.

"Jae, gue pergi dulu." Kata Suko sambil melempar rumput yang tadi ia pegang.

"Suko tunggu." Teriak Catta kemudian berlari menghampiri Suko. "Gue minta maaf. Gue tau gue salah udah nuduh lo sembarangan. Gue bener-bener nyesel Suk." Kata Catta sambil menunduk.

"Sudahlah gak ada yang perlu dimaafkan." Kata Suko kemudian mencoba untuk pergi. Buru-buru Catta meraih tangan Suko dan mencegahnya pergi.

"Lo marah sama gue? Gue minta maaf." Kata Catta lagi.

"Gue gak marah sama lo. Gue hanya kecewa. Gue sakit hati tta" kata Suko yang mulai berhapan dengan Catta.

"Gue harus gimana untuk nembus kesalahan gue? " tanya Catta sambil tertunduk sedih.

"Lo cukup tersenyum." Kata Suko simple.

Catta mengangkat wajahnya tak percaya. Kemudian tersenyum manis.

"Okey gue maafin." Kata Suko sambil tersenyum senang .

"Makasih suko." Kata Catta kemudian memeluk Suko sebentar .

"Nah gitu dong. Kelihatannya kan lebih enak." Jae Soo tiba-tiba menghampiri Suko dan Catta.

"Sepertinya kita bisa melanjutkan perjalanan sekarang. Beruntungnya, ayah gue mau minjemin kuda-kudanya untuk kita." Kata Jae.

"Beneran Soo? " tanya Catta semangat . Jae mengangguk.

Jae dan Suko menumpangi kuda coklat dan hitam sementara Catta dibonceng Suko.

***

@HalibabKosha

Semua murid Halibab Kosha terlihat sedang berkumpul di Aula Jancsi. Mereka terlihat gaduh mempersiapkan ramuan. Ray panik melihat kelakuan Catta yang aneh. Setelah kejadian semalam Ray merasa ada yang janggal dengan Catta. Malam itu dengan jelas Ray melihat Catta keluar Kawasan ini. Menembus dinding transparan. Tapi dengan cepat tiba-tiba Catta sudah berkumpul kembali bersama teman-temannya. Kemudian tatoo Merak yang sempat menghilang tiba-tiba tadi pagi muncul kembali.

Kocokan kali ini anak kelas Vendra tampil diurutan pertama. Diatas panggung mereka seperti mendesak Catta supaya cepat melakukan sesuatu. Tapi Catta malah terlihat sangat panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Bahij yang menyerupai Catta tiba-tiba merasa aneh dengan tubuhnya. Jangan-jangan ramuannya sudah tak bereaksi. Sebelum berubah wujud, buru-buru Catta turun dari panggung dan berlari keluar asrama.

"Catta lo mau kemana? " teriak salah satu anak kelas Vendra.

Ray kemudian berlari menyusul Catta. Melihat Ray berlari, anak lain pun ikut berlari keluar asrama.

"Kenapa semuanya jadi kacau begini sih? " grutu salah satu guru.

Ray berlari menyusul Catta kedalam hutan. Ray terlihat sangat kaget melihat Catta berubah bentuk menjadi Zombie. Badan Ray kaku seketika. Dia tidak dapat bergerak lagi. Padangannya telihat sangat kosong. Anak-anak lain yang baru datang langsung menghampiri Ray.

"Ray, Catta kemana?" Tanya Pak Baghel, alain kelas Vendra. Ray hanya menggelengkan kepala dan menutup mulutnya rapat-rapat.

"Lo gak kenapa-kenapa kan? " tanya Cripo dan Basiana cemas. Ray terlihat sangat linglung dan hampir ambruk.

Maksud semua ini apa? Apakah orang yang kucintai adalah zombie? Berarti selama ini aku mencintai Zombie? Tanya Ray dalam hati.

Tiba-tiba Ray merasa sangat panas dibagian tangan kanannya. Tatoo itu seperti akan membakar tubuhnya hidup-hidup . Sangat-sangat menyakitkan.

"Arrrrgggghhhhh" erang Ray.

"Ray lo kenapa? " orang-orang disana cemas melihat keadaan Ray.

Ray melihat samar bayang-banyak dipikirannya. Ditengah hutan yang gelap Catta dan Jae terlihat ketakutan melihat banyak harimau menghampirinya. Sementara Suko kewalahan menghadapi harimau-harimau itu sendirian. Mereka bertiga tiba-tiba naik diatas burung merak yang sangat besar. Mereka terbang melintasi hutan lebat. Terlihat istana kerajaan Citeureup. Burung yang dinaiki Catta, Jae dan Suko tiba-tiba lenyap dan mereka terjatuh.

"TIDAAAAAAAAKKKKKKKK" Teriak Ray ketakutan. Keringat bercucuran di pelipis dahinya. Nafasnya naik turun tak karuan. Ray merasa sangat lelah seperti telah berlari maraton. Tiba-tiba Ray merasa aneh karena dia berada diruangan serba putih. Bau obat pun tercium sangat menyengat.

"Kok gue ada disini? Bukankah terakhir gue dihutan ya? " tanya Ray yang masih sedikit merasakan denyut di kepalanya.

"Tadi lo pingsan. Makannya kita bawa lo kesini." Jelas Basiana.

"Trus gimana dengan pertandingannya?" Tanya Ray.

"Seperti yang kita perkirakan, hanya kelas Dhavantari yang mendapat point." Ray terlihat kecewa mendengar kabar tersebut.

"Kelas yang lain mendapat point 0 kecuali kelas Vendra yang mendapat nilai minus." Ray langsung membelalak kaget mendengar kabar itu. "Gara-gara Catta yang menghilang begitu saja dan sempat mengganggu jalannya perlombaan maka guru-guru sedang menentukan hukuman yang pantas buat Catta."

"Apa? Itu gak bisa dibiarkan. Aku harus menjelaskan semuanya." Kata Ray kemudian turun dari bangsal yang ditidurinya.

"Lo mau kemana bos? " tanya Basiana dan Cripo cemas . Ray tak menghiraukan mereka dan terus berjalan pergi .

***

@Orph Phee 17

Setelah melewati hutan yang sangat lebat, gelap dan mengerikan. Akhirnya Catta, Jae dan Suko sampai didaerah yang penuh dengan batuan besar. Seperti Zaman Megalitikum di daerah itu banyak sekali batuan besar dan tinggi menjulang. Ditengah batuan itu terdapat istana yang sangaaattttt besar dan mewah namun terlihat kurang terawat. Disetiap sudut istana itu terdapat penjaga tinggi besar yang memakai pakaian bajanya. Kepalanya pun ditutupi oleh baja.

"Lo yakin ini tempatnya? " tanya Suko memastikan. Suko yang hebat bertarung pun merasa takut melihat prajurit-prajurit itu. Apalagi dengan Jae dan Catta.

"Gue yakin ini tempatnya. Tempat ini sangat ditakuti dan terlarang. Banyak yang gak selamat setelah memasuki daerah itu. Sebelum terlambat mendingan kita balik lagi yuk" usul Jae.

Catta tidak menghiraukan perkataan Jae dan Suko. Ia malah bangkit dan berjalan mendekati istana itu.

"Catta lo mau kemana?" Kata Jae dan Suko mencegah Catta, "Lo yakin mau memasuki kawasan itu? Itu sangat bahaya." Kata Jae khawatir .

"Disana ada orang tua ku." Kata Catta yang membuat Jae dan Suko tersentak kaget. "Tidak apa-apa jika kalian tak mau ikut. Sudah mau mengantarku sampai sini saja aku mengucapkan banyak terima kasih." Kata Catta tulus sambil tersenyum.

"Mana mungkin kami akan membiarkan mu sendirian."

"Kami akan selalu mengikuti mu."

"Aku tak tau harus berterima kasih seperti apa. Tapi aku sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti kalian." Kata Catta tulus.

Jae dan Suko tersenyum bangga.

"Aku sepertinya pernah membaca buku tentang kawasan ini. Aku tau jalan belakangnya. Lebih baik kalian ikut aku." Kata Jae kemudian berjalan mengendap diikuti Catta dan Suko.

Untung ada Jae sehingga mereka dapat memasuki istana menyeramkan ini tanpa harus bertarung terlebih dahulu. Mereka bertiga mengendap memasuki ruangan yang sangat gelap. Catta tersentak kaget melihat seorang lelaki dan wanita paruh baya sedang duduk lemah dikursi yang dipenuhi dengan borgol. Tangan mereka diikat dan mulut mereka ditutup. Banyak darah dibaju mereka. Wajah mereka pun terlihat lebab seperti habis dipukul. Mereka terlihat sangat kurus.

"Ayah, ibu..." kata Catta serak sambil menutupi mulutnya kaget. Hatinya seperti tertusuk ribuan jarum melihat kedua orang tuanyanya tersiksa seperti itu. Catta langsung berlari menghampiri mereka dan langsung berlutut dibawah kaki mereka. Orang tua Catta hanya melihat Catta sedih. Mereka tak mampu bergerak. Seluruh badan mereka sangat sakit.

"Mah Pah maafin Catta karna Catta baru bisa datang kesini." Kata Catta sambil menangis.

Sementara dilain sisi, Kristabel menyadari ada yang menyelundup memasuki istananya. Buru-buru dia bergerak dan memanggil prajurit-prajuritnya.

"Catta sebaiknya kita harus cepat pergi dari sini sebelum mereka menyadari kedatangan kita." Kata Jae sambil membuka ikatan tali yang mengikat tangan kedua orang tua Catta.

"Catta, Jae ayo cepat. Sepertinya saya mendengar langkah kaki mendekati kit-" perkataan Suko tiba-tiba terpotong karena ada seseorang yang menyergapnya dari belakang. Suko tidak dapat berkutik, tangannya dengan cepat dikunci oleh prajurit berseragam baja.

"Catta, Jae cepat lari dari sini." Teriak Suko sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan prajurit itu. Tapi percuma, prajurit itu terlalu kuat.

"Suko? " pekik Catta dan Jae kaget melihat Suko telah ditangkap. Ditengah prajurit-prajurit itu ada seorang wanita cantik berpakaian serba hitam sedang tersenyum miring dan menatap Catta tajam.

"Akhirnya kau datang juga... Hahaha."

***

TBC

Continue Reading

You'll Also Like

117K 11.8K 30
Bagaimana ceritanya ketika kalian yang sedang menikmati hidup dengan senang, tenang dan tanpa gangguan. Namun tiba tiba datang entah virus darimana...
2.1K 160 39
Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh...
10.7K 393 13
On going Sebuah wabah virus dengan sebutan 'Pandoravirus yedoma' atau yang biasanya dikenal dengan sebutan 'virus zombie ' yang berkembang dengan san...
10.4K 438 13
Kisah Tentang Siswa yang Berusaha Untuk keluar dari gedung sekolah di saat teman-temannya berubah menjadi Zombie Apakah Mereka bisa Keluar dari gedu...
Wattpad App - Unlock exclusive features