1

91 8 0
                                        

Berlari dan terus berlari, gadis dengan rambut sebahu itu terus berlari dan poninya terbang ke belakang. apa yang mengejarnya ? Entahlah gadis itu terus berlari dan ia mulai kelelahan. kaki gadis itu menyangkut pada akar pohon yang ada di hutan itu dan saat gadis itu akan melanjutkan larinya tiba tiba saja dagunya dipegang kuat oleh orang di depan nya dan orang itu tersenyum lebar " gadis kecil. Kamu tertangkap Mama, sayang" gadis itu mendelik dan membuang pandangan nya.

Gadis itu jijik dengan wanita di depan nya " jangan berlari lagi, Sayang" gadis itu menggeleng kuat. tubuhnya kaku seperti ada yang menahan nya. Wanita itu tersenyum dan mengayunkan tangan nya. Jleb pisau tajam itu menusuk dada kanannya Sebelum mata nya menutup wanita itu melepaskan cengkraman pada rahang nya dan gadis itu terjatuh " Katakan selamat tinggal pada dunia, Euna"

Gadis itu tersentak. Euna menghembuskan nafas nya, ia lega itu hanya mimpi. Euna berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap sekolah. Euna duduk di meja makan bersama kakak laki laki nya, jun. Jun kini duduk di bangku kelas SMA 12 ia akan mengambil universitas kedokteran, dan jika nilainya tidak mencukupi maka ia akan mengambil universitas memasak. Jun menatap euna dengan tatapan tajam, dan dingin "mana Sun?" Euna menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan kakak nya. Jun sudah menarik nafas untuk memanggil adik nya, tiba tiba Sun keluar dari kamarnya "gak usah teriak masih pagi" kata nya lalu mengambil roti coklat di piring putih milik nya

"kak jun, ayah mana?" pertanyaan itu keluar dari mulut Sun. Jun mengangkat bahu nya "kayak nya dia lembur lagi" Jun lalu menatap Euna yang sedang mencuci piring bekas ia makan "Euna jangan malu maluin nanti, kakak malu punya adik kayak kamu" Euna tertawa miris "Kak jun malu punya adik sempurna kayak kak Eunha ? Cih ha- " Euna memegang tangan adik nya, Euna menggeleng agar tidak bertengkar dengan sang kakak di pagi hari.

Sun menuruti perkataan kakak nya " udah sarapan nya ? Yuk berangkat" euna menarik lengan Sun agar segera berangkat sekolah, meninggalkan Jun yang sedang memakai sepatunya "lawan dikit kak !!! Kak jun udah kelewatan" Sun berjalan sambil menendang nendang batu kerikil. "Masih pagi" jawab euna singkat " halah kak Euna mah bukan masih pagi, emang gak bisa ngelawan kak jun aja" euna hanya tersenyum kecil "Gimana sekolahmu ?" Sun hanya mengangguk kecil.

"mulai sekarang kan, kak Euna satu sekolah sama Sun jadi kakak bukti in ya kalo kakak itu pinter" Euna hanya menggeleng pelan. Sun memang suka bercerita pada keempat teman nya mengenai Euna. Saat menunggu bus datang mobil dengan kecepatan tinggi melindas bekas air hujan, dengan cepat telunjuk Sun mengarah ke depan.

Cipratan bekas air hujan itu tidak mengenai nya " AISH SIAL, BABIK KAU" Sun mencaci mobil hitam yang terus melaju. Euna menatapnya Heran, saat Sun menoleh ke arah Euna, Sun teringat bahwa sang kakak ada di samping nya. Habis sudah Sun ia akan di introgasi Euna.

ESCAPEStories to obsess over. Discover now