Awal kisah ku

12 3 0
                                        

Kashella Azhera Louis Pramata

Seorang gadis sedang duduk termenung di balkon kamarnya menatapi awan mendung yang sekarang ada dihadapannya, dan sekarang dia menutup matanya membiarkan cairan bening membasahi wajahnya.

" Tuhan... Zera gak kuat dengan semua ini, apa yang harus zera lakukan sekarang tuhan?" Zera menangis sekenceng-kencengnya menaratapi kisah hidup dia yang sangat sedih

Ia menghembuskan nafasnya kasar dan langsung menghusap wajahnya yang sudah basah karna tangisannya

Zera kamu gak boleh nangis, ini cobaan buat kamu ra, ayuk kuat, kamu pasti biaa ra- batinnya menguatkan dirinya sendiri

Ia berdiri dan langsung menutup dan tak lupa untuk mengunci pintu balkon, ia turun ke bawah dan matanya tertuju pada ruang tamu yang kosong seperti tidak ada kehidupan disana.

Zera tersenyum simpul

"Untuk apa kamu sedih ra, ini sudah biasa bukan?" ucapnya sendu

~kring...kring...kring~

Tiba-tiba hp Zera berbunyi menandakan ada telepon masuk dari seseorang, ia langsung mengangkatnya

"Halo kak"

"Halo ra, kamu dimana?"

"Lagi dirumah kak, ada apa kak?"

"Ya ampunnn ra...
kamu gak lihat ini sudah
jam berapa, hah?
Sekarang udah
waktunya shif kamu!"

Zera kaget bukan main ia menatap jam yang ada di hp nya itu dan benar saja ini sudah jam 17:30 dan seharusnya dia masuk jam 17:00

"Astagaaa maaf kak, zera lupa tadi kar- "

belum selesai zera berucap langsung dipotong

"udah-udah gak usah banyak alasan, SEKARANG CEPAT KEMARI RA!"

Teleponnya langsung dimatikan sepihak oleh orang yg disebrang sana, Zera yang mengetahuinya hanya menghembuskan nafas kasar dan harus banyak sabar.

Zera langsung berlari menuju kamarnya untuk mengganti pakaian

Setelah beberapa menit kemudian zera keluar dengan menggunakan pakaian kaos putih yang dilapis jaket kulit dan celana jeans hitam, rambut yang diikat 1 dan sedikit olesan pada wajanya yang membuat dirinya semakin cantik tetapi tetap terkesan misterius.

Zera langsung turun ke bawah, dan langsung menutup pintu dan tak lupa untuk menguncinya, ia langsung mengambil motor sport merah yang ada di parkirannya rumahnya, ia menaiki motor tersebut membelai kota jakarta, zera membawa motor sport dengan kecepatan yang bisa dikatakan sangat tinggi dan pastinya banyak umpatan untuk dirinya.

Zera sudah sampai di depan cafe yang bisa dibilang sangat mewah itu dan langsung memarkirkan motornya khusus para pegawai.

Dengan secepat kilat zera langsung turun dari motornya dan berlari sangat kencang sehingga dia menabrak seseorang

"Awwww" ringisnya kecil

Orang yang ditabraknya langsung meminta maaf dan lari begitu saja tanpa menunggu jawaban zera.

"Maaf mbak" ucap lelaki tersebut dan langsung lari begitu saja, dan yah sekarang dia sedang bersembunyi dibalik pohon.

Tanpa diketahui laki-laki tersebut, zera yang melihatnya langsung menaikkan alisnya menandakak ia sedang bingung

"Sedang apa dia?" batinku

Dan tiba-tiba ada segerombolan laki-laki yang sekarang berada dihadapannya, dan tentunya ini membuat zera kesal bukan takut. ya iyalah kesal, dia ini sudah sangat telat dan orang orang ini malah menutupi jalannya yang membuat zera begitu kesal.

Zera memberanikan diri untuk berbicara kepada pria-pria yang dihadapannya

"Maaf kak, saya mau lewat" ucapnya sopan tapi terkesan dingin

Para pria yang ada didepannya langsung menatap gadis kecil yang ada dihadapannya dengan wajah yang bisa dibilang sedang marah

"Lo lihat cowok lewat sini gak?" tanya pria tersebut tanpa menjawab ucapan zera tadi.

Zera yang sadar langsung berfikir dan yah, dia menjawab dengan jujur tanpa rasa bersalah.

"Cowok?" pikirnya, yang langsung dibalas anggukan oleh pria tersebut

Zera menunjuk laki-laki yang sedang bersembunyi di balik pohon tersebut

"Yang itu?" Tanyanya untuk memastikan

Dan tanpa mengucapkan sesuatu laki laki yang ada dihadapannya langsung berlari secepat kilat dan yah! sekarang lelaki itu dipojokkan dan menatap zera penuh kesal serta benci!

Zera yang menyadarinya ia ditatap seperti itu, hanya menaikkan bahunya acuh juga tidak mempedulikannya dan langsung pergi begitu saja.

"Kasihan... tapi itu bukan urusan ku, untuk apa peduli" -batinnya

CAFE STAR📍

Zera langsung masuk dan berlari menuju kasir dengan nafas ngos-ngos an

"Zera kamu telat lagi?" Tanya bos nya

"Maaf kak" ucap zera sopan tapi terkesan dingin

Bos nya yang melihat ekspresi zera hanya menggelengkan kepala karna dia sudah tau sifat zera ini.

"Yasudah, kali ini kamu saya maafkan ra tapi, jangan sampai keulang lagi ya, ingat waktu itu berharga" ucap bosnya dan langsung pergi masuk ke ruanggannya

Zera menghebuskan nafas lega, dan ia  langsung mengambil celemek pelayan dan langsung berkerja.


Haiii kalian 🖐🖐🖐
Gimana ceritanya?
Bagus?
Atau kurang menarik?
Ayuk dong kasih bintang sama komen nya biar semangat kakak bikinnya 💪💪

ZeraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang